Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu abu ch 28


__ADS_3

*jam istirahat SD Pelita 1


"Jo..ke kantin yuk!"


"Aku malas Jhon!,kamu saja!"


"Kenapa sih?,tiap kali ngelihat Andin,kamu pasti langsung bete!.Kamu malas ke kantin karena bete soalnya tadi pagi Andin semobil sama kita,ya kan?"


"Sok tahu!!,,sudah sana pergi ke kantin.Aku mau didalam kelas saja!"


"Ya sudah!"


Jhon pergi ke kelas sebelah mencari Ken dan Andin.Kebetulan mereka juga baru saja hendak keluar


"Eh kebetulan,kalian keluar.Ke kantin yuk!"


"Joan kemana?,gak kelihatan!"


"Dia lagi galau.Gak pengen keluar kelas!"


"Kalau begitu Andin pergilah lebih dulu dengan Jhon!,aku coba ajak Joan dulu!"


Andin dan Jhon pergi lebih dulu ke kantin.Ken pergi ke kelas Joan.Ken masuk dan melihat Joan sedang merebahkan kepalanya di meja sambil memegang pulpen.Joan mengetuk ngetukan pulpen ke meja.Ken menghampiri Joan


"Kenapa?"


Joan menoleh ke arah suara lalu kembali lagi pada posisi semula.Ken mencoba bertanya lagi


"Jo..tidak ingin ke kantin?"


"Pergi sana!"


"Kok marah sama aku!,salahku apa?"


"Gak ada.Aku cuma males ngomong!"


Ken duduk dikursi depan Joan.Ken ingin menemani Jo yang sedang sedih


"Aku nyuruh kamu pergi..bukan duduk!"


"Aku mau duduk disini!,sampai jam istirahat habis!"


"Aku tidak suka kamu akrab dengan Andin dan menjauhiku!"


"Siapa bilang aku menjauhimu!"


"Kamu lebih sering main sama Andin sekarang daripada dengan Jhon dan aku!"


"Aku tidak merasa begitu!,aku tetap main dengan Jhon juga denganmu!.Ya sudah kalau begitu,sekalian aku tidak akan main dengan kalian!"


Ken pergi dengan kesal.Joan juga jadi makin kesal dengan Ken


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


"Mas..kesini bawa mobil?"


"Tidak.Mas pakai taxi!"


"Dari rumah kesini pakai taxi?, ckckckk..benar benar tak bisa bertahan semalam lagi?"


"Tidak!.La sayangku!,sejak kita menikah kita selalu bersama tak pernah berpisah.Saat aku pulang,kamu pasti ada di rumah!"


"Mas..kan sering ke luar kota.Memangnya tidak ingat!"


"Tapi aku tidak khawatir,karena kamu di rumah.Sedangkan sekarang situasinya kamu di luar rumah,mas takut kamu ada yang godain!"


"Hahaha..ketakutan banget sih mas!,Kerjaanku sedikit lagi selesai.Nanti malam rencananya mau pulang!"


"Aku tungguin kamu disini!"


"Kalau begitu,mas tidur saja dulu!.Aku mau mandi terus lanjut kerja!"

__ADS_1


Lara pergi ke kamar mandi,setelah mandi dia kembali menyelesaikan pekerjaannya.


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Jam pulang sekolah,Irgi menunggu Seren di depan gerbang sekolah.Tak lama Ichal datang setelah menjemput Andin.Sambil menunggu Chika keluar,Ichal mengobrol dengan Andin


"Kak Ichal..kalo kak Ichal gak bisa nganter Andin,lebih baik Andin naik taxi atau angkot.Tidak usah nebeng sama Ken!"


"Kenapa?,mereka tidak suka padamu!"


"Mereka baik.Andin cuma tidak suka merepotkan orang!"


Irgi yang belum tahu Ichal dan Chika jadian itu berpikir jika Ichal ingin menjemput Seren.Irgi jadi kesal.Saat Seren dan Chika keluar barulah Irgi tahu kalau Ichal menjemput Chika


"Hai..Gie!,dah lama nunggunya?"


"Tidak kok sayang!,"


"Chik,Chal kita duluan ya!"


Seren dan Irgi pergi lebih dulu


"Chik!,kenalin ini Andin,adik kak Ichal!"


"Oh.Hai Andin!"


"Ya udah kita pulang sekarang!"


Chika duduk didepan bersama Ichal dan Andin duduk di belakang.Mereka bertiga tak ada yang bicara apapun dan hanya diam sampai Chika turun di gang rumahnya.Setelah mengantar Chika,Ichal langsung pulang ke rumahnya.


Sementara Seren dan Irgi,mereka sedang makan siang di rumah makan 'Serba Bebek'.


"Kamu suka makanannya tidak,sayang?"


"Suka kok,Gie!"


"Setelah makan,aku ingin mengajak kamu ke kantorku,mau kan?"


"Chika sebenarnya hanya ingin meminta uang untuk pengobatan ibunya.Jadi saat kakak memberikan kartu ATM,ya sudah selesai.Aku takut Chika dan ibunya dihina lg sama mama kalau Chika terus menerus datang meminta uang!"


"Oh!"


Selesai makan,Irgi membawa Seren ke kantornya.Sampai didepan ruangan kantor Irgi,mereka disambut sekertaris Irgi yang terlihat tidak suka dengan kedatangan Seren


"Selamat siang,pak!"


"Selamat siang!,"


"Pak Indra,pak Ronald tadi mencari bapak!"


