Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 29


__ADS_3

hallo readers


berhubung dah tinggal kisah marriednya aja,jadi maaf kalau ada lagi aja nih A+nya hehe


readers dimohon bijak dalam membaca


dikarenakan gambaran pernikahan ya begitu deh


ekheemm huhh agak deg degan author ngetiknya


smoga kalian menyukainya


selamat membaca


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***1minggu kemudian(1hari sblm pernikahan)


"Ban,semua sudah beres?"Syahdan bertanya sambil berkeliling mengecek dekorasi caffe untuk pernikahannya besok


"Tenang Dan,semua sudah selesai dicek.Tamu undangan juga sudah menerima undanganmu.Lalu untuk perias pengantin,dia akan datang satu jam sebelum pesta pernikahan.Gaun pengantin sudah kukirim pada Lara,apa ada yang lain Dan?"tanya Bandi memastikan


"Ehmm cincinnya sudah kau sudah kau ambil Ban?"tanya Syahdàn.


"Oh iya hampir lupa.Ini!"Bandi mengambil kotak cincin dari saku celananya dan memberikannya pada Syahdan


"Terima kasih banyak Ban.Kau benar benar sudah kurepotkan seminggu ini!"Syahdan memegang pundak Bandi dan mengucapkan terima kasih


"Oh iya Dan.Kau mau aku undang mantan mantanmu sekalian ?"Ledek Bandi dengan menahan senyum


"Jangan macam macam Ban!kau tahu sendiri kan mantan mantanku itu masih saja mengejarku yang tampan ini"ucap Syahdan penuh percaya diri


"Ha aha ahaaa,,kalau begitu kenapa Leni lebih memilihku?"tanya Bandi masih dengan tawanya


"Karena dia memang jodohmu Ban!"jawab Syahdan


"Jam makan siang kita sudah habis.Kita kembali ke kantor Ban.Ingat besok liburkan semua karyawan"sambung Syahdan sambil bergegas pergi kembali ke kantor bersama Bandi


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***Dirumah Lara


"Rin..Zid mana kok ga kelihatan?"Lara menghampiri Rina yang sedang duduk disofa dengan kesal.Lara lalu duduk disamping Rina


"Gak tau..tuh.lagi PMS kali"rungut Rina


"Haha ha kenapa Rin?terus terang ini pertama kalinya aku liat kamu sekesal ini sama Zid"tanya Lara


"Gimana ga kesal La masa kakak kamu itu masuk ke kamar trus ngebentak aku pas aku mau ngikutin dia.Kan aneh biasanya juga dah biasa aku masuk kamar dia"Rina menceritakan sikap Zidane yang tak biasanya


"Hmm aneh juga dih?tapi Rin dulu kan aku jujur sama kamu soal aku ML sama Syahdan.Nah kalo kamu kan dah lima tahun sama Zid,pernah ML ga sih Ri?"tanya Lara penasaran


"Kakak kamu tuh orang yang super baik ga mesum kaya mamasmu itu.Dia selalu berusaha untuk tetap menjagaku seutuhnya"jawab Rina dengan bangga


***di kamar Zidane tengah menahan sakit


di area hatinya


"Tahaann Zid lo harus tahan tinggal sehari lagi adek lo nikah.ehhh aawwhh"Zidane bergumam lirih pelan sekali agar tidak terdengar oleh dua wanita yang disayanginya


"kenapa lama sekali obatnya bereaksi huuhh huuhh"Zidane coba mengatur nafasnya.Perlahan sakitnya menghilang dan tanpa sadar Zidane tertidur sampai malam


Rina sudah pulang dengan kesal,karena setelah membentaknya siang tadi,Zidane tidak keluar lagi dari kamar.Zidane menemukan Lara sedang minum teh di ruang makan.


