
"Pelajaran hari ini cukup sampai disini dulu.Jangan lupa minggu depan kumpulkan tugas IPA,yang tidak mengumpulkan tugas akan ibu tambah tugasnya!" ucap guru IPA menyudahi pelajaran.Bu Via guru IPA itu memang guru yang tegas.
Bel berbunyi yang menandakan kelas hari ini berakhir.Semua siswa siswi sudah mulai keluar satu persatu setelah mereka membereskan buku buku mereka kedalam tas.Tersisa Jhon,Ivy dan Andin didalam kelas.Andin sedang merapikan alat alat tulisnya.Ivy yang telah selesai membereskan buku segera menghampiri Jhon.
"Baby..kita jadi kan pergi nonton?" tanya Ivy dengan senyum lebar.
"Jadi,,dong!" jawab Jhon.Andin segera keluar dengan terburu buru.Andin pulang dengan berjalan kaki.Dia ingin mencari udara segar dengan pulang berjalan kaki.Melihat pemandangan hiruk pikuk jalanan kota Jakarta.
"Heehh fuuhh..niatnya pengen cari udara segar tapi malah pusing lihat jalanan macet.Mampir ke kedai es kelapa seger kayanya deh!" gumam Andin saat melewati kedai es kelapa muda.Andin masuk kedalam dan memesan es kelapa muda.
Ken dan Joan menunggu Andin dan Jhon di parkiran.Saat Jhon keluar digandeng oleh Ivy darah Joan mendidih.Dia menarik Jhon menjauh dari Ivy.
"Lo ini bego atau apa sih?,gw kan dah bilang sama lo kalo Andin suka sama lo!,terus kenapa lo masih sama tuh ulat bulu?" tanya Joan.Jhon tersenyum tipis dan berbisik pada Joan.
"Lo lihat aja!,gak usah banyak komentar,ok!" bisik Jhon.Joan yang kesal dengan Jhon memilih segera mengajak Ken pulang.Ivy serasa diatas angin karena merasa Jhon lebih memilih dan membela Ivy.Ivy tahu dengan jelas kalau Joan tak pernah menyukainya.
"Ayo masuk!"ucap Jhon sambil membukakan pintu untuk Ivy.
Mereka pergi meninggalkan halaman sekolah.Ditengah jalan Jhon menepikan mobilnya.
"Kenapa beib?,kok berhenti disini?" tanya Ivy sambil celingukan melihat kesekeliling dari dalam mobil.
"Gw mau kita putus mulai hari ini dan detik ini juga.Sekarang lo turun disini,gw gak bisa anterin lo pulang!" ucap Jhon tanpa menatap Ivy.
"Tapi Jhon,apa salahku!"
"Gak ada!,gw cuma udah bosen main main sama lo!.Lo tahu kan batas waktu gw pacaran sama mantan mantan gw.Seminggu!!,,dan gw mau kasih lo selamat karena sudah menjadi mantan pertama yang bertahan sama gw selama dua minggu!" ucap Jhon.Dia turun dan membukakan pintu untuk Ivy agar segera keluar.
Ivy menangis dan melamun di pinggir jalan.Sementara Jhon putar balik untuk mencari Andin karena dia melihat Andin berjalan sendiri saat tadi dia melewati jalanan sekitar sekolah.Andin sedang asyik menonton drakor favoritnya sambil sesekali menyesap es kelapanya.Jhon tiba tiba melongok dari belakang Andin.Jhon menaruh dagunya di pundak Andin membuat jantung Andin serasa melompat keluar.
"Lihat apa sih?,serius bener!" ucap Jhon melirik ke arah wajah Andin,Andin juga menoleh ke arah Jhon membuat jarak diantara mereka begitu tipis.
__ADS_1
deg deg deg deg...suara debaran jantung mereka berdua seperti genderang yang ditabuh bertalu talu.Wajah mereka berdua memerah dan Andin segera bangun dengan kaget membuat dagu Jhon yang bersandar dibahu Andin itu tersenggol bahu Andin.Jhon meringis kesakitan.
"Aawwhh!!" Jhon meringis saat dagunya membentur bahu Andin. Lidahnya tergigit karena itu,untung saja pelan.Andin jadi panik
"Jhon..maaf,, maaf aku gak sengaja!.Habisnya kamu ngagetin aku tiba tiba kaya gitu!.Apa sakit?" Andin memegang kedua pipi Jhon dan melihat bibir Jhon.Jantung Jhon berdetak semakin cepat saat Andin memegang pipinya.Semenit kemudian Andin sadar dan melepaskan tangannya dari pipi Jhon.
"Bibir gw gak apa apa!,tapi lidah gw tergigit!,sakit tahu!" ucap Jhon mendramatisir keadaan.
"Aku minta maaf!,sungguh tidak sengaja!.Kita ke rumah sakit sekarang!"Andin membayar es kelapanya dan menarik Jhon menuju ke mobil Jhon.Jhon melajukan mobilnya pergi tapi bukan ke rumah sakit melainkan rumah Andin.
"Kok malah nganterin pulang?,gak ke rumah sakit?" tanya Andin heran.
"Enak aja!,lo yang bikin gw terluka terus lo mau nyuruh dokter yang tanggung jawab!"ucap Jhon.Andin merasa bersalah.
"Tapi aku kan mengajakmu ke rumah sakit untuk tanggung jawab!"jawab Andin membela diri.
"Tapi yang ngobatin gw kan dokter,bukan lo!"ucap Jhon.
