
Pagi itu seperti biasanya mereka sarapan bersama sebelum memulai aktifitas masing masing.Tapi pagi itu ada yang berbeda dari biasanya bagi Seren.Saat mereka sedang makan pagi
Ttiidd tiidd..suara klakson mobil membuyarkan kebisuan mereka dimeja makan
"Siapa ya?,Zidane kan di Jepang untuk sebulan jadi itu tidak mungkin Zidane dan Rina kan?" tanya Lara bergumam sendiri
"Mungkin Bandi!"ucap Syahdan
Pak Samin supir pribadi keluarga Syahdan menghampiri mobil sedan hitam yang terparkir didepan gerbang
"Pagi pak.Serennya ada?"tanya Irgi setelah menurunkan kaca mobilnya
"Ada mas didalam!,sebentar saya panggilkan!"ucap pak Samin
"Iya.makasih ya pak!"ucap Irgi.Pak Samin mengangguk dan tersenyum.Pak Samin masuk kedalam dan menemui Seren,mereka sudah selesai sarapan dan sedang bersiap siap bangun dan pergi dari meja makan
"Pagi non Seren.Itu didepan ada yang nyari non Seren!"ucap pak Samin
"Nyari saya pak?"tanya Seren mengerutkan kening
Lara menghampiri pak Samin
"Pak tolong antarkan anak anak ke sekolah,mobil saya ditinggal di caffe soalnya semalam!"ucap Lara
"Baik nyah!"ucap pak Samin
Setelah Lara dan Syahdan berlalu,Seren kembali bertanya
"Siapa pak yang nyariin saya?"tanya Seren
"Itu laki laki bawa mobil.Cakep non orangnya!"ucap pak Samin.Ken dan si kembar menghampiri mereka yang berdiri didekat tangga
"Cieee dah gak jomblo lagi nih ceritànya hahahha!"Ken meledek Seren
"Apaan sih unyil..masih kecil juga sok tahu!"gerutu Seren
"Pak Samin ayo berangkat.Hari ini ada ulangan!"ucap Joan
"Iya mari non Joan,den Jhon,den Ken!"pak Samin mengikuti mereka dibelakangnya.Seren masih berdiri berpikir
"Apa Irgi ya?,,tunggu tunggu kalo itu Irgi,papa sama mama bakalan ketemu dong didepan!"ucap Seren segera mengambil tasnya dan berjalan dengan cepat.Lara dan Syahdan sudah naik mobil dan keluar dari gerbang.Syahdan sempat menoleh pada Irgi yang belum menaikan kaca mobilnya.Syahdan menatap Irgi dengan tanda tanya,Irgi membalas dengan tersenyum dan mengangguk.Syahdan hanya melewati mobil Irgi begitu saja
"Sayang!,kamu kenal remaja laki laki tadi?"tanya Syahdan
"Paling juga temannya Seren.kenapa? mas khawatir dengan pergaulan Seren?"tanya Lara
"Tentu saja.Orang tua mana yang tidak khawatir saat anaknya beranjak remaja!"ucap Syahdan
__ADS_1
"Mas tak perlu khawatir.Aku yakin Seren tidak akan salah pergaulan!"ucap Lara.Syahdan kembali fokus menyetir menuju caffe untuk mengantarkan Lara baru setelah itu pergi ke kantor
Seren yang takut ayah dan ibunya bertemu Irgi segera menghampiri mobil Irgi setelah keluar dari rumah
"Pagi sayang!"sapa Irgi.Seren terpaku mendengar Irgi memanggilnya sayang.Tapi sejenak kemudian kembali pada kesadarannya
"Pagi Gi!"jawab Seren.Seren masuk kedalam mobil dan duduk disamping Irgi.Setelah Seren masuk Irgi pun melajukan mobilnya meninggalkan gerbang rumah Seren
"Kita jemput Chika dulu sayang!,baru aku antar kalian bareng ke sekolah!"ucap Irgi.Seren yang belum terbiasa dengan panggilan sayang dari Irgi hanya menunduk dengan kikuk
"Emm itu Gi bisakah.."ucapan Seren dipotong oleh Irgi
"Sayang..kita kan udah jadian!,jangan panggil Irgi dong.Panggil sayang gitu atau beib oh atau honey hehe"ucap Irgi menggoda Seren.Wajah Seren bersemu merah
"Itu aku gak mau semua panggilan itu.Aku malu kalau panggil kamu kaya gitu!"ucap Seren
"Ok..kalau kamu malu semua kata panggilan seperti itu.Tapi kamu setidaknya punya panggilan sayang buat aku!,jadi panggilan sayang kamu sama aku apa sayang?"tanya Irgi menoleh sekilas kesamping dan menatap Seren penuh harap
"Emm kalau Gie Gie tidak apa apa kan? ucap Seren ragu
"Boleh..tapi aku tetap panggil kamu sayang ok!"ucap Irgi.