"Zid.kau sudah bangun?"tanya Lara


"Hmm"jawab Zidane


"Apa kau sedang ada masalah Zid?ini pertama kalinya aku mendengar.Rina bilang padaku kalau kau membentaknya"tanya Lara khawatir pada Zidane


"Gak ada.gue cuma lagi sedih sebab lo mulai besok dah jadi istri orang.Gue bakal kesepian tanpa lo disini!"Zidane mencoba untuk tak membuat Lara khawatir


"Zid kamu kan dah janji kalo aku nikah,maka kamu dan Rina juga akan segera menikah"Lara mengingatkan janji Zid padanya dulu

__ADS_1


"Jadi kamu gak kesepian,kamu bakal tinggal dirumah ini dengan Rina dan anak anak kalian kelak"Lara menghibur Zid.Zid hanya tersenyum kecut


"Dah malàm sono tidur lo.Lo gak mau kan telat bangun dihari pernikahan lo?"Zidane mengingatkan Lara


"Ok Zid.aku tidur selamat malam"Lara pergi ke kamarnya.Zidane mengambil minum dan kembali ke kamar.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***PAGI dirumah Syahdan


Syahdan sudah rapi dengan setelan kemeja putih dan jas hitam dipadu dasi kupu kupu.Seren juga sudah rapi didandani bibi. Seren menggunakan baju princess warna putih tanpa lengan dengan panjang semata kaki,rambutnya diikat separuh bagian atasnya lalu diberi jepit mahkota princess ditengah puncak kepalanya


"Bi Eli orang yang kupanggil sudah datang?"tanya Syahdan yang sedang menunggu seseorang yang akan menghias kamar pengantinnya.Syahdan ingin menjadikan ini moment yang paling spesial


"Sudah Den!sedang menurunkan bunga"jawab bi Eli


"Ya sudah saya dan mang Samin berangkat.Bibi jaga rumah,kalau perias kamar itu butuh sesuatu bibi telpon saya saja!"Syahdan lalu berangkat menggandeng Seren.Mang Samin sudah siap dengan mobil pengantin yang dihias dengan pita dan bunga dibagian kap depan mobilnya.Mobilpun meluncur ke arah caffe


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***dirumah Lara


Lara sudah selesai dirias.Lara menggunakan gaun putih tanpa lengan dengan punggung setengah terbuka,rambutnya dikepang kedepan dan dihias dengan jepit bunga bunga kecil dan mutiara.tak lupa mahkota dan penutup wajahnya.Lara segera dipapah menuju caffe.Disana Syahdan yang sudah tiba lima menit yang lalu pun sudah berdiri didepan pendeta.Lalu Zid menghampiri Lara di pintu caffe dan menuntunnya menuju ke tempat Syahdan berdiri.



Seren duduk dibangku paling depan bersama Rina,Leni,dan Bandi.Zidane yang sudah sampai didepan Syahdan lalu menyerahkan Lara dan melangkah kembali ke meja dimana Rina dan yang lainnya duduk


(prosesi pengucapan sumpah author gak ketik ya)


Upacara pengucapan sumpah selesai dan saat pendeta menyuruh mereka mencium pasangan maka Rina segera menutup mata Seren.Syahdan dan Lara memandang penuh cinta lalu mereka berciuman hanya menempelkan bibir


"Siap siap ya sayang nanti malam bibir kamu atas bawah bakal aku bikin bengkak!"Syahdan berbisik halus di telinga Lara membuat wajahnya memerah seketika


Para tamu undangan menyalami mereka berdua dan memberikan selamat.Syahdan dan Lara tersenyum menyambut para tamu


MC::Ok untuk para tamu undangan silahkan dinikmati hidangannya mohon maaf jika ada kekurangan


Para tamu berbincang bincang dengan tamu lainnya.Seren menghampiri Lara dan Syahdan yang sedang berdiri menyambut para tamu


"Kamu udah makan sayang?"tanya Lara


"Ya mah Selen udah makan tadi sama tante Lina"jawab Seren.Syahdan menggendong Seren.Lalu Lara melihat Nazein datang dengan seorang pria yang masih sangat muda.Lara menghampirinya


"Nazz.."Lara berpelukan dengan Nazein lalu bertanya


"Ini siapa Naz?"tanya Lara


"Karena kamu nyuruh aku bawa pasangan jadi aku asal mungut aja..!!oh iya selamat ya La,suami kamu ganteng banget haha"Nazein mengucapkan selamat sambil matanya berkeliling


"Makasih dah jauh jauh datang.Kamu nyari Zid ya?tanya Lara


"Ga kok.Oh sampe lupa kenalin ini Darlan tetangga depan apartementku"Darlan mengulurkan tangan dan menyebutkan namanya.Lara tersenyum membalas uluran tangannya.Lara lalu pamit pada Nazein karena melihat Denis dan istrinya


"Hai mas Denis makasih dah sempetin datang.Ini istri mas?"tanya Lara.Shilla lalu mrngulurkan tangan


"Saya Shilla istri mas Denis.Saya mengucapkan selamat atas pernikahannya."


