
hi readersku
author mo promosi ya dikit
aq bkin novel baru di noveltoon
tp karena author masuk dengan akun gmail..eh akun noveltoon'y jadi beda.
kalian klik cari dimangatoon juga ada kok
mampir ya readersku tersayang
judul:Serpihan hati yang hancur
author:Sri Kartika
buat yang suka cerita sedih,lucu dan romantis.silahkan mampir
author minta like,komen or vote seikhlasnya aja gak maksa kok hehe
yo wes ah kita lanjut
happy reading
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
*Di SD Pelita 1
Denting bel berbunyi,jam istirahat pun tiba.Ken memberanikan diri berbicara pada Andin
"Andin"
"Apa?"
"Ke kantin bareng yuk!"
"Oh.Boleh..sebentar aku rapihkan dulu bukuku!"
Ken menunggu Andin didepan kelas.Dari kelas sebelah Jhon dan Joan keluar
"Ken!"
Jhon menyapa dan menghampiri Ken yang sedang berdiri dan bersandar dipinggir pintu
"Kalian duluan saja!"
Ken menyuruh Jhon dan Joan ke kantin lebih dulu.Joan mengernyit heran,kenapa Ken tidak mau ke kantin bersama mereka.Tak lama keheranan Joan terjawab
"Ayo,,Ken!"
__ADS_1
Andin keluar dari kelas.Entah kenapa Joan merasa kesal melihat Andin begitu akrab dengan Ken.Dia segera pergi meninggalkan Ken dan Andin dengan kesal
Dikantin Ken menghampiri Jhon dan Joan yang sedang duduk memakan bakso.Ken membawa dua mangkok bakso dan Andin membawa dua gelas es susu coklat.Pemandangan yang seketika membuat Joan hilang selera makan.Dia bangun dan pamit pada mereka
"Aku sudah kenyang.Jhon aku balik ke kelas duluan"
Joan hanya menatap Jhon dan tidak memperdulikan Ken,bahkan saat Ken memanggilnya
"Joan..mau kemana?,biasanya kan dihabiskan baksonya!"
Ken diacuhkan oleh Joan.Dia heran kenapa dengan Joan hari ini.Tadi pagi Joan masih baik baik saja.Ken jadi penasaran.
"Jhon,fhoto copyan kamu kenapa sih?"
Jhon yang ditanya Ken hanya mengangkat bahu.Andin dan Ken duduk dan memakan baksonya.Jhon berkali kali melirik Andin sampai tak sadar kalau sedari tadi Ken memperhatikannya.
Jam istirahat selesai dan mereka pun kembali ke kelas masing masing untuk melanjutkan pelajaran
***
Disekolah Seren dan Chika baru saja masuk untuk melanjutkan pelajarannya.Tiba tiba ada seorang murid yang berteriak didalam kelas
"Wahh..Tita pindah sekolah juga ke luar negeri.Kenapa ya geng Tita kompak pindah semua keluar negeri?"
Ucap seorang siswa saat melihat status sosial media milik Tita.Seorang siswi menimpali ucapan siswa itu
"Tapi aku denger kalau Tita depresi.Rumahku dengan Tita kan cuma beda satu blok perumahan!"
"Chik..kita tidak keterlaluan kan pada mereka bertiga?"
Seren berbisik-bisik pada Chika.Tapi belum sempat Chika menjawab,seorang guru masuk dan memberitahukan berita duka
"Perhatian anak-anak.Hari ini baru saja ibu mendapat berita duka.Teman kita Rini..hari ini dia telah berpulang kesisi Tuhan YME.Marilah kita mengheningkan cipta sejenak dan berdoa menurut keyakinan masing-masing.Berdoa dimulai!"
Sang guru dan seluruh siswa siswi menundukkan kepala.Diantara siswa siswi itu,ada dua orang siswi yang terisak dengan penuh penyesalan
"Maafin aku..Rini!"gumam hati Seren
"Maafin..Rin.Aku tidak menyangka akan seperti ini.Sungguh aku hanya ingin menakutimu.Aku tidak bermaksud membunuhmu!"gumam hati Chika
"Berdoa selesai"
Guru itu pun mengangkat kepalanya dan melanjutkan pengumuman
"Hari ini,,pelajaran sampai disini saja.Karena para guru akan melayat ke rumah duka.Bagi kalian yang ingin melihat almarhum untuk terakhir kalinya silahkan.Kelas dibubarkan..jangan pergi ke tempat terlarang,bagi kalian yang ingin pulang langsung pulang!"
