
Ken,Jhon dan Joan sampai di rumah.Joan masuk ke kamar Seren dan mengganti baju
"Kak Seren..tumben pulang cepat?"
"Joan..sudah pulang?"
"Sudak..kak!,kakak tumben sudah di rumah?"
"Iya..Jo!,ada teman sekelas kakak yang meninggal,jadi sekolah dibubarkan!"
"Oh.Dia pasti sahabat dekat kakak!,mata kakak sampai sembab menangisinya!"
Seren hanya tertegun mendengar penuturan Joan.Andaikan Joan tahu bahwa tangisan Seren adalah tangisan penyesalan,tangisan yang penuh rasa bersalah.Setelah mengganti bajunya,Joan mengajak Seren makan siang
"Makan siang yuk,,kak!"
"Joan duluan saja.Kakak tidak lapar!"
"Ya sudah.Joan duluan kalau begitu!"
Ken sudah berganti baju dan pergi ke ruang makan bersama Jhon.Saat Joan tiba di ruang makan,dia cemberut dan mengacuhkan Ken.Joan masih merasa kesal karena Ken dekat dengan Andin.
"Jo..kamu cemberut terus lihat aku.Kamu marah ya sama aku?"
Ken mencoba bertanya pada Joan.Joan yang ditanya oleh Ken itu tetap diam.
"Joan sepertinya cemburu sama Andin,,hahaha!"
Jhon malah meledek Joan.Ken tersenyum mendengar ucapan Jhon.Senyum Ken sangat mirip dengan Syahdan sang ayah.Senyuman manis penuh kharisma,senyum yang bisa membuat kemarahan Joan menghilang seketika
"Jhon..kamu jangan sembarangan deh.Siapa juga yang cemburu!"
"Tapi kalau iya,aku malah senang loh!"
"Dihh..percaya diri banget!,untuk apa aku cemburu coba?"
Jhon dan Ken saling melempar senyum.Mereka makan sambil terus meledek Joan,membuat gadis kecil itu bertambah kesal.Selesai makan,mereka bermain dihalaman depan.Mereka bertiga menaiki ayunan,saat mereka sedang asyik.Mobil Lara masuk ke halaman rumah.Lara turun dan menyapa mereka.
"Siang,,anak dan keponakanku tersayang"
"Siang juga tante!"
Joan menjawab sapaan Lara.Ken dan Jhon tidak menjawab karena sedang serius bermain game online
"Kalian sudah makan siang?"
"Sudah,,tante,cuma kak Seren yang belum makan!"
"Tumben,,kak Seren sudah di rumah jam segini!,biasanya main di rumah kak Chika dulu!,ya sudah.Kalian lanjut main,biar tante bicara dengan kak Seren!"
Lara masuk ke dalam rumah dan mengetuk pintu kamar Seren.Karena tidak ada jawaban,Lara membuka pintu itu.Lara melihat Seren yang duduk melamun di sofa dekat jendela kamar
"Sayang,,kamu sakit?"
"Mama!!,,tumben mama pulang?"
"Iya,,mama harus ke Puncak,karena caffe yang disana sedang ada masalah.Jadi mama pulang untuk mengambil beberapa baju!.Joan bilang kamu tidak mau makan,kenapa?,apa Seren sakit,sayang?"
Lara bertanya penuh kekhawatiran.Lara khawatir melihat wajah Seren yang memerah dan matanya yang sembab.Seren tersenyum lalu memeluk Lara
"Tidak,,ma!,Seren cuma sedang sedih.Teman sekelas Seren baru saja meninggal!"
"Oh.Kamu sedih karena kehilangan teman.Ikhlaskan dia sayang!,tak baik ditangisi berlebihan.Mama jadi tidak tega meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini!"
Lara bimbang,haruskah ia tetap melakukan perjalanan bisnisnya.Melihat kondisi Seren yang sedang bersedih,Lara menjadi ragu.Tapi Seren meyakinkan Lara.
"Mama,,pergi saja.Seren tidak apa-apa,,ma!"
__ADS_1
"Beneran,sayang?"
"Iya!"
"Ok.Nanti jika kamu butuh mama,kamu telpon saja.Mama akan segera pulang,jangan lupa makan!"
cuuppp
Lara mengecup kening Seren.Seren balas mencium pipi Lara.Lara mengusap rambut Seren,lalu dia keluar dari kamar Seren.Ponsel Seren berdering di atas meja rias.Seren beranjak dari sofa dan duduk didepan meja rias,dia menerima panggilan dengan ID pemanggil Gie Gieku
"Gie Gie"
"Sayang,,tadi aku jemput kamu ke sekolah,tapi sudah sepi"
"Iya.Hari ini sekolah dibubarkan,kami pulang jam 10 pagi!"
"Sayang,,suara kamu seperti habis menangis!,kamu menangis?"
Irgi merasa khawatir dengan kekasih hatinya.Irgi berpikir,kenapa Seren menangis?,apa yang membuat kekasihnya itu menangis.Seren menghela nafas dan bercerita pada Irgi
"Gie,,temannya Tita yang kita kerjai kemarin,,dia meninggal"
Suara parau Seren yang sedari tadi terdengar ditelinga Irgi itu terdengar makin sendu.Irgi baru memahami apa yang membuat Seren menangis.
"Aku ke rumahmu sekarang,Ok!"
"Tidak perlu Gie.Kamu sedang bekerja,aku tidak mau mengganggumu!"
"Pokoknya aku kesana sekarang!"
