Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu abu ch 26


__ADS_3


Joan bangun jam 6 pagi seperti biasanya.Seren baru keluar dari kamar mandi


"Jo..sudah bangun?,tadi jam 4 tante Rina telpon.Katanya dua hari lagi pulang dari Jepang!"


"Oh,begitu.Terima kasih kak!"


Joan mengambil handuknya dan akan masuk ke kamar mandi,tapi dia berhenti sejenak untuk bertanya pada Seren


"Kak..Seren,jika kita melihat pria yang sehari hari akrab dengan kita!,lalu tiba tiba dia akrab dengan gadis lain,terus kita merasa marah,kesal dan tidak suka melihat mereka.Apa artinya itu?"


"Joan pasti suka sama si pria,karena itu Joan jadi marah!"


"Eng..nggak mungkin aku suka sama dia.Dia tuh nyebelin banget orangnya!,udah ah Jo mau mandi!"


Seren terkekeh geli melihat Joan yang berlari ke kamar mandi.Dikamar mandi Joan melamun memikirkan ucapan Seren


"Masa sih,,aku suka sama Ken!..Tidak..tidak..tidakk..tidak mungkin.Aku suka sama orang nyebelin kaya gitu!,lagipula aku tuh masih kecil.Masa bisa suka sama laki laki!"


Joan bergumam pelan seraya membasuh tubuhnya dibawah shower.Ken,Seren,dan Jhon sudah ada di meja makan


"Bii..!"


"Ya non!"


Neni menghampiri Seren yang sudah duduk didepan meja makan.


"Bi,,papa mana?,kok belum turun?"


"Oh,tuan tadi jam 5 pagi sudah pamit pergi!"


"Pergi kemana bi?,pagi sekali!"


"Katanya mau nyusul nyonya ke puncak!"


"Oh.Makasih ya bi!"


Neni kembali ke dapur.Joan biasanya selalu menguncir rambutnya,hari ini dia ingin menggerai rambutnya.Joan turun dari tangga dengan anggun.Ken yang baru pertama kali melihat Joan menggerai rambutnya itu jadi terpesona tak berkedip menatap Joan.Tapi saat Joan sudah duduk di kursi meja makan,Ken kembali mengejek Joan.


"Tumben amat digerai,biasanya juga di kuncir tinggi kaya ekor kuda,hahahaha"


"Ken..jangan suka mengejek wanita kaya gitu!,nanti bisa jatuh cinta loh!"


Seren meledek Ken.Joan menjulurkan lidahnya ke arah Ken karena Seren membelanya


"Awas..kamu!,mentang mentang kak Seren ngebelain!"


"Biarinn..weekkk!"


Drrtttt drrttttt..ponsel di saku baju Seren bergetar


"Pasti dari pacarnya deh!"


Ken meledek Seren balik.Seren bangun dan menjauh dari Ken dan duo kembar


"Halo..!"


("Halo sayang,sudah siap berangkat belum?.Aku sudah didepan gerbang rumah kamu nih!"


"Oh..tunggu!,aku segera keluar!"

__ADS_1


Seren menutup panggilan dari Irgi dan langsung menyambar tasnya di meja.


"Adik adikku yang cantik dan ganteng,kalian seperti biasa,berangkat bareng pak Samin.Kakak berangkat duluan!"


Seren segera menghampiri Irgi.Dan ternyata di pagar samping rumahnya,Ichal sedang menunggu Seren.Ichal memanggil Seren saat Seren akan menghampiri mobil Irgi


"Seren..!!,,sini!"


Irgi menatap penuh kecemburuan saat Seren menghampiri Ichal.Seren dan Ichal bicara dengan dibatasi tembok setinggi dada mereka


"Kenapa,Chal?"


"Titip salam dong buat teman kamu!"


"Aduh Chal,ini sudah tahun berapa?,masih jaman ya titip titipan salam!,gak sekalian sereh,kunyit,sama jahenya,hahaha"


Irgi tidak bisa mendengar pembicaraan Seren dan Ichal.Irgi mencengkram setir dengan keras,rasa cemburu benar benar sudah merajai hati Irgi.


"Jangan diketawain dong!,terus menurut kamu,aku harus bagaimana?"


"Kaya..gitu tuh!"


Seren menunjuk Irgi.Ichal melihat ke mobil Irgi tetapi Ichal tidak mengerti maksud Seren


"Memangnya kenapa dengan itu?"