"He ehm..tidak apa apa!"ucap Seren tersenyum.Irgi terpesona melihat senyum Seren
"Kamu cantik sekali saat tersenyum sayang!"gumam Irgi pelan tapi masih dapat didengar jelas.Seren mengusap tengkuknya dan tersenyum malu malu dipuji Irgi
ting tong ting tong..Seren memencet bel
Yuni ibunya Chika membukakan pintu
"Pagi tante.Chikanya sudah bangun?"tanya Seren.Tapi pertanyaan Seren membuat mata Yuni terbelalak kaget.Seren dan Irgi heran melihat reaksi ibunya Chika
"Chi..Chikaa bukannya kemarin pergi dengan kalian.Tante pikir Chika menginap di rumah Seren!"ucap Yuni mulai tegang
"Kalau begitu Chii..Chiikaa..eehhnn"ibunya Chika langsung tergeletak
"Ahh tante..bangun tante!"Seren segera menangkap Yuni sebelum tubuhnya jatuh tersungkur.Irgi segera membopong tubuh Yuni kedalam rumah dan membaringkannya disofa.Seren segera berkeliling rumah mencari kotak P3K dan menemukannya didekat lemari pendingin di dapur.Seren mengambil minyak kayu putih lalu segera menghampiri Yuni yang tergolek pingsan disofa.Seren membuka tutup botol minyak itu dan mendekatkannya kehidung Yuni.Yuni sadar dan langsung histeris
"Chikkaa..Chika kemana?.Dia tidak pulang dari kemarin.Chika kemana?"Yuni mengguncang bahu Seren
"Tante tenang dulu ya tan.Seren sama Irgi pasti cariin Chika.Tante tenangkan diri tante dulu!"Seren mencoba menenangkan Yuni yang terisak mengkhawatirkan Chika.Tapi tak lama Chika datang
"Mahh..!"Chika masuk memakai jaket pria yang kebesaran ditubuhnya.Chika masih memakai seragam yang kemarin dipakainya tapi sudah lusuh dan kotor
"Mahh..maafin Chika hiks hikss.maafin Chika dah buat mama khawatir!"ucap Chika duduk dilantai dan kepalanya dalam pangkuan ibunya.Seren memperhatikan pakaian Chika dan saat Ichal masuk,Seren salah faham dan berpikir Ichal telah menjahati Chika
"Permisi..!"Ichal masuk kedalam dan melihat Chika yang bersimpuh dipangkuan ibunya dan menangis tersedu sedu.Yuni juga menangis melihat putrinya pulang dalam keadaan baik baik saja.Tapi Seren menghampiri Ichal yang masih berdiri didekat pintu dan
__ADS_1
plaakkkk...Seren menampar Ichal.Ichal memegang pipi yang ditampar Seren.Chika dan Irgi menghampiri Seren.Chika langsung menghampiri Ichal
"Kak..Ichal tidak apa apa?"tanya Chika tak enak hati.Irgi memegangi Seren yang akan maju menampar Ichal kembali
"Apa yang lo lakuin sama Chika.Sini lo brenggssekkk!!"Seren memberontak karena tubuhnya dipegangi Irgi
"Sayang..sabar dulu.Kita dengarkan Chika dulu!"ucap Irgi
"Ser..ini kak Ichal.Dia yang nolongin aku Ser.Dia orang yang sangat baik!"ucap Chika.Seren menjadi tenang setelah Chika mengatakan itu.Irgi melepaskan pegangannya pada Seren.Yuni yang sedang duduk itu bangun dan menghampiri mereka
