Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu àbu ch 3


__ADS_3

balik lagi readers


maaf ya author cuma bisa up dikit perminggunya


happy reading


smoga suka ya


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


"Kak.. Seren kena!!"ucap Joan


Seren seketika tersadar dari keterpanaannya karena suara Joan yang mengagetkan Seren dibelakangnya.Saking terpesonanya Seren bahkan tidak sadar jika pria yang ditatapnya sudah pergi dari tadi.Seren celingukan ke kanan ke kiri mencari keberadaan pria itu tapi nihil


"Kak Seren nyariin apa sih!!,jangan jangan ka Seren kesambet lagi..Aahhh!!"Joan berteriak dan berlari menuju villa


"Pahh..mah..tante..om..toloong!!"Teriakan Joan membuat Orang tua mereka yang sedang bersantai itu panik seketika berlari menghampiri Joan yang berlari turun dari atas bukit


"Kenapa Joan,,kok teriak minta tolong?"tanya Lara yang selalu khawatir


"Itu tante..kak Serennn,,"Joan manggantung ucapannya


"Seren...ada apa dengan Seren?"Lara mulai bertanya dengan panik.Tak lama Seren turun dari bukit.Lara langsung berlari dan memutar mutar tubuh Seren


"Kamu gak apa apa sayang heh? apa ada yang sakit,bilang mama sayang!"ucap Lara


"Seren gak apa apa mah.Emang Seren kenapa?"Seren balik bertanya dengan heran


"Terus Joan kenapa teriak minta tolong?"tanya Rina

__ADS_1


"Habisnya kak Seren nakutin sih,bengong aja ditengah kebun teh.Joan kira kak Seren kesambet hehe!"ucap Joan lalu tersenyum


"Huuffhh..Joan jangan sekali kali teriak minta tolong seperti itu jika bukan hal yang gawat.Kamu hampir saja buat tante Lara jantungan.Cepat minta maaf!"ucap Rina


"Maaf om,maaf tante,maaf semuanya"ucap Joan


"Sudah sudah tidak apa apa.Sebentar lagi gelap.Lebih baik kita masuk!"ucap Syahdan.Merekapun semua berjalan masuk ke villa.Seren berhenti sejenak dibelakang mereka dan menoleh ke belakang.Ditengah kebun teh pria itu berdiri menatap Seren dikejauhan.Seren tersenyum lalu berbalik dan masuk ke dalam villa


Rina dan Lara langsung pergi ke dapur untuk memasak makan malam.Sedangkan yang lain berkumpul di ruang tamu


"Rin..kamu gak ada rencana nambah momongan?"tanya Lara sambil memotong bawang bombay


"Yang ada harusnya kamu La.Kan belum punya anak cewe!"ucap Rina


"Kan udah ada Seren!"jawab Lara.Seren yang merasa haus berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.Tapi langkahnya terhenti mendengar obrolan Rina dan Lara.Seren bersembunyi didinding dekat dapur


"Bedalah La.Seren kan bukan lahir dari rahim kamu.Jadi kamu tetap baru punya anak satu.Tambahlah satu lagi,siapa tahu dapat anak cewe!"ucap Rina.Seren berbalik pergi dengan sedih,Seren masuk ke kamarnya.Dia termenung duduk ditepi ranjang


"Rin..kamu tahu bahkan sebelum aku mencintai dan menyayangi mas Syahdan yang lebih dulu membuat aku sayang adalah Seren.Meskipun dia bukan dari rahimku tapi aku menyayanginya seperti anak kandungku sendiri.Aku tidak suka kamu membedakan kedua anakku Rin!"rungut Lara dengan kesal


"Ya bukan maksud aku gitu.Maaf kalo bikin kamu kesal.Aku tahu rasa sayangmu pada Seren begitu besar.Lupakanlah ucapanku,sekarang lebih baik kita sajikan makan malamnya!"ucap Rina merasa bersalah


Seren dikamar melamun dengan perasaan sedih


"Jadi di mata mama Lara selamanya aku hanya anak yang pernah diasuh olehnya hiks hiks hiks.Padahal aku sangat sayang pada mama Lara layaknya ibuku sendiri!,hiks hiks"Seren menggumam sedih dan terisak dengan wajah terbenam dibantal yang dipeluknya


"Anak anak..mas ayo makan"panggil Rina.Mereka semua menghampiri Rina dan Lara dimeja makan kecuali Seren yang sedang menangis di kamar.Lara celingukan mencari Seren


"Ken..kak Seren mana? kok gak ikut nyamper!"ucap Lara

__ADS_1


"Gak tahu ma? mungkin kakak di kamar.Soalnya tadi pergi dari ruang tamu!"jawab Kenan


"O..yasudah kalian makanlah lebih dulu.Mama paanggil kak Seren dulu!"ucap Lara lalu pergi ke kamar Seren.Seren yang mendengar langkah kaki menuju ke kamarnya segera menghapus air matanya


"Seren..!"panggil Lara setelah membuka pintu kamar Seren


"Makan yuk sayang!"ajak Lara.Seren tidak menjawab dan hanya bangun dari ranjang lalu berjalan ke ruang makan


"Seren kenapa ya? kok tiba tiba murung gitu?"gumam Lara yang masih berdiri ditengah kamar dengan bingung.Kemudian Lara pun menyusul ke ruang makan dan mereka semua makan dengan lahap kecuali Seren dan Lara.Seren makanannya hanya diaduk aduk seraya dipandang,Lara pun yang sibuk memperhatikan Seren hanya memakan makanannya sedikit


Selesai makan Rina dan Lara mencuci piring.Setelah itu mereka masuk ke kamar masing masing.Karena lelah setelah perjalanan jauh,mereka semua tidur lebih awal.Lara masuk ke kamarnya dan Syahdan sudah tertidur.Lara berdiri didekat kaca jendela memandang ke arah danau yang gelap.pikirannya melayang memikirkan sikap Seren


Syahdan terbangun dan menghampiri Lara.Syahdan memeluk Lara dari belakang,Lara terperanjat kaget


"Lagi mikirin apa sih sayang? Sampe kaget gitu mas peluk!"ucap Syahdan.Syahdan mengecup leher Lara lalu menempelkan dagunya di pundak Lara


"Kalau ada masalah,cerita sama mas.Jangan ngelamun sendirian seperti ini.Mas khawatir!"ucap Syahdan


"Tidak ada apa apa mas!,Sudahlah mari kita tidur!"ucap Lara.melepaskan pelukan Syahdan


"Masa tidur sayang!"goda Syahdan


"Kamu kan capek mas habis menyetir jauh kesini!"ucap Lara yang sudah faham dengan tingkah Syahdan


"Iya sih.Tapi kalau buat yang satu itu mas masih sanggup kok buat bertanding beberapa ronde!"ucap Syahdan maju perlahan mendekati Lara.Dan selanjutnya merekapun melakukan ritual rutin suami istri.


Selanjutnya readers lanjutkan sendiri♡♡♡acara ML mereka hahaha


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

__ADS_1


please like n koment


readers tersayang kira kira kaya gimana ya bayangin Lara n mamas Syahdan ML 7 ronde hihi


__ADS_2