"Terima kasih.Silahkan kalian nikmati hidangannya"Lara berpamitan menyalami undangan yang lain


***dirumah Syahdan perias kamar pengantin sudah selesai dan berpamitan pada bi Eli


***di caffe


Setengah sebelas malam acarapun selesai.Seren tertidur di ruang kantor dengan ditemani Rina.Bandi dan Leni sudah pulang.Denis dan Shilla juga sudah berpamitan begitupun Nazein dan Darlan.Syahdan lalu masuk keruangan kantor lalu membopong Seren,membawanya ke mobil.Mereka pamitan pada Zid dan Rina.



Zidane yang sedari tadi menahan sakitpun ambruk setelah mobil pengantin Lara sudah tak terlihat.Rina yang berada disampingnya menangis dan hendak menelpon Lara


"Ziddd sayaang kamu kenapa?aku..akuu akan menelpon Lara"ucap Rina dengan panik.Zidane segera membanting ponsel Rina.Zidane bersimpuh di jalan depan caffenya dengan nafas tersengal sengal dia berkata


"Sayaa..nngg gue mohon ja..jaang.an kasih tau Lara.Ja..ngaann"setelah mengucapkan itu Zidane tergeletak terkulai ambruk dengan posisi telentang

__ADS_1


"Zid sayaang bangun Zid.hiks hiks kamu kenapa Zid hiks hikss"Rina mendekap kepala Zidane yang diletakan di pangkuannya


"Ziiddaan aaaakkhhh hikss hikkss"Rina menangis dengan menengadah dan sepertinya alampun ikut merasakan kesedihan Rina.hujan turun mengguyur mereka berdua.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***rumah Syahdan


Mereka sampai ke rumah.Syahdan turun membopong Seren ke kamarnya.Lara mengikuti Syahdan ke kamar Seren.Setelah membaringkan Seren lalu Syahdan mengecup kening putrinya kemudian menyelimutinya.Lara mendekat dan mencium kening Seren.Lalu


"Akkhhh"Lara menutup mulutnya takut teriakannya membangunkan Seren.Syahdan tiba tiba mengangkat Lara dan membopongnya karena itu Lara terpekik kaget


"Satu lagi yang harus kubopong.Sayang malam ini jangan harap kamu bisa tidur haha ha"Syahdan mengucapkan kata kata dengan halus ditelinga Lara.Membuatnya menegang dengan bisikan halus Syahdan.


Mereka sampai didepan kamar.Lara yang memutar handle pintu.Syahdan membawa Lara masuk dan menutup pintu dengan kakinya,setelah sampai di dalam Syahdan menurunkan Lara dan memencet saklar lampu.Lara menutup mulutnya tak percaya dengan yang Syahdan lakukan pada kamar pengantin mereka.Kamar itu dipenuhi kelopak bunga mawar putih.Sedangkan ditempatnya berdiri adalah rangkaian kelopak bunga mawar merah yang dibentuk love.Dan tak kalah takjub saat melihat ke arah ranjang pengantin mereka



Ranjang itu ditaburi dengan kelopak bunga mawar berwarna pink.juga dipasang kelambu pink transparan.Syahdan lalu menghampiri Lara dan mendekapnya dari belakang.Syahdan berbisik ditelinga Lara


"Kamu suka sayang..? cupp"Syahdan mengecup telinga belakang Lara.Lara bergetar merasakan kecupan itu.Tangan Syahdan yang tadi dilingkarkan diperut itu perlahan lahan digerakan naik ke atas lalu meremas kedua bukit kembar Lara


"Aahhh sshh"Lara mendesah dan mendesis merasakam remasan itu tapi Lara lalu menepis dan menjauh dua langkah dari Syahdan


"Kenapa sayang?"tanya Syahdan heran


"Aku mandi dulu mas,sedari pagi sudah lengket oleh keringat"jawab Lara


"Haha buat apa mandi sih sayang?nanti juga berkeringat lagi"Syahdan menggoda Lara dan Lara langsung lari kekamar mandi.Syahdan tersenyum geli.Setengah jam kemudian Lara keluar dengan jubah mandi.


