Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 21


__ADS_3

hai readers


penasaran kan gimana perjalanan cinta


Syahdan n Lara



yup ah lanjoott


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Lara menatap Zidane dan Rina dengan senyum.Tapi heran melihat anak kecil dan Syahdan



"Rin,kamu dah nikah ya sama Zid.Ini anak kamu?"kata Lara penuh tanya menatap anak kecil itu



"La kamu gak ingat mereka?"Zidane bertanya sambil menunjuk Syahdan dan Seren yang berdampingan disisi dia bersender



Syahdan langsung menetes kan air mata.Dia tidak rela jika Lara melupakan dia.Apa yang harus dia lakukan tanpa Lara.Syahdan menunduk sedih air matanya keluar tanpa bisa dia tahan



"Kamu kenapa nangis mas Syahdan?"tanya Lara



Semua orang disana bingung mendengar Lara menyapa Syahdan.Lengkap dengan panggilan mas.Semua saling menoleh masing masing dengan benar benar penasaran



"Hai semua kenapa pada bengong ishh aku dicuekin"Lara merengut kesal



"Kamu ingat mas sayang?"tanya Syahdan ragu ragu



"Zidane,Rina,kak Jeni,Seren dan mas Syahdan si duda mesum haha"Lara menunjuk satu satu dari mereka dan tertawa saat mengatakan nama Syahdan lengkap dengan julukan yang biasa dia katakan pada Syahdan



Semua tertawa kecuali Syahdan yang langsung bangun dari kursi dan duduk disamping Lara dengan berhadapan.Syahdan langsung memeluk Lara erat



"Jangan pernah lupain aku La.Aku tidak sanggup hidup tanpa kamu"ucap Syahdan lirih



"hemm aku gak bisa lupain kamu mas!! jadi mas tak perlu takut aku ngelupain mas"Lara membalas pelukan Syahdan lebih erat



Mereka lupa jika banyak pasang mata yang menyaksikan mereka.



"ekkheeemmm..masih ada kita kita loh.pelukan dah kaya perangko lengket banget ckckck.Kamu ngasih contoh yang jelek buat Seren"Goda Rina sambil nyengir



"Tante selen juga mau dipeluk"rengek Seren



Semua orang tertawa mendengar rengekan Seren



"Tuh ingat lo bukan cuma punya mamas tapi juga punya anak haha"Zidane meledek Lara.Dan Lara hanya tersenyum malu



Lara melepas pelukannya dengan Syahdan.Dia lalu merentangkan tangan ke arah Seren.Syahdan membantu Seren naik ke ranjang rawat Lara.



"duh anak mama pengen peluk juga?hmm"Lara memeluk Seren gemas



"ceeeiilleehhh yang dah jadi mamah"ledek Zidane membuat semua orang tertawa terbahak bahak



"Ya udah yukk sayang jangan ganggu keluarga bahagia mereka"Rina mengajak Zidane keluar



"Riinnn..ngledek mulu sih.Emang ya kamu cocok sama Zid 11:12.suka banget ngledek"Lara merengut kesal

__ADS_1



Dan mereka cuma tertawa sambil melangkah pergi keluar ruangan.Jeni mendekat pada Lara



"Maaf sayang semua karena kakak.Kalau kakak tidak bercanda seperti itu,kamu tidak akan datang kesini dan tidak akan seperti sekarang"Jeni masih merasa bersalah



"kak ..kakak ga perlu terus merasa bersalah.Semua perjalanan hidup manusia sudah ditentukan Tuhan.Tak ada yang perlu disalahkan.Aku juga kan dah gapapa"Lara menggenggam tangan Jeni.Jeni mengangguk lalu meraih Seren yang duduk dipangkuan Lara



"Seren ikut tante Jen main yuk.Mamah Lara harus istirahat"Jeni ikut ikutan meledek Lara



"Tante Lala Selen boleh panggil tante mamah?"pinta Seren..Lara mengangguk



"yyeeyyy Selen punya mamah"teriak Seren kegirangan



"Ayo sekarang kita main biar mama bobo biar cepat sembuh biar cepat pulang ok"ajak Jeni dan menggendong Seren.Seren hanya memberi senyum



Jeni keluar dengan menggendong Seren.Kini diruangan itu hanya ada mereka berdua.Syahdan memeluk Lara kembali



"La.."panggil Syahdan ditelinga Lara



"hmm"Lara merasakan hembusan nafas Syahdan didekat telinganya



"Kamu beneran kan gapapa?"tanya Syahdan memastikan



"he ehm aku gapapa.Dokter bilang aku hanya perlu banyak istirahat agar bekas jahitannya cepat sembuh.Dan juga tidak boleh kena air dulu"Lara menjelaskan panjang lebar



Syahdan melepaskan pelukannya.Mengusap pelan perban yang membalut kepala Lara.




