Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Love story (Chika&Ichal)


__ADS_3

*4tahun kemudian*


Setahun setelah liburan mereka di Surabaya,Yuni ibu kandung Chika meninggal tepat sebelum Chika melaksanakan ujian nasional.Untungnya dia punya Irgi dan Seren yang tetap menghibur dan menyemangatinya,sehingga meski sedang berduka tapi Chika lulus dengan nilai terbaik.


Setelah ibunya meninggal,Chika tinggal dirumah ibu tirinya Marinka bersama Irgi.Awalnya Marinka tidak suka pada Chika,tapi dengan bujukan Irgi dan juga kesabaran Chika akhirnya Marinka luluh dan bahkan memperlakukan Chika seperti putrinya.Karena Marinka memang sangat ingin mempunyai anak perempuan agar sepasang dengan Irgi.Tapi usia Marinka sudah tak memungkinkan dia untuk bisa hamil.


Marinka sampai menangis berhari hari karena Chika memutuskan sekolah modeling ke Paris.Ichal juga sangat sedih karena harus LDRan dengan Chika.Tapi Ichal tidak ingin menghalangi Chika menggapai impiannya.


Setiap hari mereka berkirim pesan melalui aplikasi chat,seminggu sekali saat Chika libur maka mereka akan melakukan video call.Ichal sudah lulus kuliah dan bekerja sebagai staf design di perusahaan kontruksi milik keluarga Irgi.Bukan dengan sengaja,tapi Ichal melamar ke perusahaan itu tanpa mengetahui jika perusahaan itu milik ayah kandung Irgi.


Hari ini,setelah empat tahun mereka berpisah akhirnya mereka akan bertemu hari ini.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Semalam Ichal sudah menerima pesan dari Chika bahwa dia akan pulang ke Indonesia.Pagi ini dikantor,Irgi memanggil Ichal ke ruangannya.


tok tok tok..


"Masuk!" sahut Irgi


"Ada apa,pak?,bapak memanggil saya?"


"Ayolah Chal,kau itu membuatku merasa jauh lebih tua darimu!"

__ADS_1


"Ha ahaa..memang masih berasa muda aja gitu!" Ichal meledek Irgi


"Hei aku baru berusia 26 tahun,kalau angkanya terbalik 62 baru aku sudah muda,tinggal tuanya haha" Irgi tertawa bersama Ichal


"Jelas kau lebih tua dariku!,aku baru 24.Masih belum sadar kalau kau lebih tua dariku huh!" Ichal menjawab gurauan Irgi.Ronald mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan Irgi.


"Pah!" panggil Irgi


"Pak Ronald,selamat pagi!" sapa Ichal


"Nak Ichal ini,masih saja bersikap sungkan seperti itu!.Oh,ya.Chika akan pulang dan perkiraan pesawatnya mendarat di Soeta jam 10 pagi ini.Nak Ichal pergilah jemput Chika!" ucap Ronald


"Tapi pak,tugas saya belum selesai!" jawab Ichal


"Terima kasih,pak!" Ichal segera melaju menuju bandara.Ichal melihat jamnya sudah pukul setengah sepuluh.Jika tidak macet seharusnya Ichal bisa datang tepat waktu.Tapi jalanan ibu kota di hari kerja memang selalu padat dan macet.Meskipun sudah melaju melalui jalan pintas,nyatanya Ichal tetap terlambat sepuluh menit.


Dia berlari berkeliling bandara untuk mencari Chika tapi tak bisa menemukan Chika.Ichal memutuskan melakukan video call untuk mencari Chika.


Seorang gadis dengan tinggi 172cm,bertubuh ramping dengan rambut curly sedang duduk disebuah caffe sambil menyesap minumannya.Dia memperhatikan ponselnya yang berdering,lalu senyum simpul pun merekah dibibir tipis yang dipoles lipstik mate warna merah maroon.


"Halo,sayang!,kamu dimana?" tanya Ichal.


"Coba tebak?" jawab Chika sambil tersenyum.Ichal yang melihat Chika di layar ponsel itu tersenyum jadi terdiam.

__ADS_1


"Cari aku!,kalau kak Ichal bisa menemukanku,aku bakal kasih kak Ichal hadiah!" ucap Chika


"Ok.Tapi kamu harus kasih sedikit clue lah buat kak Ichal!"


"Ok.Kaka lihat papan caffe itu.Eeittsss sebentar aja lihatnya!"


"Kaka belum sempat baca,halo sayang!!halo!.Hah langsung diputus panggilannya.Awas kamu sayang,kalau ketemu!" Ichal melihat sekilas background belakang Chika,itu masih disekitar bandara.Ichal mengingat ingat warna dari tulisan caffe yang berwarna kuning.


Setengah jam Ichal mencari barulah ia menemukan Chika yang sedang serius melihat ponselnya didalam caffe yang terdapat disamping luàr bandara.Ichal berjalan pelan dibelakang Chika lalu menutup kedua mata Chika dengan telapak tangannya.


"Hem..aku tertangkap juga!" Chika membuka tangan yang menutup matanya lalu menoleh kebelakang dan berdiri.Ichal menarik Chika dalam pelukannya.


"Aku sangat merindukanmu sayang!" ucap Ichal


"He ehm..aku juga sangat merindukan kak Ichal!" Chika membalas pelukan Ichal dengan erat.Mereka memutuskan untuk makan siang dulu di caffe itu,karena sudah masuk jam makan siang.Mereka mengobrol menceritakan hari hari mereka selama empat tahun terpisah.Selesai makan siang barulah Ichal dan Chika pulang ke rumah Marinka.


Dirumah ternyata Marinka sudah menunggu didepan pintu.Dia mondar mandir lalu duduk sebentar dikursi dan bangun lagi,mondar mandir lagi.Saat melihat mobil Ichal parkir dihalaman dia segera menghampiri.Marinka langsung memeluk Chika setelah Chika keluar dari mobil


"My baby girl,mama nunggu kamu dari tadi.Gimana kabar kamu sayang?"


"Chika baik,mah!.Sangat baik!,bagaimana kabar mama?"


"Masih bertanya kabar mama!,kamu tahu sayang,mama tidak bisa tidur nyenyak semalam karena mendapat kabar dari Irgi kalau kamu mau pulang!" ucap Marinka sambil menggandeng Chika masuk kedalam.Sedangkan Ichal mengambil koper Chika di bagasi dan membawanya masuk kedalam mengikuti Chika dan Marinka.

__ADS_1


__ADS_2