"Mandi dulu sana mas"perintah Lara.karena Syahdan langsung mendekap Lara.Syahdan pun pergi mandi,setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan matanya melihat pemandangan yang langsung membuat tensi birahinya naik drastis


Lara menggunakan baju tidur transparan warna putih dengan CD dan Bra warna merah terang.Dia duduk sedang menyisir rambut dan bangun menghampiri Syahdan yang diam mematung memakai handuk mandi.Lara lalu melingkarkan tangannya dileher Syahdan.Syahdan mendekap pinggangLara lalu mereka berciuman dengan lembut penuh perasaan.Lalu Syahdan membopong Lara ke ranjang dan membaringkannya.Syahdan lalu menindih Lara dan mulai menciumi Lara kembali kali ini disertai deru nafas penuh nafsu


Emm ccuupphhmmm ehhh


Dikamar itu terdengar dua anak manusia yang benar benar sudah dipenuhi nafsu.Syahdan menurunkan ciumannya ke leher jenjang milik Lara mencium menjilatnya dengan lembut.Membuat Lara menggelinjang,tangan Syahdan juga tidak mau diam.tangan itu mengelus paha Lara sembari mengangkat gaun tidur Lara ke atas lalu meloloskannya dari sana.Syahdan juga sudah melepas CD dan bra Lara,Syahdan lalu menghisap dan menjilat jilat bukit kembar itu bergantian.satu tangannya meremas remas bukit itu.Lara meremas rambut Syahdan pelan dengan kedua tangannya


""AAaahhhh masss hhmmmm"Lara mendesah


Syahdan menurunkan tangannya kebawah mengelus ngelus paha Lara dan berhenti di gerbang gua yang dipenuhi rumput dan menyusupkan dua jarinya disana.


"Aakkkhhh hhhaaahh"Lara terpekik dan mengejang Syahdan melumat bibir Lara,agar suaranya tak terdengar keluar.Syahdan mengusap ngusap gua itu lalu bergerak beraturan mengaduk isi gua itu.Terasa sangat licin jari Syahdan disana


"Mass aku gak kuuatt maa..sshh"Lara sudah blingsatan menahan gejolak birahinya.Syahdan memberikan tanda kiss mark disekujur tubuh Lara.


"Sayang mas masukin ya aahh"Syahdan membuka jubah mandinya dan melebarkan kedua paha Lara.dan tak perlu kesulitan selain karena Lara sudah pernah dijebol dulu olehnya juga karena gua Lara memang sudah sangat licin.dengan satu kali sentakan tongkat Syahdan sudah amblas digua


bllesss..aaaahhhhh ah ah Lara merasakan guanya sangat penuh.Syahdan bagai joki yang sedang menaki kuda pacuan.Syahdan bergerak maju mundur beraturan dengan cepat


aahh ahhgh.La gua kamu tetap masih sempit sayang hhaahhh.Syahdan memegangi kedua tangan Lara disamping kiri dan kanan menautkan jemari mereka saling meremas dan bibir Syahdan dan Lara terus berciuman saling menumpahkan hasrat


Setengah jam kemudian Syahdan dan Lara merasakan puncak mereka.Syahdan semakin cepat memacu tubuhnya


Ehmm ehmm ehmm"desah Lara yang tertahan bibir Syahdan


Hhaahhh aagggghhh ayo La kita keluarin bareng sayaaanngg aahhh


Syahdan sudah merasa makin diujung puncak.Syahdan menumpahkan cairan birahinya sambil menggigit kecil leher Lara dengan kuat.Lara menjerit tertahan dan dia juga merasakan puncaknya


Aakkkkhhhh


heemmm hmmm hmmmm


Syahdan dan Lara saling mengerang merasakan kenikmatan percintaan mereka.Entah berapa kali mereka melakukannya hingga mereka tertidur jam 5pagi..mereka tertidur pulas saling berpelukan


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


nah readers Lara n Syahdan dah nikah


tunggu aq up episode terakhir ya


sekali lagi yang dibawah umur harap bijak dalam membaca ya

__ADS_1


i love you raeders.makasih dh slalu mendukung karyaku


__ADS_2