Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 26


__ADS_3

author bala bala is back



aq g jnji up tiap hari y sayang


tp aq usahakan semampuku untuk ttp up



aq slalu bahagia menulis crita tntang mreka brdua,,smoga para readears jg merasakan hal yg sama sprtiku



happy reading


selamat membaca


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***seminggu kemudian



"Mas Syahdan sudah seminggu ini tak pernah menatapku.Apa dia benar benar marah padaku?Ahh aku sangat merindukanmu mas!kenapa kau berubah?apa kau sudah mendapatkan wanita lain?"Lara bergumam sedih dihatinya.Merasakan rindu yang menyiksanya selama seminggu terakhir ini.Setiap hari dia bertemu Syahdan saat sarapan tapi Syahdan hanya mengucap selamat pagi lalu pergi



Hari ini hari libur,Lara malas pergi ke rumah Syahdan.Bagaimana bisa dia bertemu Syahdan seharian di hari ini,sedang Syahdan tak mau bicara apapun padanya.Itu akan semakin menyiksa hatinya.Zidane heran hari ini sudah jam 8pagi tapi mobil Lara masih terparkir rapi diluar,biasanya saat Zidane bangun mobil Lara sudah tak ada.Menandakan sang pemilik mobil juga sudah tak ada di rumah



Zidane penasaran dan mencoba membangunkan Lara.Zidane melangkah ke arah kamar Lara



toktok tok tok



"La..lo dah bangun?"Zidane tak mendengar suara dari dalam.Zidane mengetuk kembali tapi tetap tak ada jawaban.Akhirnya dia memutar handle pintu,tidak dikunci



"La,,gue masuk ya?"Zidane membuka pintu dan masuk



Zidane melihat Lara sedang duduk dikursi panjang yang terletak didekat kaca.Lara terlihat sedang melamun menatap ke arah kaca yang dia buka gordennya,memperlihatkan halaman belakangnya yang asri dengan banyak tanaman bunga.Lara bahkan tak mendengar Zidane yang terus memanggilnya.Rindunya pada Syahdan tak terbendung.



"La.."Zidane memanggil sambil menepuk pundak Lara



"Astagaa"Lara terlonjak kaget



"Kamu gak ke rumah Syahdan?"tanya Zid



"Tidak Zid aku malas sekali bangun.Lagipula ini hari minggu,Seren libur dan Syahdan juga libur jadi aku libur dulu mengasuh Seren kan ada bapaknya"jawab Lara



"Oh gitu.gue kira karena weekend jadi lo mau jalan jalan sama Seren dan Syahdan.biar terlihat seperti keluarga bahagia haha"ledek Zid



"ihh Zid ngeselin,bikin aku tambah badmood aja!"Lara bangkit dan mendorong Zidane keluar dan mengunci pintu



Lara memutuskan berendam air hangat di bathtub dicampur dengan air essen mawar.Lara berendam sambil membayangkan sikap Syahdan seminggu ini.Syahdan selalu menghindarinya tatapan mata Syahdan juga selalu dingin.Lara memejamkan matanya berusaha merilexskan pikirannya



Sementara di rumahnya Syahdan sudah rapi menggunakan baju santainya.Dia memilih kaos hitam press body yang mencetak dada bidangnya yang kekar dipadu dengan celana bahan nylon yang sedikit longgar berwarna navy.Dia sedang menunggu Lara,hari ini dia berniat menyudahi hukuman Lara.Syahdan sebenarnya sudah tau kalau Lara menangis karena merindukannya,saat kemarin tak sengaja tas kantornya tertinggal.Syahdan melihat Lara duduk diruang makan dan bergumam jika dia merindukkan Syahdan

__ADS_1



Tapi sampai pukul setengah 9 Lara belum juga datang.Syahdan mencoba menelpon Lara,tapi tidak diangkat oleh Lara karena ponselnya ditempat tidur sedangkan Lara sedang asyik berendam.Seren menghampiri ayahnya dan bertanya



"Pah..mamah belum datang ya.Selen pengen maen baleng mamah"celoteh Seren



"Belum sayang.Seren tunggu aja ya!"hibur Syahdan


^^^^^^^^^^^^^


***rumah Lara



Lara selesai berendam dan memakai kaos santai warna hijau daun dengan pundak terbuka dan lengan baju menggantung dikanan dan kirinya dipadu rok mini jeans diatas lutut memperlihatkan paha putih mulusnya.Lara hanya menggunakan pakaian seperti itu di rumah,karena dia tidak berniat keluar rumah.Sampai suara Zidane membuatnya kaget



"Laa Lara.."Zidane berteriak dari luar kamar sambil menggedor pintu kamar Lara yang terkunci.



ceklek


Lara membuka pintu dengan malas



"Apa sih Zid...pengang kupingku!!"jawab Lara



"Seren jatuh dari tangga barusan Syahdan nelpon gue karena nelpon lo g diangkat katanya"Zidane berkata dengan gugup



Lara segera menyambar ponsel dan kunci mobilnya lalu pergi tanpa mengganti baju rumahnya yang tentu saja terlalu sexy itu apalagi yang akan ditemuinya adalah orang paling mesum yang pernah dipacari Lara.Lara sampai lima belas menit kemudian,dia langsung berlari masuk




