
Selesai makan, Ken langsung meluncur ke caffe untuk menemui Joan. Tapi Joan tidak ada di sana.Ken mencoba menelpon Joan dan sampai berkali-kali tak ada jawaban.
"Ini semua gara-gara lo! lambat banget padahal cuma makan nasi goreng!" Ken jadi marah-marah pada Bidadari.
"Ya udah sih! kalo kamu putus sama pacar kamu, mending kamu pacaran sama aku aja!" ucap Bidadari dengan mengedipkan sebelah matanya pada Ken.
"Genit amat sih lo! Lagian gue gak bakalan berpaling dari pacar gue!" ucap Ken.
Bidadari terkekeh geli.
"Ha hahaha, lagipula aku cuma meledekmu! jangan ke ge'eran. Kamu sama sekali bukan tipeku!" ucap Bidadari sambil berbalik pergi dari caffe. Bidadari sengaja berjalan kaki untuk membakar lemak dari makanan yang baru saja dimakannya.
Ken menelpon kembali dan kali ini Joan mengangkatnya.
"Halo, Jo! kamu dimana? Aku sudah sampai di caffe!" ucap Ken.
"Bersama wanita itu?" tanya Joan dengan menahan tangis.
"Iya, aku... Jo, Jo, halo!"
Joan menutup telponnya dan tak memberikan Ken waktu untuk menjelaskan.
__ADS_1
"Aakkkhhh... sial, sial!" Ken berteriak di luar caffe dengan frustasi. Tiba-tiba Joan mengirimi Ken pesan.
^Ken.
Gue gak mau lagi ketemu lo.Mulai hari ini dan seterusnya, jangan cari gue lagi. Kita PUTUS
"Putus! lo mau putus dari gue, Jo? Ok."
Ken mengejar Bidadari yang belum jauh. Ken menarik tangan Bidadari dan menariknya dalam pelukan.
"Lepasin, kamu ngapain? ehm," ucapan Bidadari dibungkam oleh mulut Ken. Bidadari memberontak tapi Ken mengunci dengan kuat dalam pelukannya. Ken yang sedang sangat frustasi mencium Bidadari dengan rakus sampai Bidadari lemas dan hampir kehabisan nafas. Setelah Ken mengendurkan pelukannya, Bidadari merosot lemas dan terduduk di jalan.
"Bie, kamu gak apa-apa kan?" tanya Ken merasa bersalah.
"Maaf, Bie! aku minta maaf!" ucap Ken sambil mencoba membantu Bidadari bangun. Bidadari menepis tangan Ken.
"Jangan sentuh aku! singkirkan tangan kamu! aku gak mau kamu sentuh!" Bidadari teriak-teriak histeris. Ken membopong Bidadari dan memasukannya ke dalam mobil. Ken mengunci pintu mobilnya, karena dia takut Bidadari akan lari.
Bidadari terisak di dalam mobil, disampingnya, Ken hanya bisa meminta maaf.
"Bie, aku minta maaf! aku lagi emosi banget tadi! Joan mutusin aku!" ucap Ken sambil tangannya menyentuh pundak Bidadari. Bidadari menepiskan tangan Ken.
__ADS_1
"Apa hubungannya denganku? kenapa kau menciumku! aku sudah bersedia menjelaskan jika pacarmu itu datang. Tapi dia tidak datang dan kau melampiaskan kemarahanmu padaku! buka pintunya! aku mau pergi! buka... " Bidadari menggedor pintu mobil. Ken membuka kuncinya dan Bidadari pergi menggunakan taxi.
Ken membentur-benturkan kepala di kemudi mobil dengan kesal. Ken sadar dia salah, Bidadari tidak bersalah dalam hal ini. Kenapa Ken malah melecehkan Bidadari, Ken merasa menjadi pria yang sangat brengsek.
Di rumah Zidane
Joan menyegarkan diri dalam bak mandi, entah kenapa Joan merasa sedih dengan keputusannya memutuskan Ken. Tapi bayangan Ken dengan wanita lain itu membuat Joan sakit hati.
Tok tok tok
Jhon mengetuk pintu kamar Joan. Joan yang baru selesai mandi itupun membuka pintu. Jhon langsung menyerobot masuk dan menutup pintu lalu bertanya dengan berbisik.
"Rui bilang, Ken selingkuh! benar?" tanya Jhon dengan menahan emosi.Joan mengangguk.
"Sialan! akan gue hajar si Ken itu!" Jhon mencak-mencak dan Joan segera menutup mulut Jhon dengan telapak tangannya. Joan tidak mau sampai orang tuanya tahu, meskipun hanya saudara angkat tapi tetap saja Lara dan Zidane adalah saudara. Joan tidak mau melibatkan orang tua dalam permasalahan cinta mereka.
"Sudahlah, Jhon! gak usah lebay, gue baik-baik aja!" ucap Joan. Jhon hanya takut Joan akan bersedih. Joan memang sangat sedih tapi dia menutupinya dengan sempurna. Jhonpun percaya dengan ucapan Joan.
"Bener? lo baik-baik aja!" Jhon bertanya lagi untuk meyakinkan. Joan mengangguk, Jhon keluar dari kamar Joan.
Di rumahnya Ken memikirkan keadaan Bidadari setelah dia mencium paksa Bidadari. Ken juga memikirkan Joan, Ken kecewa karena Joan selalu saja tak mempercayainya. Padahal sejak mereka berumur dua belas tahun, Ken sudah sangat menyayangi Joan. Tak pernah sedikitpun Ken berpikiran untuk berpaling dari Joan.
__ADS_1
Tapi entah kenapa, Ken merasa kali ini dia merasa perasaannya pada Joan berubah. Bukan karena kehadiran orang lain di hati Ken. Tapi karena Ken lelah dengan sifat cemburuan Joan, padahal Ken selalu menganggap rasa cemburu Joan mungkin karena Joan sangat mencintainya. Kenyataannya kecemburuannya membuat Ken semakin lelah menghadapi Joan.
"Biarlah, untuk sementara kita berpisah dulu Jo! tapi aku tidak pernah ingin menyerah memperjuangkan cinta kita. Mungkin kita memang harus menjaga jarak dulu," gumam Ken sambil memandang keluar dari jendela kamarnya.