
"Kalian salah jika kalian pikir menculikku bisa memancing Ken datang kemari. Dia tidak akan datang, aku tidak ada hubungan apapun dengan Ken," ucap Joan. Hatinya merasa sakit mengatakan kenyataan pahit bahwa dirinya dan Ken sudah tidak punya hubungan apapun.
"Kita buktikan saja," jawab pria yang berbadan kurus.
Joan tidak bisa mengenali wajah mereka dengan jelas, karena minimnya penerangan. Ketiga pria itu juga berdiri di tempat yang gelap. Ketiga pria itu membuat sebuah video yang akan mereka kirimkan kepada Ken nantinya. Lelaki bertubuh kurus itu mulai merekam dan pria bertubuh tambun itu berdiri di belakang Joan dan mulai berbicara. Pria kurus itu tidak menunjukkan bagian wajah pria yang berdiri di belakang Joan.
"Gadismu ada di tangan kami, jika kamu tidak …." Ucapan si penculik itu dipotong oleh Joan.
"Jangan datang ke sini, Ken! Mereka mau menjebakmu," ucap Joan memotong ucapan si penculik.
Untuk membuat Joan diam, pria itu membekap mulut Joan dan kembali berbicara, meneruskan ucapannya yang terpotong oleh Joan.
"Kau lihat! Jika kau tidak datang, kau akan tahu akibatnya sendiri. Datanglah ke alamat yang dikirim lewat chat di ponselmu. Jika berani memanggil polisi atau memberitahukan orang lain, bersiaplah mengucapkan selamat tinggal pada gadismu," ucap pria itu. Ia melepaskan tangannya setelah selesai berbicara.
Rekaman video itu sudah berhenti, dan mereka mengirimkan video itu ke nomor ponsel Ken, video itu dikirim beserta alamat lewat chat di whatsapp. Setelah terkirim, mereka mematikan ponsel Joan.
"Sudah kau kirimkan?" tanya pria bertubuh gempal.
"Sudah, tapi belum dibaca karena Whatsapp dia sedang tidak aktif," jawab pria bertubuh kurus.
"Sudah, nanti juga dibaca kalau sudah aktif nomornya. Sekarang kita pergi dari sini, tunggu Ken datang," ucap pria bertubuh tambun yang tadi membekap mulut Joan.
Setelah mereka pergi keluar, Joan terisak, menangis sedih.
"Hiks hiks, Ken, semoga kamu tidak membaca pesan itu, hiks hiks." Joan mungkin sudah putus dari Ken, tetapi hatinya sama sekali tidak berpaling. Joan lebih rela dirinya tersiksa daripada melihat Ken yang disiksa jika seandainya dia datang. Joan tidak henti berdoa dalam hati, ia berharap Ken tidak mendapatkan pesan chat itu.
***
Jhon sudah sampai di depan sebuah rumah besar. Rumah itu adalah alamat yang disebutkan oleh pria yang tadi menelepon Jhon. Jhon penasaran dengan apa yang pria itu inginkan, dan kenapa dia mengajak Jhon bertemu tengah malam seperti ini. Lalu darimana pria itu mendapatkan namanya? Pikiran Jhon dipenuhi pertanyaan saat ia berdiri di depan gerbang.
Seorang pria setengah baya yang memakai seragam satpam, membukakan pintu gerbang untuk Jhon.
__ADS_1
"Siapa Tuanmu sebenarnya?" Jhon bertanya pada satpam itu.
"Silakan masuk! Nanti juga Anda tahu," jawab satpam.
Jhon tidak bisa memaksanya bicara, toh memang ia akan masuk dan menemui pria yang menyuruhnya datang. Jhon melangkah masuk ke dalam rumah dengan waspada. Jhon takut jika pria itu akan menyerangnya dari belakang, karena itulah Jhon merasa perlu untuk sedikit waspada.
***
Sementara di kamarnya, Ken tidak bisa tidur. Ia hanya berbaring di ranjangnya dengan pikiran tertuju pada Joan.
