
"Doorr.."
"Astagaa..!"
Chika mengagetkan Seren yang sedang melamun.Seren mencubit lengan Chika dengan gemas
"Aww..iya iya ampun!,kaya kepiting nyubit nyubit ihh!"
"Lagian kamu ngapain ngagetin aku kaya gitu?,untung aja gak jantungan!"
"Gak jantungan,,mati dong hahaha!"
"Chikaa..sejak kapan sih kamu jadi nyebelin begini!"
"Sejak pagi ini!,ah ternyata kalau punya pacar itu memang bisa merubah sifat seseorang!"
"Ceritain dong!!,dia bilang apa tadi?"
*flashback*
"Ma..Chika berangkat sekolah dulu!"
"Iya.Hati hati sayang,jangan lupa nanti siang mampir ke ATM.Mama sudah tidak memegang uang!"
"Iya..ma!"
Chika berjalan dengan tergesa gesa karena sudah hampir telat.Keluar dari gang arah ke rumahnya,Chika melihat mobil terparkir dengan seorang pria yang berdiri di kap bagasi.Pria itu menunduk sambil bersedekap sedang kakinya digesek gesekan ke jalan aspal.Saat mendengar suara langkah kaki,pria itu mengangkat wajahnya dan menatap Chika.
"Kak Ichal..sedang apa disini?"
Ichal menurunkan tangannya dan menghampiri pintu mobil,membukakan pintu mobil untuk Chika
"Aku sedang menunggumu!,bolehkah aku mengantarmu?"
"Emm..bo..boleh kok.Makasih kak!"
Ichal masuk dan duduk dibalik kemudi lalu melaju perlahan.Ichal ingin menanyakan perasaan Chika.Tapi Ichal ragu,apakah Chika akan percaya jika dia jatuh hati pada Chika
"CHIK..KAK" mereka bersamaan memanggil
"Kak..Ichal saja duluan!"
"Tidak!,Chika saja lebih dulu!"
Chika hanya menganga bingung dengan apa yang akan diucapkannya tadi.Kata yang ingin dia ucapkan pada Ichal itu tiba tiba dia lupakan
"Aku lupa mau bilang apa!"
"Kalau gitu kakak saja yang bicara lebih dulu,biar Chika ingat ingat dulu!"
"Ya sudah.Kakak mau bicara apa?"
"Chika ehmm..kalau kakak jemput Chika setiap hari,boleh tidak?"
"Ahh..memang kak Ichal tidak kuliah?"
__ADS_1
"Kuliah!,tapi sesudah mengantar kamu kesekolah!"
"Boleh saja sih kak.Kalau tidak merepotkan!"
"Tidak sama sekali.Justru kakak senang!,apalagi kalau Chika mau jadi pacar kakak!"
Deggg..Chika menegang kaku mendengar ucapan Ichal.Ichal melihat ekspresi Chika yang terkejut,Ichal jadi merasa bersalah.
(jangan jangan Chika sudah punya pacar?,dia kelihatan tegang banget!)
Ichal bergumam dalam hatinya.Sementara Chika sedang memikirkan ucapan Ichal,Chika tidak percaya jika Ichal ingin Chika menjadi pacarnya
"Kalau Chika gak suka sama kak Ichal.Kak Ichal gak maksa Chika buat suka sama kak Ichal!"
"Enggak kok..enggak gitu.Chika juga suka sama kak Ichal.Tapi kak Ichal emang beneran suka sama aku?"
"Beneran lah!,,ehm kak Ichal boleh tanya?"
"Boleh..tanya apa?"
"Kemarin,Seren bilang pas Chika turun Chika menjilat..ekhem bibir kak Ichal?"
"Hah..Seren bilang seperti itu sama kak Ichal?,gak kok..Chika mana berani menjilat bibir kak Ichal.Ciuman saja belum pernah!"