"Nak..Ichal sebenarnya apa yang terjadi pada Chika?"tanya Yuni
"Kalau itu saya kurang tahu.tante bisa tanyakan pada Chika.Saya dan teman teman menemukan Chika dihutan pinggir kota dalam keadaan terikat.Saya hanya menjaga Chika semalam dan mengantarkannya pulang!"jawab Ichal
"Appaaa??"Yuni dan Seren menganga tak percaya,bagaimana Chika bisa ada disana
"Chikk..bilang sama aku Chik,,kemarin bukannya kamu pulang lebih dulu daripada aku.bagaimana bisa kamu jadi terikat ditengah hutan Chik?"tanya Seren begitu penasaran
"Ceritanya panjang Ser.Aku lelah sekali bisakah kita bicarakan nanti!"ucap Chika
"Iya sayang..biarkan Chika istirahat dulu!"ucap Irgi.Ichal memandang terpesona dengan sikap Seren yang begitu peduli pada sahabatnya.Ichal juga tertarik karena wajah Seren yang cantik dan rambutnya yang tergerai indah itu membuat Ichal semakin terpesona
(Cantik banget sih ni cewek.Baik dan peduli banget sama temannya.Gw jadi jatuh cinta pada pandangan pertama.benar benar tipe cewek idaman gw.baik dan cantik alami.Gw harus dapatin cewek ini.ga perduli meskipun dia sudah punya kekasih.Selama belum ada ikrar pernikahan,gw masih punya kesempatan)gumam hati Ichal sambil menatap Seren tanpa berkedip.Seren mendekati Ichal,jantung Ichal berdegup kencang melihat Seren yang melangkah ke arahnya
"Maaf..tadi aku nampar kamu.Aku pikir kamu yang membuat Chika seperti ini"Seren mengulurkan tangannya.Ichal menjabat tangan Seren
"Tadi lo gw kok sekarang aku kamu?"tanya Ichal menatap kedua mata indah Seren
"Dia memang gitu kak..kalau marah ya lo gw.Tapi dia sahabat terbaikku!"ucap Chika
"Dimaafin nggak nih?"tanya Seren.Karena tangan mereka masih berjabatan dan itu tak nyaman untuk Seren apalagi Irgi menatap tak suka pada Ichal
"Ya gw maafin!"ucap Ichal.Setelah Ichal memaafkannya Seren segera menarik tangannya.Yuni mengucapkan terima kasih
"Nak Ichal terima kasih sudah menolong Chika.Tante tidak tahu bagaimana harus membalas nak Ichal!"ucap Yuni
"Tak usah sungkan tante.Saya ikhlas nolongin Chika.Karena Chika sudah sampai fengan aman dan saya juga sedikit lelah jadi saya permisi tante!"ucap Ichal
"Kak..Ichal ini jaketnya!"Chikka membuka jaketnya dan memberikannya pada Ichal.Ichal menerimanya dan keluar setelah berpamitan.Seren akhirnya tidak jadi kesekolah dan memilih menemani Chika.Irgi juga menelpon kantor untuk mengatur ulang rapatnya besok.Bagaimanapun bencinya Mamanya Irgi pada Chika tapi Irgi tetaplah kakak tiri Chika.Seren mengajak Chika ke kamar untuk membersihkan diri.Irgi dan Yuni menunggu mereka dan duduk disofa ruang tamu
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
silahkan Krisannya author tunggu
like n star bila sudi
see you next chapter
__ADS_1
♡♡♡readers