
Seren tergeletak di gudang kosong yang terkunci.Dia mendengar suara mobil yang berhenti didepan gerbang.
"Uhhmmm uhhmm" Seren berteriak minta tolong tapi suaranya tak bisa keluar dengan jelas.
kreetttt...pintu gudang yang berkarat itu terbuka.Dalam cahaya samar samar Seren melihat Chika yang digotong oleh dua orang wanita lalu dilempar ke arah Seren.Seren menahan Chika dengan tubuhnya agar tidak membentur lantai gudang.
"Halo..sobat sobatku.You miss me?" tanya Nezha.Disamping Nezha berdiri Caroline yang memakai masker.
"Buka..tutup mulutnya!" ucap Caroline pada Nezha.Nezha membuka selotip yang menempel dimulut Seren.
"Siapa kalian dan apa mau kalian?" tanya Seren
"Ssttt jangan kencang kencang.Kita gak budeg tahu!" ancam Nezha.
"Oh.Aku lupa memperkenalkan.Namaku adalah Caroline,designer yang menyewa Chika sebagai modelku.Dan kalian mungkin lebih mengenalku dengan nama T-I-T-A.Dan yang disampingku ini adalah Nezha Nayaka.Kalian pasti ingat!," ucap Caroline
"Tita..jadi kamu Tita.Kenapa kamu lakukan hal kaya gini?" tanya Seren.Chika masih dalam pengaruh obat tidur dan tergeletak tak berdaya.
"Kamu sudah membuat Rini bunuh diri.Sahabatku bunuh diri karena kalian.Atas dasar apa kalian harus bahagia sedangkan aku menderita dibayang bayangi kematian Rini!" ucap Nayaka.Tita juga selalu saja merasa bersalah pada Rini.Karena saat Rini meninggal Tita justru pergi ke Paris.
"Rini tidak meninggal dia masih hidup dan sudah berkeluarga.Kalian salah jika kalian ingin balas dendam karena masalah Rini.Dia masih hidup!" jawab Seren dengan emosi.
"Kalian sudah membuat Chika celaka dan masuk rumah sakit!.Kalian bisa aku laporkan ke polisi dan percayalah Irgi tidak akan pernah melepaskan kalian!" ancam Seren
"Soal Chika terluka,itu bukan bagian dari rencana.Aku hanya menyuruh orang menyuruh orang untuk menjatuhkan lampu didepan Chika.Hanya ingin membuatnya kaget,tapi orang itu malah menjatuhkannya tepat diatas Chika.Sungguh diluar rencana hahaha!" Tita tertawa lebar.
"Kau pikir kami percaya jika Rini masih hidup hah!" ucap Nayaka.
"Aku tidak bohong!,,Rini masih hidup!.Aku menyaksikan sendiri dengan mata kepalaku saat SMA Rini memang pernah mencoba bunuh diri tapi digagalkan oleh neneknya!.Aku bisa buktikan ucapanku!" ucap Seren.
"Hem..ok.Kita buat perjanjian,jika kau benar benar bisa membuktikan Rini masih hidup!,aku akan melepaskan kalian!" ucap Tita
"Ehmm video call.Coba lakukan video call.Aku ingat nomor Rini.Kalian silahkan telpon dia!" ucap Seren.
"Sebutkan nomornya!" Tita mengetikan nomor Rini dan panggilan video itu tersambung.Tita memperhatikan wajah dilayar ponselnya
"Ri..ni!" panggil Nayaka tak percaya dengan penglihatannya
(Halo..kalian siapa?)
"Rin..ini gw Tita.Lo masih ingat gw kan!"
__ADS_1
(Tita..apa kabar?,kamu berubah 180' seperti Chika.Aku sampai tidak mengenalimu.Disampingmu apa dia Naya?)
"Iya,Rin.Ini gw,,hikss hikkss.Lo benar Rini?" tanya Naya yang masih belum percaya pada penghilatannya.
(Iya..ini aku Rini!.Kalian dapat nomorku dari Seren atau dari Chika.Sampaikan salamku pada mereka ya!,Anakku menangis.Kita sambung nanti ya!,bye Naya,bye Tita)
Tangan Tita terkulai ke samping tubuhnya.Dia berbalik menatap Seren dan Chika.
"Kalian sudah percaya kan!,sekarang lepaskan aku dan Chika.Dia masih sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit kembali!" pinta Seren
"Tit,kalau kita lepaskan mereka,mereka bisa melaporkan kita ke polisi.Kita bisa dipenjara!" ucap Nayaka.
"Tapi aku sudah janji untuk melepaskan mereka!.Tapi aku juga tidak mau masuk penjara hikss hikkss..Karirku sebagai designer bisa hancur dalam sekejap!" Tita menangis ketakutan.
"Aku janji tidak akan melaporkan kalian ke polisi atau pun pada orang lain.Asal kalian melepaskan kami dan berjanji untuk berubah jadi orang baik.Aku ingin kalian sadar seperti Rini.Bersahabat itu lebih indah daripada bermusuhan!" ucap Seren.
Tita dan Nayaka bertukar pandang.Mereka sedang berpikir,akan mempercayai Seren atau tidak.Tapi mengingat bagaimana Seren selama SMA mereka yakin,Seren tak pernah mengingkari janjinya.