"Ya ampun.Maksudnya kaya Irgi,jemput aku!.Nah kamu jemput Chika sana!"


"Aku harus mengantar Andin!"


"Andin dan Ken satu sekolah,biar Andin berangkat sama Ken!.Mana si Andin?"


"Dek..sudah siap!"


"Ayo!,Andin sudah kunci pintunya!"


"Em..Andin hari ini berangkat bareng Ken,mau kan!"


"Kenapa,kakak sudah bosan mengantar Andin?"


Wajah Andin berkerut kesal.Tak lama,Ken dan duo kembar keluar dari dalam rumah.Seren memanggil Ken


"Kenn..hari ini Andin ikut sama kalian ya!"


"Ok!"


"Sudah sana!,jemput putri impian kamu.Biar adikmu yang cantik ini diantar sama pak Samin!"


"Jadi merepotkan!"


Tiiddd tiiddd..Irgi sudah sangat kesal menunggu Seren


"Kapan selesainya sih?,bicara apa coba mereka,lama sekali!"


Irgi bergumam pelan.Seren segera berlari dan masuk kedalam mobil.Irgi langsung tancap gas


"Pelan pelan Gie Gie..! kenapa cemberut begitu?,kelamaan nunggu ya?,maaf!"


"Kenapa dia jadi pindah disamping rumah kamu?"


"Kenapa?,cemburu ya?"

__ADS_1


"Tidak.Dia bukan tandinganku jika bersaing memperebutkanmu!"


"Percaya diri amat sih!,bagaimana kalau kamu kalah,terus aku pilih Ichal!"


Nggiiikkkkkkk...tiba tiba Irgi menepikan mobilnya dan mengerem mendadak


"Irgii..kamu ngapain sih,bahaya tahu!.Kalau kamu kaya gini bawa mobilnya,maka besok jangan lagi menjemputku!"


Seren berteriak dengan kesal.Irgi menghela nafas dengan berat


"Maaf sayang!,jujur aku sangat cemburu melihat kalian!"


"Gie Gie..aku hanya menyukaimu!,apa kamu tidak percaya?"


"Buktikan kalau kamu menyukaiku!"


"Dengan apa?"


"Kiss me!"


"Hahh..kiss!,,"


"Iya!"


"Kalau nanti saja bagaimana.Ini sudah hampir telat aku Gie!"


"Ok.Aku bakalan tagih janji 'nanti' dari kamu!"


Seren bersemu merah mendengar ucapan Irgi.Irgi menjalankan kembali mobilnya menuju ke sekolah Seren.Irgi hari ini terlihat tampan dengan setelan jas coklatnya.Seren terus menatap Irgi yang sedang serius menyetir.Irgi tersenyum dilihat oleh Seren


"Tampan ya sayang?"


"He eh..Gie Gie ku sangat tampan!,,ahh kamu ngejebak aku!"


"Memang ya,,katanya kalau orang sedang fokus pada satu hal terus ditanya,maka dia akan menjawab dengan jujur!,,hihii..ternyata benar!"


"Jahat..!,,Ehm terus kalau aku,cantik tidak?"


"Tentu saja kamu cantik!,apalagi bagian dalamnya..heemm"


"Bagian dalam apa?,iihh Gie Gie mesum!"


"Kamu yang otaknya mesum!


"Aakkhh"


Irgi menyentil kening Seren.Seren terpekik kesakitan dan mengusap keningnya.Mobil Irgi berhenti di depan gerbang sekolah.Sebelum Seren membuka pintu mobil,Irgi menahan tangan Seren


Deggg


Irgi mendekatkan wajahnya ke wajah Seren.Satu tangan Seren menggenggam ujung rok sekolahnya dengan kuat.Seren memejamkan matanya dengan rapat,Irgi tersenyum simpul.Irgi mendaratkan ciuman di kening Seren


"Masih sakit?"


Seren menggeleng.Irgi mengusap puncak kepala Seren


"Masuklah!"


Seren tak bisa berkata kata,bahkan saat Irgi menyuruhnya masuk,Seren hanya mengangguk dan turun dari mobil Irgi.Seren berlari masuk kedalam kelasnya.Untuk pertama kalinya Seren merasakan gugup yang luar biasa.Bahkan saat ada ulangan IPA dadakan pun,Seren tak pernah segugup dan setegang seperti saat ini.Seren duduk dibangkunya dan menempelkan pipinya ke meja sambil menunggu Chika datang.


__ADS_1


__ADS_2