"Apakah aku terlalu kejam pada Joan? Seharusnya aku mendengarkan penjelasannya. Tapi aku sangat cemburu melihatnya tersenyum untuk pria lain, apalagi pandangan Radja pada Joan begitu intens. Pandangannya seperti menyampaikan perasaan sayang pada Joan," gumam Ken.
Ken lalu bangun dan duduk di balkon kamarnya. Ia menatap langit malam yang kelam. Langit yang biasa terlihat indah dengan kelap kelip cahaya bintang, malam ini terlihat gelap, pekat mencekam. Sesekali terlihat cahaya kilat yang diiringi suara petir.
"Sepertinya, malam ini akan turun hujan. Seharian ini aku mematikan ponsel, Joan menghubungiku tidak, ya?" Ken kembali ke dalam kamar dan menutup pintu balkon. Ken duduk di tepi ranjang dan mengambil ponsel yang ditaruh di atas nakas. Dengan ragu Ken mengaktifkan ponselnya. Terlihat dua panggilan tidak terjawab dan dua pesan chat whatsapp. Ken membuka panggilan tidak terjawab.
"Tante Rina, jam sebelas malam. Tumben sekali Tante Rina meneleponku larut malam seperti ini, ada apa, ya?" Ken bergumam heran. Ia lalu membuka pesan whatsapp dari Joan. Awalnya ia tersenyum melihat pemberitahuan chat dari nomor Joan. Namun Ken menjadi tegang, matanya membelalak lebar saat melihat video ancaman dari orang yang tidak dikenal.
Seren mendengar suara motor Ken meninggalkan rumah. Seren memang tidak bisa tidur di malam hari. Ia merasa heran, mau pergi kemana Ken larut malam seperti ini. Apalagi Seren mendengar suara petir dan kilat di langit.
"Ken mau kemana? Ini sudah malam dan juga sepertinya akan turun hujan," gumam Seren.
"Sayang, kamu tidak tidur?" tanya Irgi. Ia terbangun dari tidur karena mendengar suara petir.
"Sini, tidurlah! Sepertinya akan turun hujan, sini!" Irgi membuka selimut dan menyuruh Seren untuk berbaring di sampingnya. Seren menuruti perintah Irgi. Seren berbaring dan memeluk Irgi, Irgi menutup kembali tubuh mereka dengan selimut.
"Kak, Ken tadi keluar naik motor. Ada apa, ya, kira-kira?" tanya Seren.
"Mungkin dia ingin membeli makanan," jawab Irgi.
"Oh. Mungkin saja," ucap Seren. Meskipun ia membenarkan ucapan Irgi tetapi hatinya tetap merasa cemas. Karena Ken terlalu terburu-buru mengendarai motornya. Jika hanya keluar untuk mencari makanan rasanya tidak perlu seperti itu. Seren memejamkan mata dan hatinya terus berdoa, semoga adiknya itu baik-baik saja. Irgi sudah terlelap kembali, tapi Seren hanya berbaring memeluk tubuh Irgi. Seperti itulah kegiatan Seren di malam hari. Ia tidak bisa tidur tapi selalu berbaring memeluk sang suami, Irgi.
__ADS_1
***
Jhon keluar dari rumah pria itu dan segera menyalakan mesin motornya. Jhon pulang ke rumah. Entah apa yang Jhon dan pria itu bicarakan. Setelah keluar dari rumah itu, Jhon hanya punya satu tujuan, yaitu pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah, Jhon mengirim pesan singkat pada Seren. Setelah mengganti bajunya dengan piyama tidur, Jhon segera merebahkan tubuhnya di ranjang dan tak lama kemudian ia terlelap.
__________________________
Tinggalkan jejak kalian ya reader.
Terima kasih buat yg sudah like n vote
Mampir juga di sini yuk!
-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)
-Cinta Ada Karena Terbiasa
-Status Gantung Miss CEO
-Kupilih Hatimu
-Putri Yang Tergadai
-Aunty Opposite Door I Love You
Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘
Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.
Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏
__ADS_1