"Janji?" tanya Tita meyakinkan.
"Janji!" jawab Seren dengan tegas.
Merekapun melepaskan ikatan tangan dan kaki Seren.Seren membopong Chika bangun dibantu Naya.Tita membukakan pintu belakang mobil.Tita melaju cepat menuju ke rumah sakit.
"Aku juga minta maaf pada kalian!,aku siap jika harus bertanggung jawab atas perbuatanku!" ucap Naya dengan penuh penyesalan.
"Apa yang terjadi hanyalah sebuah kesalah fahaman.Aku tidak marah pada kalian,bagaimanapun kita adalah teman!.Lupakan yang terjadi,kita bisa mulai berteman dari awal lagi!" ucap Seren dengan senyuman.
Sementara di rumah sakit Ichal,Marinka, Irgi dan Ronald sedang panik karena Chika menghilang.Ichal dan Ronald menceritakan kenapa mereka semua terkecoh dan pergi meninggalkan Chika.Ichal memberitahu jika yang menyuruhnya pergi ke kantor adalah Nezha sekertaris baru Irgi.
Mereka sedang memeriksa CCTV tapi penculikan Chika tidak terekam kamera CCTV.Dan juga tidak ada saksi mata.Tiba tiba saat mereka di ruang keamanan,seorang suster memberitahu jika pasien bernama Chika sudah kembali.Mereka berlari keruang rawat Chika.
Irgi melihat Tita dan Nezha.Irgi mengingat wajah Tita karena mereka bertetangga cukup lama.
"Titaa!!,,ini pasti ulahmu lagi kan?" bentak Irgi.Tita dan Naya hanya terdiam,mereka sadar mereka salah jadi mereka siap dengan apapun yang akan terjadi.Marinka maju dan menampar mereka berdua.
plakk plaakk
"Kalian ini ada dendam apa?,kenapa kalian mencelakai putriku?"tanya Marinka penuh emosi.
"Irgi telpon polisi,biar mereka mempertanggung jawabkan kelakuan mereka!" ucap Marinka.Irgi bersiap menelpon polisi tapi Seren merebut ponsel Irgi.
__ADS_1
"Tolong!!,maafkan mereka.Mereka segera membawa Chika kembali ke rumah sakit karena mereka sadar mereka salah!,tolong jangan laporkan mereka ke polisi!" ucap Seren
"Serenn..kamu belain orang yang sudah menculik Chika mencelakainya!.Tante kecewa sama kamu!" Marinka pergi dari ruangan Chika dengan marah.
"Om..tolong maafkan Seren.Bukannya Seren membela apa yang mereka lakukan.Tapi mereka benar benar menyesal.Ini cuma kesalah fahaman.Dan kami sudah menyelesaikan kesalah fahaman diantara kami!"ucap Seren.
"Ser..kalau mereka ingin melaporkan kami,tidak apa apa.Berani berbuat harus berani bertanggung jawab.Kami tidak apa apa jika mereka tetap ingin melaporkan kami pada polisi!" ucap Tita.
"Haahh..om tidak bisa berbuat apa apa!,kita tunggu saja saat Chika sadar.Om akan mengikuti apa keinginan Chika!" Ronald mendesah dan pergi menyusul Marinka.Seren menyuruh Tita dan Naya untuk pulang terlebih dulu.Dan mereka akan membicarakan masalahnya kembali besok.
Ichal duduk menjaga Chika.Dan Irgi membawa Seren berjalan jalan ditaman sekitar rumah sakit lalu duduk disalah satu bangku taman.
"Saat Chika diculik,aku tidak bisa menghubungimu!,kau kemana sayang?" tanya Irgi.Seren tidak ingin Irgi marah dan membenci Tita serta Naya,terpaksa Seren berbohong.
"Mobilku rusak jadi aku membawanya ke bengkel.Ponselku tertinggal di kantor!" Seren merebahkan kepalanya di pundak Irgi.Irgi mengusap rambut Seren dengan lembut.
"Gie!"
"Apa sayang?"
"Bolehkah malam ini aku tidur di apartementmu?"
"Tapi.." Irgi ragu untuk menjawab.
"Aku hanya ingin menumpang tidur!,apa tidak boleh?"
"Kalau aku khilaf bagaimana sayang?" tanya Irgi sambil menatap tajam kefua manik mata oval Seren.
"Awas saja kalau berani macam macam!" ancam Seren tak kalah tajam menatap Irgi.Irgi tersenyum geli lalu mengecup bibir Seren sekilas.
"Bidadariku tidak pantas melotot seperti itu!.Karena bukannya seram tapi malah menggemaskan.Dan membuatku ingin memakanmu!" Irgi mencubit hidung Seren.Irgi lalu bangun dan mengulurkan tangannya ke arah Seren.
"Ayo pulang!,ke apartementku!" Irgi membawa Seren ke apartementnya.Malam itu Seren tidur diranjang berdua dengan Irgi setelah mereka mandi.Irgi memegang teguh janjinya menjaga kehormatan Seren.Malam itu mereka tidur berpelukan tanpa melakukan hal terlarang.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
author pengen nangis
boleh tidak?
Huwwaahhh emakkk
__ADS_1
aq sedud..