
Hari perlombaan fashion showpun tiba.Chika sedang dirias di ruang make up.Seorang pria berpakaian hitam menyelinap ke ruang kostum dan menaburkan sesuatu kebagian dalam gaun pengantin yang akan Chika kenakan.
"Mba Chika!,siap siap ya!.Lima peserta lagi mba Chika tampil!" ucap Tasya
"Iya.Ini saya akan mengganti baju!" jawab Chika.
"Ok!"
Chika pergi ke ruang kostum,dia mengambil gaun ungu muda itu dan masuk ke ruang ganti.Saat Chika selesai berganti baju dan keluar dari ruang ganti dia merasa kulitnya gatal.
Satu peserta lagi Chika akan tampil.Dia menahan rasa gatal yang semakin lama bercampur rasa terbakar.
"Mba Chika,semangat!" ucap Tasya.Chika hanya tersenyum dengan tubuh gemetar.Tak lama kemudian giliran Chika tampil
^Kita sambut rancangan gaun pengantin dengan nomor peserta 25.Gaun pengantin rancangan designer Caroline. T.Beri tepuk tangan^..ucap pembawa acara.
prokk prokk prokk..suara tepuk tangan menggema dibawah catwalk.
Hari ini bukan hanya Ichal yang menonton tapi juga Seren,Irgi,Marinka dan juga Ronald.Merekalah yang paling antusias untuk melihat Chika tampil.
Chika akhirnya keluar dengan keringat yang mulai keluar didahinya.Chika berjalan pelan dengan gemetar.Terdengar riuh penonton yang mengatai Chika.
"Huuhhh..turun saja,turun.Masa model jalannya gemetar begitu!" ucap salah satu penonton
Seren merasa ada yang aneh dengan Chika.Seren,Irgi,Marinka,Ronald dan juga Ichal menjadi tegang dan khawatir melihat Chika.
"Ada yang salah,Gie!" ucap Seren
"Iya sayang,tapi apa ya?" Irgi berpikir keras mencari tahu kenapa Chika bisa seperti itu.Ditengah lamunannya,tiba tiba terdengar yang berasal dari atas catwalk.
Saat Chika ditengah tengah panggung,tiba tiba besi penyangga lampu diatas kepala Chika terjatuh dan tepat menimpa tubuh Chika.
__ADS_1
"Aakkhhh..!!"Chika menjerit saat tubuhnya tertimpa besi.Dan seketika itu pula Chika pingsan.Ichal segera berlari dan naik ke atas panggung,begitu juga Seren,Irgi,Marinka dan Ronald.Mereka naik keatas panggung dengan panik.
"Sayang,bangun sayang!" Ichal segera membopong Chika keluar menuju parkiran dan memasukan Chika kedalam mobil,Ichal melaju dengan kecepatan tinggi.Darah dari pundak Chika yang sobek tercabik lampu tembak yang menempel di besi itu terus mengalir.Dibelakang mobil Ichal,ada mobil Irgi dan Ronald.
Tiba di rumah sakit,Chika langsung dilarikan ke ruang operasi.Tasya menyusul dengan menggunakan taxi.Di depan ruang operasi semuanya berkumpul dengan cemas.Marinka tak hentinya menangis,Seren memeluk pundak Marinka untuk menenangkannya.
"Bapak,Ibu saya minta maaf,saya benar benar minta maaf.Mba Chika jadi celaka seperti ini!" ucap Tasya sambil menunduk berkali kali
"Ini bukan salahmu,tak perlu seperti itu!" ucap Ronald pada Tasya
"Irgi!,pergilah bawa beberapa bodyguard papa.Selidiki sampai tuntas masalah kecelakaan ini!" tambah Ronald
"Permisi pak,bu!,saya harus melaporkan masalah ini pada pemilik boutiqe.Saya pamit pergi!" ucap Tasya.Ronald hanya mengibaskan tangan dan Tasya pun pergi.