Syahdan keluar dari kamarnya dan melihat Lara dari atas tangga.Lara melihat Syahdan yang sedang turun tangga,pacarnya itu terlihat sangat tampan dengan kaos hitamnya.Lara tidak mengalihkan pandangannya pada pria yang sangat dirindukannya itu.Syahdan sampai di depan Lara,Lara meneteskan air mata entah kenapa dia merasa sedih harus berhadapan dengan Syahdan.Lara takut jika Syahdan mengacuhkannya lagi,tapi lalu Lara teringat jika dia kemari karena Seren



"Seren ma..na mass?"Lara bertanya pada Syahdan dengan khawatir



"Apa kau tidak menanyai kabarku juga?"Syahdan menatap Lara intens dengan jarak dua langkah mereka berhadapan.Lara hanya diam mencerna ucapan Syahdan yang selama ini mengacuhkannya



"Jawab Seren dimana mas?aku tidak datang untuk berbasa basi denganmu!"ucap Lara ketus



"Seren tidak ada dirumah.Dia kusuruh main dan berjalan jalan dengan bi Eli dan pak Samin!"dengan senyum mesum khas Syahdan


"Kamu terlihat sexy sayang"ucap Syahdan mengusap bibirnya dengan ibu jari



Lara hanya terdiam bingung.Apa iya ini Syahdan yang dulu kembali,setelah seminggu yang lalu tak menghiraukannya.Kemudian Lara sadar tadi Syahdan mengatakan Lara sexy.Seketika Lara melihat pakaiannya dan dia sangat terkejut



"Aakkhhh"Lara menutup mulutnya dan segera salah tingkah melihat bagaimana pundak dan pahanya begitu tereksplor bebas didepan Syahdan.Lara ingat jika Syahdan suka kembali berarti Lara dalam bahaya.Mengingat mereka hanya berdua di rumah.Lara segera berbalik hendak pergi tapi Syahdan sudah mencekal tangan Lara.Lara terdiam merasakan desiran rindunya kembali bergelegak dan bergejolak.



Syahdan maju menarik dan membalik tubuh Lara yang membelakanginya.Lara menunduk dan meneteskan air mata.Syahdan memegang dagu Lara dan mendongakkan wajah Lara.Syahdan menghapus air mata dipipi kanan dan kiri Lara dengan telapak tàngan kanannya.



"Apa kau merindukanku?"tanya Syahdan.Lara hanya mengangguk halus

__ADS_1



"Jawab mas dong sayang!"pinta Syahdan



"Ya mas hik hik aku sangat merindukanmu"jawab Lara dengan terisak



"brarti mas berhasil"



"berhasil apa maksud kamu mas?"tanya Lara heran



"membuatmu merimdukanku!"jawab Syahdan enteng dengan senyumnya



"Jadi kamu sengaja menghindariku selama seminggu untuk membuatku mengaku rindu?"tanya Lara dan mendapat anggukkan dari Syahdan.Lara yang kesal memukuli dada Syahdan dengan kedua tangannya



"Jahaat jahat jahaatt"Lara memukul dada Syahdan.Sekali dua kali Syahdan diam membiarkan wanitanya ini memukul melampiaskan kekesalannya dan kali yang ketiga Syahdan mencekal kedua tangan Lara.Lara menatap mata Syahdan



"Mas juga sangat rindu padamu sayang"Syahdan menarik pelan kedua tangan Lara agar lebih mendekat padanya.Syahdan mengecup kening Lara.Lara memejamkan matanya,Syahdan menempelkan keningnya pada kening Lara.Lara dapat merasakan dengan jelas deru nafas penuh nafsu diwajahnya,deru nafas Syahdan benar benar sudah penuh dengan nafsu.



Syahdan melingkarkan kedua tangan Lara dilehernya dan kedua tangan Syahdan dia lingkarkan di pinggang Lara.Syahdan memiringkan wajahnya dan menempelkan bibirnya dibibir merah Lara.Bibir yang mengisi hayalannya setiap hari.Syahdan hanya menempelkan bibirnya dan melepaskannya.Lalu menggendong tubuh Lara menuju kamarnya lalu menutup pintu dan merebahkan Lara diranjangnya.Syahdan berada diatas tubuh Lara dengan posisi seperti orang merangkak lalu menurunkan tubuh bagian depannya dan ditumpu kedua sikutnya disampang kanan dan kiri Lara.Syahdan lalu mencium Lara penuh perasaan lalu perlahan namun pasti akhirnya mereka saling melumat



"Eehhhmm ahhsss"mereka melumat dan menghisap bergantian.Syahdan lalu menurunkan ciumannya ke leher dan bahu Lara yang tak tertutup oleh baju itu



Syahdan menggigit Kecil leher Lara.



Aawwhhhh"Lara mendesah dan melengking tubuhnya ke atas merasakan desakan nafsu birahi.Tangan Syahdan lalu menyusup kedalam kaos Lara dan meremas bukit kembar milik Lara.Lara menggelinjang



"Aakkhh maasss jangaaan"Lara menahan tangan Syahdan,Syahdan mengeluarkan tangannya dari kaos Lara.tapi lalu tangannya mengelus ngelus paha putih mulus Lara dan menaikkan rok Lara ke atas


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^



fiuhhh author gelisah ngetik ini



seperti biasa tinggalkan jejak kalian



beri aq smngat beri aq love jg boleh hehe



ngarep dot com nih si author haha







__ADS_1



__ADS_2