"Gapapa mas"jawab Lara



"Apa luka dikeningmu dijahit?"Syahdan meneliti setiap inci tubuh Lara.Memastikan jika wanita terkasihnya benar benar baik baik saja



"Tidak.yang dijahit di tempat lain!"jawab Lara



"Dimana coba aku lihat parah tidak hem coba aku lihat"Syahdan memperhatikan sekujur tubuh Lara



"Gak usah mas.lagian cuma 4jahitan gak banyak kok"Lara mencoba menenangkan Syahdan



"Mana aku liat dulu baru aku percaya!"pinta Syahdan



Lara menaikkan piyama rumah sakitnya.Menunjukkan luka di pinggangnya.Syahdan menyentuh luka itu,membuat Lara canggung.Lara segera menjauhkan tangan Syahdan karena Lara merasa risih.Syahdan menatap wajah canggung Lara dan meledeknya sambil mengerlingkan sebelah matanya



"Blushing gitu sayang.Kenapa terangsang ya aku sentuh pinggang kamu?"Syahdan memang paling bisa membolak balikan serta mengaduk ngaduk hati Lara.Syahdan mendapat hadiah cubitan di lengannya.



"Aawwww"Syahdan memekik pelan



Syahdan lalu menatap wajah Lara intens.Tangannya mengusap ngusap pipi Lara,Syahdan mendekatkan wajahnya dan mencium kening Lara.Lara memejamkan mata.Syahdan lalu mencium hidung Lara.Lara merasakan hembusan nafas Syahdan. Syahdan menjauhkan wajahnya sedikit.Lara membuka mata,mereka saling menatap dan tersenyum penuh cinta



Syahdan mendekatkan wajahnya kembali dan mencium bibir Lara pelan dan sangat lembut.Seolah Syahdan takut Lara akan terluka jika dia menciumnya terlalu dalam.Tapi dasar Syahdan meski mencium dengan lembut tapi kebiasaannya menggigit bibir bawah Lara tak bisa dia tahan

__ADS_1



"Awww..maass,,,ih kebiasaan"Lara mencubiti lengan Syahdan.Syahdan hanya tersenyum nakal.Dia memegang tengkuk Lara dan menciumnya lebih dalam dari yang pertama



"Heemmm"Lara melenguh saat lidah Syahdan menerobos ke dalam rongga mulutnya.Lara membalas melumat bibir Syahdan



"haahh hemm hemm"mereka sama sama mengambil nafas dan kembali berciuman.Kali ini Lara punya ide sedikit nakal.Lara ingin membalas menggigit Syahdan



"aawwhh hemm hmmm"Syahdan tidak melepaskan lumatannya bahkan setelah bibir bawahnya digigit Lara.Dia justru memasukan lidahnya ke rongga mulut Lara.Lidahnya menjelajah dengan lihai di mulut Lara



"aahhh heemmm heemmm"nafas Lara mulai memburu semakin kehabisan nafas.Sampai terdengar bunyi



Cekkleekk



Pintu terbuka dan suster itu terkejut melihat mereka sedang berciuman.Lara dan Syahdan segera melepaskan diri dengan sama terkejutnya



"Mm ..aaf saya tidak tau ada suami anda Nyonya!!"ucap suster itu merasa tidak enak



"Gapapa kok sus.Masuklah"jawab Syahdan sembari pindah ke kursi dan memperhatikan suster yang melakukan pemeriksaan



"Sus kalau saya mau memindahkan istri saya untuk dirawat dikota J bisa gak sus?"tanya Syahdan



"Soal itu silahkan mas konsultasikan ke dokter ya mas!!nanti sore jam 4jadwal dokter memeriksa istri anda.Anda bisa tanyakan sendiri"suster menjelaskan dan Syahdan hanya mengangguk mengerti



"Saya permisi kalau gitu"suster pamit



Lara lalu tiduran dia merasa pegal duduk.Dan Lara juga merasa mengantuk



"Mas aku ngantuk.."seru Lara



"Iya sayang..tidurlah mas akan disini nungguin kamu"Syahdan mengusap rambut Lara.Lara memejamkan mata dan tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Lara.Syahdan menatapnya tersenyum


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^



Ttap stay readers


seperti biasa silahkan like jika suka


n komen ya















__ADS_1



__ADS_2