
Untung saja Syahdan masih bisa menahan nafsunya dan berhenti sebelum dia benar benar melanggar janjinya.Syahdan sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan melakukan hal diluar batas seperti yang sudah berlalu.Syahdan mengajak Lara duduk ditaman depan rumah.Lara dan Syahdan saling memandang kesamping memperhatikan wajah orang yang sangat dirindukan dengan senyum manis.
Mereka mengobrol tentang apa yang mereka rasakan seminggu terakhir ini
"Mas,,"Lara memanggil pelan
"Apa"jawab Syahdan
"Aku pikir kamu dah gak cinta sama aku,karena itulah kamu mengacuhkanku"ucap Lara
"Gak ada yang bisa gantiin posisi kamu sayang"Syahdan mengelus rambut Lara sambil berkata.
"Karena cuma kamu yang tahan sama kemesumanku"Syahdan tertawa nyaring dan mendapatkan cubitan dari Lara.Syahdan meringis kesakitan.
"Syukurin abisnya ngledek huuhh"Lara menjulurkan lidahnya menatap Syahdan.
"Aku sangat suka tawamu.karena tawamu mengalihkan semua duniaku.memporak porandakan pertahananku yang selama ini tidak ingin dekat dengan wanita manapun.Tapi kau bahkan sudah mengambil hatiku dan juga putriku disaat pertama aku mendengarmu tertawa bersama Rina"ucap Syahdan
"Manis sekali"jawab Lara
"Apanya?"tanya Syahdan
__ADS_1
"Ucapanmu barusan mas.Itu sangat manis"jawab Lara
" La,,kita pergi sekarang saja!"ucap Syahdan tiba tiba berdiri dan menarik lengan Lara.
"kita mau kemana mas?"tanya Lara
"kerumahmu.aku ingin melamarmu pada Zidane"jawab Syahdan lalu menarik tangan Lara.Lara menepis tangan Syahdan
"aku gak mau mas"jawab Lara panik.Syahdan terkejut karena penolakan Lara
"kamu gak mau menikah denganku sayang"tanya Syahdan sedih
"kamu mau bawa aku menghadap Zidane dengan kondisi seperti ini"Lara menatap Syahdan
Syahdan tersenyum menatap leher dan pundak Lara yang memperlihatkan banyak tanda kissmark.Syahdan lalu menepuk jidatnya
"apakah itu perbuatanku hi hi"Syahdan terkekeh geli
"Memang kamu pikir siapa yang membuatnya hah hah hah"Lara memukuli Syahdan gemas
Syahdan lari menghindari pukulan Lara,dan Lara mengejarnya.Mereka berkejar kejaran mengelilingi bangku taman.
__ADS_1
Lara kelelahan mengejar Syahdan lalu menghempaskan dirinya duduk dibangku taman.Syahdan berhenti berlari karena Lara sudah tak lagi mengejarnya.Lara terlihat kelelahan terduduk dibangku taman.Syahdan lalu duduk disamping Lara.Dia menatap wajah Lara dengan senyum bahagia.Setelah beberapa hari mereka baru bersama kembali.
Kerinduan mereka terobati sudah setelah mereka bertemu hari ini.Syahdan sangat tidak ingin kehilangan Lara.Gadis yang telah mencuri hatinya dan juga hati putrinya.Gadis yang sangat baik hati terhadap siapapun.Syahdan tidak ingin menunda lebih lama lagi untuk meminang Lara.Dia tidak mau jika nanti hatinya Lara berubah haluan.
Karena menurut Syahdan, wanita cantik itu mudah dicari tapi berbeda dengan wanita baik.Apalagi seorang Lara adalah wanita yang cantik dan baik.Sungguh wanita idaman bagi banyak pria dan Syahdan merasa sangat beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Lara.
Lara bisa menerima seorang Syahdan yang berstatus duda dan juga menerima sang putri dari sang CEO mesum menurut Lara.Lara menerima seperti apapun keadaan Syahdan dengan hatinya yang tulus.Bagi Lara asalkan Syahdan menyayanginya maka semua sudah cukup baginya.Apalagi Seren sudah mengnggap Lara sebagai ibunya.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
sekian dlu episode ini
readers sayang slalu sabar y tunggu
novelku ini up
soalnya ttp harus menunggu d acc tim MT
tinggalkan slalu jejak kalian
love you readers
__ADS_1