Chika menunduk malu.Ichal gemas melihat Chika yang tertunduk malu.Chika melirik ke arah Ichal yang serius menyetir.Ichal bergumam dalam hati
(Awas..saja si Seren itu.Bikin malu kan nanya kaya gitu sama Chika)
Mereka sampai dipintu gerbang.Ichal menegaskan hubungan mereka sebelum Chika turun
"Berarti kita pacaran kan sekarang?"
*flashback off*
"Wah selamat ya!,gak nyangka akhirnya Chikaku punya pacar juga!"
"Hemm..ngeledek!"
Seren tersenyum jahil pada Chika.Tak lama guru masuk dan pelajaran dimulai.
***di Caffe d'Zilla puncak
Lara sedang sibuk meneliti pemasukan mereka selama sebulan terakhir.Dari pembukuan tertulis dengan jelas dipastikan sama dengan catatan orderan,tapi entah kenapa caffe itu mengalami kerugian hampir separuhnya.
tok tok tok..
"Masuk!"
"Mba Lara,ini salinan dari pembukuan pak Jojo!"
"Terima kasih,Sep!"
"Sama sama mba!"
Asep keluar dari ruangan Lara.Lara sibuk kembali dengan pekerjaannya.
__ADS_1
tok tok tok..
"Masuk!"
Lara mempersilahkan masuk tapi tidak menoleh ke arah pintu.Lara terus menunduk melihat catatan pembukuan.Karena tidak mendengar apa pun,Lara memerintahkan tamunya bicara tapi Lara tetap tidak menengok siapa yang sedang berdiri didepan mejanya
"Bicara saja,Sep!"
"Ekkhemm,,"
Mendengar suara yang berdehem itu bukan Asep,Lara mengangkat kepalanya yang tertunduk.Mata Lara melebar tak percaya dengan pria yang berdiri di hadapannya
"Mass..kok ada disini?,aku kira Asep tadi!"
"Kecewa melihat bukan Asep yang masuk?"
Syahdan berpura pura marah.Lara bangun dari kursi dan menghampiri Syahdan lalu berdiri didepannya
"Apa suamiku sedang cemburu sekarang?,,Aakkhh,,"
Syahdan menarik pinggang Lara dalam dekapannya.Syahdan tidak menanggapi ucapan Larà yang sedang meledeknya,melainkan Syahdan langsung melumat bibir Lara dengan ganas
"Ehhmm..amas..kesini cuma mau cium aku!"
"Kenapa?,mengharapkan sesuatu yang lain ya sayang..hemm!"
Syahdan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Lara lalu lidahnya menjelajah kulit dibawah telinga Lara dan tangannya berusaha masuk kedalam kemeja putih Lara
"Aahh...emmm mass.Jangan!"
"Kenapa?,apa kau tahu?.Aku tidak sanggup menahan rindu padamu sayang!"
"Mas..aku baru sehari ninggalin rumah!,dan baru semalam mas tidur sendiri!"
"Tapi rasanya semalam itu bagaikan setahun sayang!"
"Manjaa!!"
"Tidak apa apa kan manja sama istri sendiri!,memangnya kamu mau sayang kalo mas manja manja sama wanita lain?"
"Awas aja kalo berani!!,,Gak ada pertandingan 7 ronde selama 7 bulan..biar tahu rasa!!"
"Jangan dong sayang!!"
Lara tersenyum geli menatap Syahdan.Ternyata sangat mudah mengancam Syahdan.Lara heran melihat Syahdan yang celingukan
"Nyari apa mas?"
"Kamar!"
"Oh.Tuh disana!"
Lara menunjukkan pintu disamping meja kerjanya.Dia membuat kamar didalam ruang kantornya karena dia dan Zidane hanya sesekali ke caffe puncak,jadi memudahkan mereka saat harus bekerja lembur.Syahdan menarik tangan Lara
"Kalau begitu kita kesana!"
__ADS_1
"Aakkhh..mas aku lagi kerja!"
Braakk..Syahdan menarik Lara ke kamar lalu menutup pintu itu dengan keras.Selanjutnya tak ada suara lain selain suara deru nafas dan desahan desahan dua insan yang memadu cinta