Guru itu keluar.Semua siswa dan siswi membereskan buku-buku mereka kedalam tas dan satu persatu keluar kelas.Seren dan Chika masih terpaku dikursinya.Mereka berdua terisak
"Ser..Rini..Ser..hikss hikkss"
__ADS_1
"Iya Chik..kenapa Rini meninggal Chik?,kita tidak membunuhnya kan Chik?,,hikss hikkss..kenapa jadi seperti ini!"
Seren dan Chika terisak berpelukan penuh penyesalan.Kalau saja mereka tahu akhirnya akan seperti ini,maka mereka tidak akan pernah membalas mereka seperti kemarin.Seren dan Chika menghapus air mata mereka dan keluar dari kelas untuk pulang ke rumah masing masing
"Chik..kita pulang naik taxi saja ya!,aku antar kamu!,baru nanti aku pulang"
Seren menyetop taxi yang lewat didepan gerbang sekolah.Seren mengantarkan Chika lalu taxi itu pun membawa Seren pulang ke rumah.Sampai di rumah Seren mengganti bajunya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.Air matanya kembali menetes memikirkan Rini.Seren membuka akun sosial media Rini dan betapa terkejutnya Seren melihat postingan terakhir Rini
"Jika kematianku bisa menghapus kesalahanku yang sudah mencelakaimu,maka biarlah aku mati.Lalu tenanglah kamu disana,aku akan menemanimu"
Seren kembali terisak membacanya.Rini meninggal dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri. Rini merasa bersalah karena berpikir Chika meninggal akibat ulah mereka.Seren melihat gambar yang menyertai postingan terakhir Rini yaitu cairan pembasmi serangga.Seren makin merasa bersalah dan membenamkan wajahnya dibantal,Seren kembali menangis tersedu sedu
***
Jam pulang sekolah tiba.Jhon,Joan,Ken dan Andin berjalan ke parkiran bersama,mereka menunggu pak Samin menjemput.Sedang Andin menunggu Ichal menjemputnya
"Dek..ayo pulang!"
Ichal datang menjemput Andin.Ichal mengajak Ken,Jhon dan Joan
"Mau bareng tidak?,kak Ichal kan tinggal disamping rumah kalian"
"Tidak kak,terima kasih!.Kasihan kalau nanti pak Samin kesini,kami tak ada!"
Ken menolak dengan halus ajakan Ichal.
"Oh.Kakak duluan kalau begitu!"
Ichal menjalankan mobilnya meninggalkan mereka bertiga diparkiran.Tak lama kemudian pak Samin datang menjemput mereka.Mereka masuk kedalam mobil,dan pak Samin pun membawa mereka pulang
***
Tita berada di bandara saat Nayaka menelponnya.
"Halo..Na"
("Tit..Rini.. ")
"Kenapa dengan Rini?"
("Dia bunuh diri tadi pagi.Dia meninggal dunia Tit..hikss hikkss")
"Ya Tuhan..hiks hiks.Aku sedang berada di bandara Na.Sebentar lagi pesawatnya takeoff.Kamu dimana Na?"
("Aku di Jepang.Tinggal dengan nenekku.Aku terus terbayang bayang wajah Chika.Kamu akan pergi kemana Tit?")
"Aku akan melanjutkan sekolah di Paris.Na..aku tutup telponnya ya?,pesawatnya akan takeoff.Aku harus mematikan ponsel!"
("Ok.Hati-hati ya Tit.Bye")
__ADS_1
"Irgi..kamulah yang membawa kami ke hutan itu dan membuat Rini meninggal.Suatu saat nanti,aku Tita Aprilya.Aku akan membalasmu.Tidak akan aku biarkan kamu bahagia!"
Tita bergumam seraya tangannya terkepal.Pesawat yang Tita naiki pun terbang melintasi langit biru di siang itu.Tita berhenti sekolah dan memutuskan untuk sekolah mode di Paris