Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
9.Good bye, Bie


__ADS_3

Rui sudah mengemasi bajunya ke dalam ransel, dia sengaja membawa sedikit baju. Tujuannya hanya untuk menemukan Bidadari lalu membawanya ke Jepang. Rui berpamitan pada Rina, Zidane dan Joan.


"Om, tante, terima kasih sudah mengijinkan saya tinggal di sini. Maaf jika saya sudah merepotkan beberapa hari ini."


"Kami tidak merasa di repotkan, kamu itu kan masih keponakan om dan tante. Sampaikan salam dari kami!" ucap Zidane.


Rui mengangguk dan pergi ke rumah Bidadari. Hari ini mereka akan terbang ke Jepang.


Di rumah Bidadari


Bidadari sedang berpamitan pada semua penghuni panti.


"Bu! ini buku tabungan Bie. Gunakan ini untuk keperluan anak-anak dan gaji pak Hartono. Saya pamit, kalian jaga diri baik-baik."


Ken yang mendengar Bidadari akan pergi, segera meluncur dengan motornya. Untungnya jalanan sore hari ini tak begitu macet, hingga Ken tak butuh waktu lama untuk ke rumah Bidadari.


"Bie!" panggil Ken.


Bidadari menoleh, ia tersenyum senang melihat Ken. Entah kenapa, Bidadari merasakan senang dan bahagia saat melihat Ken. Dan Bidadari merasa berat untuk pergi.


"Ken, untuk apa kau ke sini?" tanya Bidadari.

__ADS_1


"Kamu belum memberi maaf padaku! Apa kau yakin Bie, kau tidak ingin bertahan di sini?" tanya Ken.


Bidadari ragu untuk menjawab. Kemudian pertanyaan itu keluar tanpa sadar.


"Demi siapa, aku harus bertahan di sini?" tanya Bidadari kecut.


"Demi aku!" Ken secara spontan menjaeab. "Maksudku, aku, anak-anak panti dan temanmu yang lain!" jawab Ken canggung. Bidadari sejenak tersenyum kemudian menegaskan.


"Kau sudah bersama Joan, lalu dimana tempatku?" ujar Bidadari berkaca-kaca.


Mobil Rui sampai di depan gerbang dan Bidadari segera mengusap air mata yang baru saja terjatuh di pipinya. Rui menghampiri Bidadari dan Ken yang berdiri di depan pintu.


"Hai, Ken. Ada di sini juga?" tanya Rui.


"Oh, terima kasih ya Ken!" jawab Rui.


"Ayo, kita berangkat." Bidadari masuk ke dalam mobil Rui. Mobil yang Rui sewa dari rental mobil di dekat bandara.


"Sampai jumpa Ken," Rui berjabat tangan dan masuk menyusul Bidadari ke dalam mobil. Mereka pun pergi meninggalkan Ken yang masih berdiri di pintu gerbang panti.


"Good bye, Bie." Ken melangkah pergi mengendarai motor sportnya kembali ke rumah.

__ADS_1


Sepanjang jalan Bidadari terdiam. Rui jadi merasa heran, kenapa Bidadari murung. Rui jadi merasa jika Bidadari terpaksa ikut dengannya.


"Bie, kenapa? Aku perhatikan kamu murung sedari tadi."


"Tidak apa-apa. Hanya masih tidak percaya bahwa aku akan benar-benar meninggalkan Indo!" jawab Bidadari.


"Apa yang membuatmu berat? Anak-anak panti atau... Ken?" tanya Rui menahan perasaan cemburunya.


"Hah, Ken. Mana mungkin karena Ken!" jawab Bidadari gugup.


"Jadi benar karena Ken." Rui bergumam dalam hatinya. Sedikit kecewa karena ternyata Bidadarinya memiliki perasaan pada pria lain selain dirinya. Tapi Rui tidak ingin membuat Bidadari membencinya. Jadi Rui menelan kekecewaannya dan berpura-pura tidak tahu tentang perasaan Bidadari.


Sampai di bandara mereka menuju gate keberangkatan. Rui menggandeng tangan Bidadari, mereka jalan berdampingan menuju pesawat yang akan membawa mereka ke Jepang.


Bidadari mencoba menghilangkan kenangan singkat bersama Ken, tapi pikirannya menolak dan mengatakan sebaliknya. Bidadari terus mengenang pertemuannya dengan Ken. Bidadari juga masih mengingat ciuman Ken saat di dekat caffe.


"Ya Tuhan, tolong hilangkan dia dari pikiranku. Dia milik Joan, aku tidak boleh memiliki perasaan pada Ken," Bidadari terus bergumam dalam hati.


Selain karena Ken adalah kekasih Joan, juga karena Bidadari sudah berjanji akan menikah dengan Rui jika mereka bisa bertemu.


*******************

__ADS_1


see you next chapter


tinggalkan jejak readers


__ADS_2