Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
3.Rui Tanaka


__ADS_3

Joan sampai di rumahnya dan matanya menangkap seseorang yang tak asing.Dia sedang duduk dan mengobrol dengan Rina di ruang tamu.


"Rui!!" sapa Joan.Yang disapa Joan menoleh.


"Hai,Jo!" jawab Rui.


"Jo,sudah bertemu Ken?" tanya Rina.


"Sudah,ma!" jawab Joan singkat.


"Rui mau minta tolong,katanya dia minta diantar mencari alamat sama kamu!" ucap Rina kemudian.


"Ok!" jawab Joan singkat.


Joan dan Rui pergi menggunakan mobil Rui.Di jalan mereka hanya diam,Rui jadi tak enak hati melanjutkan perjalanan mereka.Rui menghentikan mobilnya di tepi jalan.Joan melamun sampai tidak tahu jika Rui sudah berhenti.Saat Rui menegurnya barulah Joan sadar.


"Jo!" tegur Rui.


"Sampai ya?" jawab Joan sambil celingukan.


"Eh ini dimana?" tanya Joan kembali setelah melihat sekeliling.


"Aku juga tidak tahu ini dimana?"ucap Rui. Rui terus menatap Joan yang kebingungan." Kau itu melamun sepanjang jalan,lalu untuk apa aku membawamu?.Kalau begini kan kita bisa tersesat!"ucap Rui.


"Maaf,,aku hanya menyesatkanmu!" jawab Joan.


"Karena kita berhenti tepat di depan caffe.Lebih baik kita bicara dulu di caffe!" ajak Rui. Mereka pun turun dari mobil dan memesan kopi di caffe agar bisa sedikit berbicara.

__ADS_1


"Katakan,ada apa denganmu dan Ken?" tanya Rui.


"Kau tahu?" Joan bertanya balik.Dia menyesap caffucino di gelasnya sebelum melanjutkan ucapannya.


"Terlihat jelas ya?" Joan bertanya lagi pada Rui. Rui hanya mengangguk dan menunggu Joan bercerita.


"Aku akan mendengarkan keluh kesahmu sampai kau merasa lebih baik dan bisa mengantarkanku ke jalan yang benar!" ucap Rui sambil tersenyum meledek.


"Maksud lo,gue mengajak lo ke jalan sesat gitu?"rungut Joan.Rui terkekeh melihat Joan kesal.


" Ya.Coba saja kamu lihat,aku memberikanmu alamat yang katanya kamu tahu alamat itu,tapi...sekarang malah tak tahu dimana!"jawab Rui.


"Tadi pagi,gue lihat Ken dengan wanita lain.Wanita itu juga mencium Ken di depan gue.Lo bayangin aja gimana kesalnya gue,gimana marahnya gue,gimana sakit hatinya gue.Dia tuh dah telat jemput gue,pake acara selingkuh juga dari gue!" Joan menceritakan semua kelakuan Ken.


"Kalau begitu,kamu balik lagi saja jadi tunanganku!" ucap Rui menatap serius ke arah Joan.


"Aku bercanda,jangan dianggap serius hahaha" ralat Rui kemudian sambil tertawa geli melihat wajah serius Joan.


"He heehe..gue juga gak ngarep kali,lo pikir gue suka sama lo gitu!" jawab Joan sambil menghela nafas lega.


"Alamat yang kuberikan padamu,dia adalah wanita yang selama setahun ini kukenal dari website,aku sudah melamarnya juga untuk menjadi istriku.Aku belum pernah melihat seperti apa wajahnya,karena dia tidak mau mengirimkan photonya padaku.Tapi aku merasa sangat cocok dengannya.Dan hatiku merasa yakin bahwa dia jodohku" Rui berhenti sejenak untuk menyesap kopi hitamnya.Kemudian dia lanjut bercerita.


"Aku mengajaknya bertemu dan dia setuju.Dengan syarat,aku harus bisa menemukannya.Jadi dia memberikanku alamat rumahnya.Tapi kau tahu aku bukanlah warga asli Indo,dan ponselku juga hanya bisa dipakai di negaraku.Jadi tolong tunjukkan aku arah yang benar mrs.Joan,, jangan dibawa ke jalan yang salah" ucap Rui menyudahi ceritanya.


