
Seminggu sudah Chika kembali ke Indo.Dia didaulat oleh designer baru yang merancang gaun pengantin untuk memakai karyanya mengikuti lomba perancang gaun pengantin.Chika belum sempat menemui Seren sejak kepulangannya ke Indo.
tok tok tok..
"Masuk!" Chika baru saja selesai mandi dan berganti baju.Pagi ini rencananya dia akan pergi ke boutiqe CT untuk mengukur tubuhnya agar gaun yang akan dipakainya untuk lomba fashion show gaun pengantin nanti bisa pas dengan tubuhnya.
"Eh kak Irgi!,ada apa?" tanya Chika saat melihat Irgi yang masuk ke kamarnya.
"Seren selalu menanyakanmu!,dia sedang sangat sibuk mengurus perusahaan ekspedisi papanya.Jadi tidak ada waktu untuk berkunjung kesini!.Pergilah temui dia,atau kakak akan jadi korban kekesalannya."
"Maaf kakakku sayang!,seminggu ini aku sibuk.Tapi hari ini memang aku berencana mampir ke kantor Seren.Tenang saja,aku akan menjewer telinga calon kakak iparku yang sudah memarahimu!"
"Lihat saja kalau kau berani menyentuh Serenku!" goda Irgi.Chika hanya cengengesan melihat ancaman pura pura dari Irgi.
"Kaka dan papa sudah selesai sarapan dan akan berangkat ke kantor,ingat temui Seren!"
"Iya,,bawel!"
Irgi bersama Ronald pergi ke kantor.Sementara Chika selesai menata rambutnya kemudian turun untuk sarapan.
"Sayang!!,naikkan lengan bajunya!.Disini kan tidak seperti di Paris,kalau kamu berpakaian seperti itu bisa bisa jatuh semua mata para lelaki yang memelototimu!" ucap Marinka saat melihat Chika turun.Chika menuruti ucapan Marinka tanpa protes.Sikap penurutnya itulah yang membuat Marinka luluh dan menerima Chika sebagai anak tirinya.
"Mama sudah sarapan?"
"Tentu saja belum!,mama nunggu kamu!"
"Oh..mamaku emang the best!.Tadinya Chika pikir akan makan sendirian.Maaf ya ma,sudah membuat mama telat sarapan karena nungguin Chika!" Chika memeluk Marinka dengan erat.
__ADS_1
"Sudah..sudah!,pagi pagi drama,cepat makan sarapanmu!" ucap Marinka sambil mendorong Chika duduk di kursi meja makan.Mereka sarapan dalam diam dengan pikiran masing masing.
(Chika:aku pernah ketakutan memikirkan bagaimana hidupku nantinya jika mama Yuni meninggal.Ternyata Tuhan memang selalu bersama orang yang sabar.Karena kesabaran dan kepatuhanku terhadap mama Marinka-lah yang membuat dia akhirnya menerima kehadiranku.Mama Marinka memperlakukanku bagai putri kandungnya.Mama Yuni istirahatlah dengan tenang,karena anakmu sudah bahagia!)
(Marinka:Aku menyesal membenci Chika dulu.Seandainya aku tahu bahwa dia anak yang sangat baik dan penurut,aku pasti tidak akan mengusirnya setiap kali dia datang.Saat itu aku terlalu mendengarkan ucapan teman temanku bahwa anak tiri itu serakah dan biasanya suka merebut harta orang tua tirinya.Aku bersyukur Irgi menyadarkanku sebelum aku terlambat dan menyesal.Aku sungguh beruntung memiliki putri seperti Chika!)
Selesai sarapan,Chika pergi ke boutiqe CT dengan diantar supir pribadi Marinka.Sampai di boutiqe,Chika turun dan menyuruh supirnya pulang
"Pak!,bapak pulang saja.Kalau mama nanya,bilang saja Chika akan pulang setelah makan malam bersama kak Ichal!"
"Baik,non!" jawab supir.
Chika masuk kedalam boutiqe disambut oleh pelayan.
"Selamat datang!,ada yang bisa kami bantu?.Mba mau pesan gaun pengantin seperti apa?" sapa pelayan yang terpukau dengan penampilan Chika.Hari ini Chika memakai baju merah dengan kerah karet dengan sepatu hightheels berwarna senada.Tas kecil berwarna hitam dengan tali rantai itu menjadi pemanis penampilan Chika.
"Maaf saya tidak ingin memesan gaun,tapi ingin bertemu pemilik boutiqe.Saya Chika,hari ini kami ada janji bertemu!" jawab Chika dengan ramah.
"Iya!"
"Pantas saja mba sangat cantik dan tinggi!,ternyata mba model!" puji pelayan itu.Chika membalas dengan senyum simpul.