Dia menyetop taxi dan pergi meninggalkan rumah sakit.Ponsel Tasya berdering
"Halo mba Caroline,semuanya berjalan sesuai rencana.Chika berada di ruang operasi,meskipun belum bisa dipastikan dia mati atau tidak!" ucap Tasya
"Bagus!!,,pastikan pria yang kau sewa itu tidak dikenali.Jangan sampai dia tertangkap,mengerti!"
"Bagus..bonusmu akan kutambah!"
"Terima kasih!" Panggilan diakhiri setelah Tasya mengucapkan terima kasih.
"Aku tidak tahu ada dendam apa mba Caroline pada model itu?,ah terserah mereka mau membenci siapa!" gumam Tasya.
Di rumah sakit,operasi Chika sudah selesai.Dokter keluar dan memanggil keluarga Chika.
"Bagaimana keadaan putriku dokter?" tanya Marinka.
"Bisa saya bicara dengan ibu dan bapak di ruangan saya?"
__ADS_1
"Iya dok,bisa!" jawab Marinka.Ronald dan Marinka mengikuti dokter yang berjalan ke ruangannya.
Seren dan Ichal masih menunggu di depan ruang operasi.Seren mengusap pundak Ichal.
"Sabar ya,Chal!" ucap Seren.Ichal menunduk sedih.Belum genap sebulan sejak mereka kembali bersatu setelah empat tahun mereka LDRan.Tapi Chika sudah tertimpa musibah.
Di ruang dokter.Marinka dan Ronald sudah duduk didepan meja dokter.
"Jadi bagaimana keadaan Chika,dok?" tanya Ronald
"Luka dipundak saudari Chika sudah kami jahit,tetapi tulang pundaknya mengalami retak ringan.Yang ingin saya tanyakan adalah,apakah saudari pasien mempunyai alergi?" tanya dokter
"Tidak dok!,saya yakin Chika tidak mempunyai alergi terhadap apa pun!.Ada masalah apa dokter,kenapa dokter bertanya begitu?" tanya Marinka
"Seluruh tubuh korban memerah,seperti reaksi alergi akut.Untungnya belum sampai melepuh!.Jika begitu hanya satu yang bisa saya lakukan.Saya akan mengecek gaun pengantin pasien,bisa jadi ada sesuatu yang salah dengan gaun itu!" ucap sang dokter
"Lakukanlah yang terbaik untuk putri kami dokter!,soal biaya tak jadi masalah.Saya ingin dokter periksa gaun itu dan cari tahu dengan jelas penyebabnya!" ucap Ronald.Setelah mengucapkan itu,Ronald kembali ke depan ruang operasi.Chika didorong keluar diatas ranjang dorong.Dia dipindahkan ke ICU sebelum Chika sadar.Keesokan paginya Chika sadar dan dipindah ke ruang rawat.
Irgi datang ke rumah sakit setelah semalaman mencari petunjuk di tempat fashion show diadakan.Dia langsung menemui Ronald yang berada di ruang rawat Chika.
"Pah!" panggil Irgi
"Irgi,bagaimana?"
"Maaf pah,Irgi tidak bisa melacak pelakunya.Satu satunya yang Irgi temukan hanyalah fakta bahwa ada seseorang yang melepas baut penyangga besi itu dan juga sebuah tali penyangga yang dipotong saat Chika tampil.CCTV hanya memperlihatkan bayangan hitam!"Irgi menjelaskan semuanya di depan Chika dan yang lainnya.
Chika berkerut heran memikirkan siapa yang sudah melukainya.Dia merasa tak pernah bertengkar dengan siapapun selama tiga minggu datang ke Indo.Chika dirawat cukup lama untuk memulihkan luka memar merah di sekujur tubuhnya.
*******************
readers..episode special yg akan up selanjutnya kisah Irgi-Seren
__ADS_1
so tetap stay ya!!
see you readers ter♡