"Wah cerita lo kalau gue ketik untuk lomba mengarang cerita pasti gue jadi juara.Memangnya lo yakin mau jika seandainya orang yang lo cari itu nenek nenek yang sudah keriput,atau gadis gendut dan jelek banget?"tanya Joan.


" Jika dia seorang nenek ya tinggal aku jadikan nenek angkat.Nah kalau dia gadis gendut dan jelek,aku akan tetap melamarnya.Karena aku jatuh cinta bukan pada fisiknya tapi pada hatinya.Dia tak pernah berbicara buruk,dia selalu membagikan rejeki yang dimilikinya kepada orang yang tidak mampu.Dia bersedia ikut denganku ke Jepang jika aku bisa menemukannya" ucap Rui. Joan meskipun seorang wanita tetapi dia juga merasa gadis yang diceritakan Rui adalah gadis yang menarik.

__ADS_1


"Kau tahu namanya?" tanya Joan.


"Bidadari Cantika!" jawab Rui dengan membayangkan seorang wanita yang berdiri membelakanginya.Rui sama sekali tidak tahu seperti apa rupa gadis yang membuatnya jatuh begitu dalam.Jatuh hati sejak mereka mulai berkirim chat setahun yang lalu.


"Ya udah,gue dah melek,dah siap buat cari Bidadari lo,ayo kita cari alamatnya!" ucap Joan dengan semangat.Rui pergi setelah memanggil pelayan dan membayar kopi yang mereka pesan.


Joan kali ini menggunakan GPS di ponselnya.Setengah jam kemudian mereka sampai di alamat yang dituju.Joan dan Rui saling menatap heran di depan pintu gerbang.Karena alamat yang mereka temukan adalah sebuah panti asuhan.Di pintu pagar terpasang spanduk 'YAYASAN KASIH BUNDA'.Mereka menekan bel dan sang satpam membukakan pintu gerbang.


"Cari siapa mas dan mbanya?" tanya satpam yang membukakan gerbang.


"Saya ingin mencari seorang perempuan bernama Bidadari Cantika,apa ada?" tanya Rui.


"Oh,iya ada!.Tapi mba Bie sedang keliling,tidak ada di rumah.Masnya ini siapa dan ada perlu apa?" tanya satpam kembali.


"Saya Rui dan ini saudara saya Joan. Kami ada janji bertemu" jawab Rui


"Tapi mba Bie kalau keliling bisa sampai malam mas,kalau saya suruh tunggu juga akan lama.Sebaiknya mba dan mas kembali lagi besok,karena besok mba Bie pasti tidak kemana mana!" ucap satpam.


"Maaf bolehkah saya bertanya?,mba Bidadari itu keliling apa maksudnya.Apa dia berjualan keliling atau apa?" tanya Joan.


"Keliling membagikan makanan dan sembako untuk para gelandangan dan pengemis dan juga orang orang yang tidak mampu.Mba Bie adalah pemilik yayasan pribadi ini!" jawab satpam.


"Oh,begitu.Ya sudah,jika kami tidak bisa bertemu dengannya.Titip salam saja,besok kami akan kembali kesini.Terima kasih infonya!" ucap Rui dan mereka pergi meninggalkan panti asuhan itu.Rui dan joan melaju pulang ke rumah Rina.


Dalam perjalanan Joan terus saja berpikiran jelek dengan kenyataan bahwa Bidadari punya rumah besar yang sangat luas yang dijadikan yayasan panti asuhan pribadi.


"Rui, sepertinya Bidadari-mu itu benaran nenek nenek deh?" gumam Joan.

__ADS_1


"Kala dia nenek nenek,kenapa satpam berusia empat puluh memanggilnya 'mba'!" jawab Rui mematahkan pikiran Joan.Joan mengangguk dan berpikir.Seperti apa orang yang begitu baik itu.Bidadari hidup layaknya seorang bidadari yang baik hati,bahkan rumah besarnya pun dia jadikan tempat singgah bagi orang lain.


__ADS_2