"Sebentar ya mba,saya panggilkan dulu!" tambah pelayan itu.Chika berkeliling melihat lihat barisan gaun yang tergantung rapi.Tak lama sipelayan datang kembali bersama seorang wanita yang memakai rok dan jas wanita berwarna hitam.Chika memperhatikan dari gerak geriknya,dapat Chika simpulkan bahwa buka dia sipemilik boutiqe.
"Halo,mba Chika!.perkenalkan saya Tasya asisten nona Caroline!.Maaf sekali karena nona Caroline tidak bisa menemui anda,karena dia sedang sibuk diluar.Mari kita bicara sambil duduk!" Tasya membawa Chika mengobrol di ruang tunggu.Pelayan boutiqe yang tadi bertemu Chika itu datang membawa dua gelas teh.
"Ini surat kontrak yang berisi tanggal dan waktu perlombaan.Disana juga sudah tertulis harga yang nona Caroline tawarkan sebagai bayaran mba Chika.Silahkan dibaca dulu,jika mba Chika setuju,kita akan mencoba gaun yang nanti akan mba kenakan.Biar jika ada yang kurang atau kebesaran atau mungkin juga kekecilan,kami masih punya waktu memperbaiki gaunnya!"
Chika membaca dengan teliti surat kontrak itu dan merasa tidak ada masalah.Hanya satu yang membuat Chika heran,bayaran yang ditawarkan melebihi jumlah hadiah yang akan diterima pemenang lomba.
__ADS_1
"Mba Tasya,apa harga ini tidak salah tulis?,disini tetulis 50 juta untuk bayaran saya tampil padahal kan hadiah perlombaan itu hanya 30 juta untuk pemenang ke 1!"
"Oh..itu karena mba Caroline tidak mengincar hadiahnya,dia hanya ingin semua orang melihat rancangan gaun pengantin yang dibuatnya!.Jadi apa mba Chika setuju,jika setuju tolong tanda tangan disini!" ucap Tasya menunjukan kertas yang harus ditanda tangani oleh Chika.Chika setuju dan menanda tangani surat kontraknya.
Setelah itu,Tasya membawa Chika ke ruang ganti dan memberikan gaun pengantin berwarna ungu soft.Chika mencobanya lalu menunjukannya pada Tasya.Tasya mengecek memutari Chika.
"Sangat pas,tidak ada masalah.Sepertinya gaun ini benar benar dibuat untuk mba pakai.Sangat cantik dan pas di tubuh mba Chika" ucap Tasya.
"Benar!,ini seperti khusus dibuat untukku!" ucap Chika.Didalam hatinya dia merasa ada yang aneh,tapi Chika menepiskan pikirannya.
(itu mungkin hanya perasaanku saja) gumam hati Chika.
Selesai mencoba gaun pengantin itu Chika pun pamit.Dia menyetop taxi dan menuju ke kantor Seren.
Sampai di kantor Seren,Chika melapor ke bagian resepsionis.Dan resepsionis itu menelpon ke lantai dua,kepada sekertaris Seren.Setelah itu mempersilahkan Chika naik ke lantai dua
"Ibu Chika silahkan naik lift ke lantai dua,ruangan ibu Seren disebelah kanan tak jauh dari lift!"
"Ok..terima kasih!"
Chika masuk kedalam lift dan menuju ke ruangan Seren.Didepan pintu,Chika bertemu dengan sekertaris Seren.
"Mba Chika,silahkan masuk!" sekertaris wanita berusia sekitar 30an tahun itu membukakan pintu dan Chika pun masuk kedalam.
"Chikaaa!!!"Seren segera bangun dari kursi kerjanya dan memeluk Chika.Seren terlihat sangat dewasa dengan busana kantor berwarna biru.Seren terpukau dengan penampilan Chika yang berubah 180' dibanding saat mereka SMA.Penampilan Chika selalu sederhana dan polos tanpa make up.
"Ah..aku merindukanmu,sahabatku tersayang..Aww!" Chika tiba tiba menjerit karena Seren memukul lengan Chika.
"Kamu bilang aku sahabatmu,tapi orang yang pertama kau temui hanya kekasihmu.Setelah seminggu kau baru mengingatku,,huh!" Seren berbalik membelakangi Chika dan berpura pura ngambek.Chika memeluk Seren dari belakang.
__ADS_1
"Maaf sayangku,sebagai kompensasi,bagaimana kalau aku traktir kamu makan sop iga mang Ujang!" rayu Chika.Seren melepaskan tangan Chika dan kembali berbalik menatap Chika.
"Baiklah..ayo!" Seren mengambil tas coklatnya dan segera menarik Chika keluar dari kantornya.Mereka berjalan ke parkiran dan pergi ke kedai makan mang Ujang yang berjarak 15 menit dari kantor Seren jika ditempuh menggunakan mobil.Jika berjalan kaki jaraknya dua kali lipat.Mereka saling bertanya kabar dalam perjalanan.