
Karena Rui setuju untuk membatalkan pertunangannya dengan Joan,maka Joan tidak ragu lagi untuk berlari dan mengejar cinta Ken.Dulu Joan tidak berani mengejar Ken karena Joan belum tahu perasaan Ken padanya.Sekarang Joan tahu bahwa Ken mempunyai rasa yang sama dengan Joan.
Tengah malam Joan mengendap endap keluar dari kamarnya setelah sebelumnya mengetik pesan untuk Ken.Setelah setengah jam Andin terbangun dan mendapati tempat tidur disebelahnya kosong.Andin yang ingin buang air kecil mengetuk pintu kamar mandi karena berpikir Joan didalam.
"Jo..buruan dong!,kebelet pipis nih!"ucap Andin tapi tak ada jawaban apapun."Jo..kamu didalam?" Andin bertanya untuk memastikan tapi lagi lagi hening tak ada jawaban apapun dari dalam kamar mandi.Andin akhirnya membuka pintu kamar mandi dengan perlahan.Betapa paniknya Andin saat melihat tak ada siapapun dikamar mandi.Andin keluar dan mengetuk kamar Zidane.
tok tok tok..
"Tante..tante Rina!!" Andin mengetuk pintu kamar Rina.Rina yang sedang tertidur pulas itu terbangun dan mengernyit menajamkan pendengarannya yang mungkin salah.
"Mas..mas bangun!" Rina membangunkan Zidane.Zidane mengucek matanya lalu duduk."Kamu dengar tidak mas?" tanya Rina.Andin kembali mengetuk pintu.
tok tok tok.."Tante Rina,Joan hilang tante!".Barulah Rina dan Zidane membuka pintu dan mereka melihat Andin berdiri didepan pintu kamarnya dengan wajah panik."Andin!,apa maksud kamu dengan Joan hilang?"tanya Rina.Andin menjelaskan semuanya pada Rina.Akhirnya mereka membangunkan semua anggota keluarga tak terkecuali Rui.
Mereka semua berkumpul di kamar Rina.
"Bagaimana ini?,Joan kemana tengah malam begini!" Rina terisak memeluk Zidane.
"Rin..jangan panik dulu!"ucap Lara.
"Benar,tenanglah dulu Rin!"ucap Syahdan.
"Rui..bukankah tadi Joan pergi bersamamu?"tanya Zidane.
"Benar,tapi jam sepuluh malam kami sudah kembali ke hotel.Rui mengantarkan Joan sampai pintu kamar kok,om"jawab Rui.Makin paniklah semuanya.Ken mengepalkan tangan menahan perasaan khawatirnya pada Joan.
(Kemana kamu,Jo?)gumam hati Ken.
Mereka berpencar mencari Joan.Ada yang ketepi pantai,ada yang ke jalan raya dan ada yang mencari disetiap lantai hotel Marbela.Ken masuk ke kamarnya dan mencari ponselnya.Dia berharap ada petunjuk keberadaan Joan di dalam ponselnya.Betapa kagetnya Ken saat membaca pesan Joan.
^Ken..bagaimana ya rasanya terbang dari gedung setinggi ini^.Pesan Joan membuat Ken segera berlari menuju lift untuk naik ke atap gedung berlantai 15 itu.Tapi lift itu tak mau terbuka,sepertinya rusak.Ken berlari ke atap gedung melalui tangga dari lantai 6 tempat mereka menyewa kamar.
__ADS_1
"Jo..jangan bodoh Jo!,tunggu aku Jo!" ucap Ken seraya terus berlari menapaki anak anak tangga yang melingkar menuju ke lantai atap gedung.Hujan turun mengguyur tubuh Joan yang berdiri dipagar pembatas atap gedung."Ken!,,apa kamu belum membaca pesanku?"gumam Joan.
Braakkkk..Ken membuka pintu menuju ke atap gedung.Ken melihat Joan yang memakai setelan baju tidur biru polos sedang berdiri di pagar pembatas gedung dibawah guyuran air hujan.Ken berlari dan langsung memeluk Joan dari belakang."Jo..jangan Jo!,jangan melakukan tindakab bodoh seperti itu,Jo!" ucap Ken.
(melakukan tindakan bodoh?.dia pikir gw mau bunuh diri ya?,,hihi..dasar Ken.Tapi boleh juga menakutinya seperti itu,karena dia berpikir gw ingin bunuh diri,ayo latihan akting haha) gumam hati Joan."Gw gak mau tunangan sama Rui,Ken.Gw mending pergi.Lo juga udah nyerah sama perasaan lo" Joan berakting didepan Ken.
"Jangan Jo!,gw gak sanggup kalau harus kehilangan lo seperti itu.Gw gak nyerah kok.Gw lagi nyari cara buat batalin pertunangan lo sama Rui.Gw mohon Jo,ayo kita menjauh dari sini,ok" Ken melepaskan pelukannya dan menggandeng Joan menjauhi pagar.Joan menahan tangan Ken.