"Oh,papa dimana sekarang?"


"Pak Ronald ada di ruangannya!"


"Terima kasih,Karlina!"


Karlina sekretaris Irgi keluar dari ruangan Irgi sambil melirik tak suka pada Seren


"Sayang,aku ke ruangan papa dulu,kamu tunggu disini sebentar!"


"Ok..Gie Gie!"


Irgi keluar dan menyuruh OB membuatkan jus jeruk untuk Seren,setelah itu Irgi pergi ke ruangan Ronald.Seren duduk di kursi kerja milik Irgi.Seren membuka laci yang tak terkunci,disana Irgi menyimpan kamera dan beberapa foto yang disimpan didalam amplop


"Boleh dilihat tidak,ya?"


Seren mengambil amplop coklat itu dari laci.Seren takut jika itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilihat,tapi Seren penasaran dan memutuskan membukanya


"Gie..aku lihat dulu ya?"


Seren bergumam pelan lalu pelan pelan membuka amplop itu.Mata Seren berbinar melihat foto dari dalam amplop itu.Seren mengeluarkan semua foto itu dari amplop dan melihatnya dengan takjub satu persatu

__ADS_1


"Ini..fotoku saat di puncak.Foto waktu aku pertama kali bertemu Irgi!.Foto fotonya sangat bagus layaknya photographer terkenal!"


Foto saat Seren melamun di pinggir sungai dibawah pohon pinus.Ada juga foto saat Seren berjalan di jalan setapak.Seren tidak menyangka jika Irgi akan mengambil gambarnya.Seren merapikannya kembali dan memasukannya kedalam amplop.Karlina melihat OB yang membawakan minuman untuk Seren


"Eh tunggu!,itu buat tamunya pak Irgi?"tanya Karlina


"Iya mba!"


"Sini aku yang bawa masuk!"


OB itu tidak menaruh curiga apa pun pada Karlina.Tapi rupanya Karlina menaruh dua butir obat sakit kepala yang sering dia bawa.Setelah obatnya larut,Karlina membawanya masuk ke ruangan Irgi dan menaruhnya di meja


"Silahkan diminum mba!"


"Lain kali,kalau mau mengerjai orang.Carilah tempat tersembunyi,jangan didepan pintu!"


"Apa..maksud mba?,saya tidak mengerti!"


Karlina mengelak dengan gugup.Karlina tidak tahu jika didepan pintu ruang kantor,Irgi memasang kamera tersembunyi dan Seren yang duduk di kursi Irgi melihat Karlina dari layar laptop yang terbuka.Karlina mati kutu saat Seren mengatakan itu


"Jangan asal bicara kamu!,kamu ini bocah SMA yang biasa jalan dan melayani direktur kaya!.Karena mendapat direktur muda seperti pak Indra,jadi kamu ingin memiliki dia.Indra tidak pantas dengan gadis murahan sepertimu!"


"Lalu menurutmu,kamu pantas?.Kamu pikir aku tidak tahu,kau menyukai Gie Gie.Lihat apa yang akan kulakukan untuk menyingkirkanmu!"


Seren celingukan mencari cctv di ruangan Irgi.Setelah yakin tidak ada cctv,Seren bangun dan mengacak rambutnya lalu mengambil jus jeruk dimeja dan menumpahkannya ke bajunya sendiri


"Kamu,mau apa?"


Seren menjawabnya dengan kedipan mata.Seren lalu berteriak


"Aakkhh!!"


Karyawan yang mendengar Seren berteriak,masuk kedalam dan melihat Seren yang tampak acak acakan dengan baju yang basah.Seseorang mencari Irgi di ruangan Ronald


"Permisi pak Indra,itu di ruangan bapak ada keributan!"


"Apa!"


Irgi segera berlari ke ruangannya disusul oleh Ronald.Saat masuk ke ruangannya,betapa marahnya Irgi melihat keadaan Seren


"Ada apa ini?"


"Itu..ituu bukan saya pak Indra!"Karlina menjawab Irgi dengan ketakutan


"Lalu kenapa Seren bisa seperti ini?,jawab!"


Karlina berjingkat kaget dibentak Irgi.Ronald masuk kedalam ruangan Irgi dan mengusir karyawan yang memenuhi ruangan Irgi


"Kalian bubar bubar..atau saya akan pecat kalian semua!..Ada apa ini,Indra?"


"Ini pah!,Karlina sudah kurang ajar pada Seren.Indra mau,papa pecat dia!"


"Bukan pak Ronald,itu dia sendiri yang menumpahkan ke bajunya.Jangan pecat saya!,saya mohon!"


"Sudah,sudah..kamu saya pindah saja ke bagian staff gudang.Keluar sekarang!"


"Terima kasih pak Ronald!"


Karlina keluar dengan sedih.Ronald menghampiri Seren.


"Ini..pacarnya Indra?"


"Iya pah.ini pacar Indra,Seren kenalin ini papa Ronald.Papanya Chika juga!"


"Saya Seren om!"


"Teman Chika juga nak Seren?"


"Iya om!"


"Ya sudah.kalian bicaralah,papa kembali ke ruangan papa!"

__ADS_1


Ronald meninggalkan Seren dan Irgi berdua.Seren merapikan rambutnya dengan tersenyum penuh kemenangan.Irgi heran melihat Seren yang baru saja dibully tapi tersenyum senang.Seren duduk di sofa dan mengelap bajunya yang basah dengan tisu.


__ADS_2