Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
51. Sexy


__ADS_3

Setelah puas menangis, Joan dan Jhon kembali ke rumah. Setelah mengganti baju, Jhon segera pergi ke cafe di sebelah rumah mereka.


"Jhon, si Ovie suruh bawakan jus alpukat untukku!" pinta Joan.


"Ok, tunggu!" Jhon masuk ke dalam cafe dan menyuruh Ovie membuat jus alpukat lalu mengantarkannya ke rumah.


Joan kembali masuk ke dalam rumah setelah menerima jus dari Ovie. Ovie adalah salah satu pegawai di cafe mereka. Joan membawa jusnya ke kamar. Joan menatap fotonya dan Ken yang dipajang di dinding.


"Aku tidak akan menyerah Ken. Tidak akan," gumam Joan. Namun ketika Joan mengingat kembali ucapan Ken yang menyuruhnya jangan lagi mengganggu, Joan merasa frustasi. Joan butuh hiburan untuk meringankan beban pikirannya. Ia pun berpamitan pada ibu dan ayahnya.


Jhon keluar dari cafe dan berpapasan dengan Joan yang sudah rapi.


"Jo, mau kemana?" tanya Jhon.


"Jalan-jalan. Andin mau tidak, ya, kalau diajak?" tanya Joan.


"Dia bilang, sih, ada perlu dengan Tante Marinka," jawab Jhon.


"Yah, berarti aku akan berjalan-jalan sendiri. Aku pergi, Jhon, bye." Joan menyetop taksi dan pergi ke mall.


***


Seren terbangun sore hari seperti biasanya. Ia keluar dari kamar setelah mandi dan mengganti baju. Seren mencari Irgi ke ruang keluarga.


"Tidak ada," gumam Seren. Ia mencari ke dapur dan ruang tamu serta halaman depan. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Irgi. Seren hanya melihat ibunya sedang menyiram tanaman. Seren menghampiri Lara untuk menanyakan dimana Irgi.


"Mama," panggil Seren.


"Sudah bangun, sayang? Ada apa?" tanya Lara.

__ADS_1


"Mama lihat Kak Irgi?"


"Di halaman belakang," jawab Lara.


"Oh, terima kasih, Ma. Seren kesana dulu," pamit Seren.


Seren pergi ke taman belakang. Tiba di teras taman belakang, Seren dibuat terpana oleh penampilan Irgi. Seren duduk di kursi teras belakang dan menatap suaminya tanpa berkedip. Irgi sedang berolahraga sore dengan memakai celana olahraga berwarna hitam dan bertelanjang dada. Melihat tubuh padat berisi milik Irgi, yang basah oleh keringat dan tersorot sinar matahari sore berwarna jingga. Sungguh pemandangan unik yang menggairahkan. Apalagi melihat dada bidang yang tegap dan sixpack di perutnya membuat Seren berpikiran liar.


Pikiran Seren membayangkan dirinya membelai dada dan perut sexy Irgi. Seren memejamkan mata dan menggeleng ketika ia sadar. Seren tersenyum sendiri menyadari pikiran liarnya. Seren membuka mata dan terperanjat.


"Ahh ...." Seren terkejut, saat membuka mata ternyata wajah Irgi di depan wajahnya. Kedua tangan Irgi memegangi kedua sisi kursi yang Seren duduki. Jantung Seren berpacu dengan cepat, hormon gairahnya melonjak naik saat melihat pria dalam khayalannya berada di depan mata.


"Gie Gie," ucap Seren dengan gugup.


"Istriku, sedang membayangkan apa?" tanya Irgi dengan kedua matanya memandang lurus ke arah mata Seren. Dengan pandangan yang menggoda dan hal itu membuat Seren makin salah tingkah.


"Mem-ba-yang-kan a-apa?" Seren mengucap ulang pertanyaan Irgi dengan gugup. Jantung Seren semakin berdetak kencang, rasanya seperti akan meloncat keluar saja.


"Hahaha .... Ketahuan, kamu bayangin hal yang menggairahkan." Irgi tertawa.


Seren membuka mata lalu mencubit pinggang Irgi. Irgi menjerit kecil, ia kesakitan dicubit Seren. Seren cemberut karena digoda oleh Irgi.


"Menyebalkan." Seren memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia mengumpat dalam hati, karena khayalan liarnya ketahuan sang suami.


"Aku mau mandi, mau ikut mandi tidak?" tanya Irgi ditelinga Seren.


Seketika wajah Seren memerah. Deru napas Irgi begitu terdengar sampai membuat tubuh Seren bergetar.


"Seren mau makan, minggir sana!" ucap Seren sambil mendorong tubuh Irgi. Seren berlari ke dalam rumah.

__ADS_1


"Tambah gemesin saja tingkah kamu, sayang," gumam Irgi tersenyum melihat Seren yang berlalu meninggalkannya di teras belakang sendirian. Irgi duduk di tangga lantai teras. Ia duduk santai memandang awan yang mulai berubah warna. Awan berwarna putih dan biru itu kini di hiasi warna kuning dan oranye. Perlahan-lahan warna langit mulai berubah gelap dan ia masih duduk santai di sana. Ia sudah ingin mandi tetapi napasnya masih memburu cepat setelah berolahraga.


Irgi merasa perlu melatih kembali tubuhnya agar bisa melindungi Seren. Ia masih mengingat kejadian saat Seren hampir saja diperkosa oleh Elden. Ia menyesal karena ia kalah dari para pengawal Elden. Untung saja, Ken datang tepat waktu. Irgi melatih gerakan tinju yang pernah Irgi pelajari saat SMA dulu.


_________________________


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


-Aunty Opposite Door I Love You 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.

__ADS_1


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2