
hi genks
lama ya nunggunya.
maaf ya author rada sibuk dikit
balik lagi bareng Syahdan n Lara yukk
happy reading
^^^^^^^^^^^^^^^^^
Pagi hari mereka terbangun.Syahdan terbangun merasakan Lara bergerak gerak mengucek matanya.Mereka tidur dengan posisi berhadapan sampai pagi.Syahdan melotot saat matanya terbuka
"ehhemm ehemm"Zidane berdehem dengan suara ditekan
Sontak mereka melepas pelukan.. Syahdan segera turun dari ranjang.Dan Lara duduk di ranjang
"Aku baru lihat kalo ada pasangan yang tidur bareng di ranjang rumah sakit"ledek Rina sambil senyum senyum
Zidane menatap Syahdan dan Lara bergantian.Sedang yang dilihat terlihat kikuk.Zidane bersedekap lalu memarahi mereka berdua
"Kenapa La.kok lo bisa tidur bareng"tanya Zidane dengan tatapan tajam
"Zid kita gak tidur bareng kok!!"Lara menjawab dengan takut.Lara takut Zidane memarahi Syahdan
"Kamu bilang gak tidur bareng.trus tadi itu apa?"tanya Zidane kembali
"Zid jangan memarahi Lara.Kepala Lara sakit jika terlalu banyak berpikir"Syahdan memberitahukan itu agar Zidane berhenti
"La benar itu.kamu masih sakit..mana yang sakit ?"Zidane bertanya cemas
Ternyata Lara tetap masih dikhawatirkan oleh mereka.Lara bersyukur dikelilingi orang orang yang sangat menyayanginya.Syahdan pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.Setelah mengelap wajahnya Syahdan keluar dan menghampiri mereka kembali.Zid dan Rina sedang duduk di sofa
"Dan gue bawain lo sama Lara sarapan.Oh ya administrasi dah gue beresin kita tinggal nunggu ambulance aja buat mindahin Lara ke kota J"Zidane memberitahukan mereka agar siap siap
"Makasih Zid.Seharusnya biarkan aku saja yang membayar perawatan Lara"ujar Syahdan
"Tak apa.Lagian Lara bayar sendiri kok"ungkap Zidane
"Hmm bayar sendiri?"tanya Syahdan heran.
"Oh ..saya lupa kalo Lara pemilik caffe hebat"lanjut Syahdan
Mereka tidak perlu berkemas karena memang barang barang Lara ada di koper dalam mobil.
"La kamu mau ganti baju sekarang?"tanya Syahdan
"heeh iya mas"jawab Lara
"Yaudah mas ambilkan baju kamu di mobil ok"
"Iya ..makasih mas"
Setelah Syahdan pergi Lara hanya diam saja.Rina dan Zid sedang ngobrol dan bercanda satu sama lain
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Syahdan sampai diparkiran dan membuka bagasi mobilnya.Mengambil koper dan membawanya kedalam mobil.Syahdan membuka koper dan mencari baju biasa yang bisa membuat Lara nyaman selama perjalanan nanti.Tapi Syahdan tertegun menatap CD dan Bra Lara,dia bingung harus memilih mana yang mungkin nyaman untuk Lara
__ADS_1
"Duh aku bingung pilih yang mana.Gimana ya?"Syahdan berpikir lama tapi tetap tak tahu harus mengambil yang mana.Akhirnya Syahdan asal mengambil saja.Setelah selesai Syahdan bergegas kembali ke ruang rawat Lara dan memberikan baju itu pada Lara
"Mau kubantu ganti baju?"tanya Syahdan
"Woyy lo mau nyari kesempatan sama ade gw hehh"Zidane menunjukkan tinjunya pada Syahdan yang dibalas cengiran oleh Syahdan
"Dah biar aku aja yang bantu Lara ganti baju"sahut Rina
Rina memapah Lara yang masih merasakan sakit dikakinya.Setelah sampai didalam Lara duduk di closet yang tertutup.Rina penasaran sejauh apa hubungan Lara dan Syahdan
"La aku mau nanya sama kamu.Daaann kamu harus jawab jujur!"ujar Rina
"Iya aku bakal jawab jujur calon kakak ipar"jawab Lara
"Sejauh apa hubungan kamu sama si dusum.
ciuman atau mungkin dah tidur bareng?hm kamu dah janji jawab jujur loh!"Rina benar benar ingin tahu
"Aku dah tidur bareng dia"jawab Lara
"Hhaaahh"Rina terpekik kaget
plak ...