"Ya sudah masuk dulu!,aku obatin lukamu!" Andin turun dari mobil Jhon dan mengajak Jhon masuk ke rumahnya.Ternyata Ken dan Joan mengintip dari jendela rumah Ken.Mereka tertawa karena misi merekà berhasil.
"Ekhemm gw pulang dulu!" Joan langsung berlari keluar rumah dan menyetop taxi yang lewat.Ken tadinya mengejar sebelum Joan masuk kedalam taxi tapi terlambat karena Joan keburu naik.
"Hahh..mau gw anterin pake motor malah dah kabur aja tuh anak!.Joan kalau lagi blushing gitu tambah imut dan gemesin!" Ken tersenyum dan masuk kembali ke dalam rumah.
Andin sudah membawa kotak P3K tapi Andin bingung pakai obat apa untuk mengobati lidah yang terluka karena tergigit.Jhon hanya terus menatap Andin dengan senyum geli melihat Andin kebingungan memilih obat.
"Din..kamu cemburu ya?,aku jalan sama Ivy tadi!"
"Gak!,apa statusku untuk marah padamu!" ucap Andin menutup kembali kotak P3Knya.
"Sebaiknya kamu ke rumah sakit saja,aku tidak tahu bagaimana caranya mengobati lidahmu!" ucap Andin.Dia duduk didepan Jhon dan menyuruh Jhon pergi.Jhon bangun,Andin pikir Jhon akan pergi tapi ternyata Jhon malah memerangkap Andin yang terpojok kesandaran kursi.
__ADS_1
"Ka..kamuu ma..uu apa?" tanya Andin dengan gugup.
"Minta tanggung jawab sama lo!"
"Aku tidak bisa mengobatimu,pergi saja ke dokter!" usir Andin.
(Ngapain sih ni orang,aku bisa kena serangan jantung kalau dia dekat dekat mulu kaya gini!) gumam Andin dalam hati.
"Ada satu cara buat lo,hisap lidah gw yang luka!" ucap Jhon didepan wajah Andin
"Apaa..!!" Andin terkejut dengan ucapan Jhon.Andin mencoba mendorong Jhon tapi tidak berhasil.Jhon lalu mengecup bibir Andin sekilas.Andin terkejut dan tubuhnya menegang kaku karena ciuman singkat Jhon.Mata mereka bertemu dan saling tatap.
"Andin..lo harus tahu!,alasan gw gonta ganti pacar karena gw suka sama lo!" ucap Jhon
"Kalo kamu suka sama aku,kenapa kamu malah gonta ganti pacar?,jangan kau pikir aku akan mudah dibodohi seperti barisan mantan mantan kamu!" jawab Andin memalingkan wajahnya.
"Karena gw ingin tahu perasaan lo sama gw!,tapi selama gw bergonta ganti pacar,lo sama sekali tak bereaksi apa pun!.Baru kali ini gw lihat lo bereaksi saat gw pacaran sama Ivy.Kenapa Ivy bisa membuat lo kesal dan cemburu?" tanya Jhon tak mengalihkan pandangannya pada Andin.
"Karena aku mendengar dia bicara dikamar mandi,katanya dia cuma mau manfaatin kamu!,karena itulah aku tidak bisa tinggal diam.Dan aku sama sekali tidak cemburu pada Ivy.Aku bukan siapa siapamu jadi aku tak punya hak!" jawab Andin.Jhon menangkup dagu Andin dan menariknya agar menatap Jhon.
"Baiklah kalau begitu gw akan membuat lo mempunyai hak untuk cemburu!" ucap Jhon lalu melumat mesra bibir Andin.Mata Andin membelalak lebar karena tak menyangka Jhon akan menciumnya.Andin diam terpaku kemudian lama kelamaan Andin menutup matanya dan membalas lumatan lumatan mesra Jhon.Andin terengah engah hampir kehabisan nafas,dia mendorong Jhon.Ciuman merekapun berakhir.
"Aww..shh" Andin mengusap Keningnya yang disentil Jhon.
"Makanya jangan baca buku mulu.Sekali sekali olah raga biar nafasnya bisa lebih panjang,jadi bisa ciuman lama!"Jhon meledek Andin dan mendapat tatapan tajam dari Andin
"Sekarang lo udah punya hak buat cemburu karena lo sekarang cewek gw.Lo cuma milik gw dan lo punya hak buat cemburu kalo ada cewek yang dekat sama gw.Kita jadian ya?" ucap Jhon.
"Gak mau!,enak aja!.kamu ngajak jadian setelah puas gonta ganti pacar!.Aku juga mau pacaran dulu sama banyak cowok baru jadian sama kamu sebagai pilihan terakhir!" goda Andin.
"Gw bakalan patah patahin tangan cowok yang berani megang lo!" jawab Jhon mengancam Andin.Andin tersenyum geli melihat kecemburuan Jhon.
__ADS_1
"Kalau aku mau,banyak cowok yang nembak setiap seminggu sekali,,tapi hati aku tidak bisa berkhianat dan hanya suka sama kamu!" ucap Andin.Dia mendorong Jhon agar menjauh.Jhon berdiri didepan Andin.Andin bangun dari sofa dan memegang kedua pipi Jhon.
"Ok!,kita jadian.Sekarang kamu pulang,takutnya tante Rina khawatir!" ucap Andin.Meskipun berat berpisah dengan Andin tapi Jhon akhirnya pulang juga.Setelah Jhon pulang,Andin ke kamar dan melemparkan tubuhnya ke ranjang dan berguling guling saking bahagianya.Akhirnya Jhon menjadi pacarnya dan membalas perasaan Andin.Merekapun resmi jadian mulai detik ini.