"Ken,apa lo cinta sama gw.Gw perlu bukti yang bisa meyakinkan hati gw bahwa lo memang cinta sama gw" ucap Joan.Ken melangkah mendekati Joan."Jo..cinta bisa dirasakan dengan hati.Tanyakan dengan benar,apa hati lo sama sekali gak ngerasain perasaan gw sama lo" ucap Ken lalu menarik Joan dalam dekapannya.Dibawah guyuran hujan Ken mencium Joan dengan penuh perasaan.Joan melingkarkan tangannya dileher Ken dan membalas kecupan mesra dari bibir Ken.Mereka saling melepaskan diri setelah beberapa menit.
"Kita pergi dan hadapi orang tuaku dan juga orang tuamu!,jika mereka tak merestui kita saat ini.Jangan menyerah dan kita coba perlahan untuk meminta restu mereka" ucap Ken.
Seorang sekuriti yang ikut mencari Joan menemukan Joan dan Ken diatap gedung.Sekuriti itu melapor pada anggota keluarga yang sedang menunggu kabar diruang keamanan.Merekapun segera menaiki lift dan menuju atap gedung.Lift hotel sebenarnya berfungsi,hanya saja karena Ken panik dia jadi tidak sabar menunggu pintu lift terbuka.
Ken menggandeng Joan untuk turun dan saat berbalik ke arah pintu atap,mereka melihat seluruh keluarganya berdiri didepan pintu.Ken menggenggam erat tangan Joan.Lara kesal dengan kelakuan Ken dan membentaknya.
"Ken!!,,kamu tidak dengar ucapan mama tadi,hah" Lara memarahi Ken.Dia merasa tak enak hati dengan Rui yang sudah jauh jauh datang dari Jepang untuk Joan."Jo..apa apaan ini?"tanya Zidane.Rina hanya menatap pada Ken dan Joan dengan tak tega melihat tubuh mereka yang basah kuyup."Ma,pah..Joan tidak mau dijodohin sama Rui.Joan suka sama Ken" ucap Joan.Zidane dan yang lain menatap pada Rui dengan perasaan bersalah.
"JOO!!,,jangan buat papa malu.Rui sudah datang jauh jauh kesini dengan undangan papa.Mau ditaruh dimana wajah papa!" bentak Zidane.Rui maju kedepan menembus hujan menghampiri Ken dan Joan.Lara dan yang lain hanya menatap dibawah naungan atap asbes yang menaungi pintu.
Keesokan malamnya mereka mengadakan acara barbeque ditepi pantai.
Syahdan-Lara
Rina-Zidane
Seren-Irgi
Chika-Ichal
Joan-Ken
__ADS_1
Andin-Jhon
Mereka semua berpasangan hanya Rui yang mendesah duduk sendirian tanpa pasangan.Lalu Andin dan Joan menghampiri Rui dan duduk disamping kanan dan kirinya."Hei kalian ngapain kesini,mau membuatku dijadikan Rui cincang sama pacar pacar kalian."ucap Rui menggoda mereka.
Jhon dan Ken berdiri didepan Rui,Joan dan Andin yang sedang duduk dipasir."Sedang apa kalian?"tanya Jhon.
"Jhon ijinkan aku selingkuh lima menit saja ya,kapan lagi bisa ketemu sama model dari Jepang yang bukan hanya tampan tapi juga sungguh pengertian" goda Andin
"Benar kata Andin,hari ini aku akan membuat Rui menjadi raja dengan selir Andin dan selir Joan yang menemaninya"ucap Joan.
"Hahh..baiklah!,karena raja Rui sudah berbaik hati membantuku jadi aku ijinkan kau menemaninya" ucap Ken.
"Lo bisa ijinin Joan,gw gak!.Ayo bangun" Jhon menarik Andin menjauhi Rui.
Dua hari kemudian mereka mengantar Rui ke bandara sekalian mereka pulang ke Jakarta.Mereka kembali pada kehidupan mereka seperti biasanya.Ken dan Joan selalu naik motor berdua kesekolah.Jhon berangkat bersàma Andin.Dan merekapun semua bahagia dengan kisah cinta mereka.
***********************************
Dan mereka sudah bahagia.
Dan author banyak banyak ucapin terima kasih karena kalian sudah like dan dkung karya author
Dan terima kasih juga buat masukan2 dan saran dari kalian para readers tercinta
Aq jg mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan..
author cm manusia yang tak sempurna.
dan aq cm author abal abal yang suka ngayal hehe
jangan lupa baca jg karyaku yg lain
__ADS_1
stay buat kelanjutan kisah mereka ya para readers
see you