Rina memukul lengan Lara
"Awww"Lara kesakitan
Syahdan dan Zidane menunggu mereka berdua keluar dengan cemas.Karena Zid mendengar Rina memekik.Dan Syahdan mendengar Lara teriak kesakitan.Sedangkan di kamar mandi kedua wanita itu melanjutkan obrolannya
"Rin itu dulu aku khilaf bener deh.Kesananya aku janji gak akan terulang lagi!"ucap Lara sambil menyatukan kedua tangannya Lara kembali berucap
"please ya jangan kasih tau Zidane"
pinta Lara dengan pelan
"Kamu benar cuma sekali"tanya Rina memastikan dan Lara mengangguk mengiyakan
Lara selesai berganti baju dan keluar dipapah kembali oleh Rina.Zid dan Syahdan segera menghampiri.
"Kalian gapapa kan?"tanya Zidane khawatir
"Aku habis pukulin adek kamu tadi Zid"jawab Rina
"Kenapa?"tanya Syahdan
"Gak mas.Tadi aku hanya merasa sakit jadi Rina kaget ."terang Lara
Dokter dan suster datang untuk memberitahukan bahwa mobil ambulance sudah siap untuk berangkat
"Permisi tuan Azwar.Mobilnya sudah siap.Dan ini suster Susi yang akan membantu mengurus keperluan kepindahan perawatan dari rumah sakit kami ke rumah sakit baru nanti"jelas sang dokter
Mereka pun siap pergi.Lara dibawa menggunakan kursi roda ke amnbulance.Setelah siap Lara baru ingat
"Zid Seren dan Jeni gimana mereka"tanya Lara
__ADS_1
"Jeni tadi dari penginapan dah pulang duluan dengan Seren bawa mobilku,dan aku nanti bawa mobilnya Syahdan.Biar Syahdan menemanimu di mobil ambulance."jawab Zidane
"oohh"
Mobil ambulance pun berangkat meninggalkan halaman rumah sakit.Dua jam kemudian mobil itu sampai di rumah sakit Pelita kota J.Suster langsung turun mendorong Lara dengan kursi roda dan mengurus kepindahannya ke rumah sakit itu.Setelah Lara mendapatkan ruan rawat ,Suster itu pamit dan kembali ke kota bersama ambulance kembali
"La aku dan Zid akan pulang dulu,nanti sore Seren akan kesini dengan Jeni tapi mungkin tidak boleh menginap karena Seren masih kecil"Rina memberitahu karena sepertinya Lara menunggu Seren
"Iya..makasih ya Rin,Zid.Kalian jadi repot gara gara aku"ucap Lara
"Lo ngomong apa sih .Lo itu adek gue.Lo pikir gue bakal diem aja gitu dengar lo kecelakaan"kata Zid
"Ya udah yuk sayang kita pulang.La Dan kami pulang ya!"Rina mengajak Zidane pulang lalu pamit pada Lara dan Syahdan.Setelah Zidane dan Rina berlalu
"Yaudah sayang kamu istirahat!"Syahdan duduk dikursi disamping Lara
drrttdrrtttt ddrtttt
Ponsel Syahdan begetar di sakunya.Syahdan melihat ID pemanggil,Bandi.Syahdan mengangkat panggilan suara itu
"Halo Ban,ada apa?"jawab Syahdan
",,,,,,;;;;?"
"Oh ok aku tunggu.Lara dirawat di kamar edelweis no 231,"jawab Syahdan
"Siapa mas?"tanya Lara.setelah Syahdan menutup ponselnya
"Ituu Bandi katanya ingin menjengukmu dengan Leni istrinya
"Oh gitu"Lara tersenyum.
"Sayang jangan senyum kaya gitu"kata Syahdan
"Loh kenapa mas?"tanya Lara heran
"Aku bakal ga tahan dan bisa menyerangmu disini"Syahdan berucap sambil menatap Lara tajam
"Ya ampun jadi istri kamu pasti merepotkan.Senyum aja bikin kamu lngsung naik tensinya"ledek Lara
Lara dan Syahdan tertawa
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
cukup sekian tuk episode ini
kita ketemu lagi d epsode selanjutnya
__ADS_1