Irgi segera menutup panggilan.Dia menyambar jas yang tersampir disandaran kursi dikantornya.Saat keluar dari ruangannya,Irgi berpapasan dengan ayahnya.
"Mau kemana Ndra?,buru buru sekali!"
"Indra ada urusan,pah!.Indra pulang lebih dulu!"
Irgi segera berlari ke parkiran dan masuk ke dalam mobil sedan hitamnya.Irgi tidak peduli dengan penolakan Seren,dia hanya ingin berada disisi kekasihnya disaat dia terpuruk
Seren bertanya-tanya,siapa yang datang bertamu.
"Jangan-jangan itu Irgi?"
Seren bergumam pelan.Dia keluar dari kamarnya,menuruni tangga menuju pintu.Jhon,Joan dan Ken sedang menonton televisi di ruang tengah didekat tangga.Seren membuka pintu.
"Chikaa,,masuklah!"
"Ser,,ikut aku ke Bogor sekarang!"
"Mau apa ke Bogor?"
"Sudahlah,,nanti aku ceritakan dijalan!"
"Ok.Tapi aku ganti baju dulu.Tunggu sebentar!"
Seren masuk ke kamarnya.Chika mengernyit heran,karena yang Chika tahu,Seren adalah anak pengasuh.Tapi Chika tidak memikirkannya lebih lanjut.Seren turun dan berlari ke arah Chika karena Seren takut membuat Chika lama menunggu.
"Yuk."
Seren dan Chika keluar dari gerbang rumah,berbarengan dengan Ichal yang juga keluar dari gerbang rumahnya dengan mengendarai mobilnya.Ichal berhenti didepan gerbang dan menyapa mereka.
"Chika,Seren.Kalian mau kemana?"
"Kak Ichal..tinggal disini?"
Chika tersenyum menyapa Ichal.Ichal sempat terpaku sejenak melihat senyum Chika
("Chika..manis juga saat tersenyum")
__ADS_1
"Iya.Kak Ichal baru pindah kemarin!.Kalian berdua mau kemana,biar kakak antar kalian!"
"Tidak perlu.Aku dan Chika akan pergi jauh.Kami takut merepotkan!"
"Tidak sama sekali!,kemanapun tidak masalah.Kakak akan antar kalian!"
Chika menarik lengan Seren.Seren faham kalau Chika ingin ikut dengan Ichal.Mereka pun masuk kedalam mobil Ichal.Semenit setelah mobil Ichal pergi,Irgi sampai didepan rumah Seren.Irgi tidak tahu jika dimobil yang baru saja berlalu itu ada Seren.Bi Eli menghampiri Irgi
"Cari siapa,den?"
"Serennya ada,bi?"
"Oh.Non Seren pergi,baru saja!"
"Pergi dengan siapa,bi?"
"Sama non Chik,kalau bibi tidak salah dengar tadi,non Seren manggilnya Chik!"
"Oh.Mungkin Chika,bi.Ya sudah kalau begitu saya permisi!"
"Mari..den!"
Seren dan Chika duduk dikursi belakang.Ichal melirik ke kaca atas,dia terus memperhatikan wajah Chika.
("Heran..kenapa aku justru kehilangan rasa sukaku pada Seren.Perasaan kagumku pada Chika justru lebih kuat dibandingkan saat aku pertama mengagumi Seren")
Ichal bimbang dengan perasaannya.Mana sebenarnya yang benar antara menyukai Seren atau Chika.Tapi hati Ichal begitu kuat mengatakan bahwa dia menyukai Chika.Gadis polos yang pernah dia tolong itu begitu menarik perhatiannya.
"Chik..kita mau kemana sebenarnya?"
"Ser..tadi aku pergi ke rumah Rini,tapi rumahnya sepi!"
"Kamu kesana?,kenapa tidak mengajakku?"
"Itu tidak penting sekarang.Yang penting adalah berita yang kudapat dari tetangga kampung orang tua Rini!"
"Memangnya berita apa itu?"
"Rini..dia tidak meninggal tapi pulang ke kampung orang tuanya dan tinggal bersama neneknya di Bogor!"
"Benarkah?"
Seren tersenyum lega mendengar Rini masih hidup.Beban yang tadi begitu menyiksanya kini hilang
"Syukurlah..tapi bagaimana bisa ada berita kesekolah kita bahwa Rini meninggal"
"Itu juga yang ingin kutahu.Makanya kita akan menemui Rini,ini adalah alamat yang aku dapatkan dari tetangga kampung Rini,dia bekerja menjadi ART di blok sebelah perumahan yang Rini tempati!"
Ichal hanya menjadi pendengar setia.Ichal menghentikan mobilnya di tepi jalan
"Ser,Chik,,kakak beli minuman dulu sebentar.Persediaan di tol nanti!"
"Iya,,kak!"
Chika menjawab Ichal.Setelah Ichal pergi,Seren penasaran dan bertanya pada Chika
"Chik,,kamu suka ya sama Ichal?"
"Terlihat jelas ya?"
"He ehh!"
"Kenapa tidak bilang saja?"
"Tidak mau.Kalau ditolak pasti akan sangat memalukan.Ssttt..kak Ichal datang!"
"Maaf ya,,kak Ichal terlalu lama.Didalam minimarket sedang ramai!"
__ADS_1
"Tidak apa-apa,Chal!"
Mereka melanjutkan perjalanan.Jarak kota J ke Bogor hanya sekitar dua jam perjalanan.Tapi Seren dan Chika merasa mengantuk dan tertidur.Ichal makin terpesona melihat wajah Chika yang tertidur