Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu abu ch 11


__ADS_3

hy readers


maaf yg chapter kemarin ga sengaja ke send


tadinya mau disimpan di draft karena baru 600 kàta eh malah ke send


harap dimaklumi


ok readers kita lanjut chapter berikutnya


semoga kalian suka


selamat membaca


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Seren tersipu malu karena ledekan Irgi.Seren pun membela diri


"Siapa yang mimpiin kamu.Ge err!"ucap Seren


"Ayo aku antar kalian pulang!"ucap Irgi


"Kakak mau antar aku pulang?"tanya Chika terharu.Tita melihat bagaimana interaksi Chika dan Irgi.Tita merasa sangat marah


"Bagaimana bisa Indra mengenal mereka berdua..Lihat saja aku akan buat Chika menjauhi Indra.Aku tidak rela Indra dekat dengan si Chiken itu!"ucap Tita


"Tenang aja Tit,kita akan balas si Chika nanti!,sekarang kita pulang saja dulu"ucap Nayaka.Merekapun masuk kedalam mobil ayla putih milik Tita.Mobil Tita pun pergi meninggalkan parkiran


"Iyalah kakak mau antar kamu pulang.Sambil pedekate sama teman kamu ini!"goda Irgi.Seren makin tersipu malu


"Hahahaaa..kakak ini terus terang banget ya!"Chika tertawa sambil melirik Seren yang sedang tersipu malu


"Ya udah yuk jalan.Kalian belum makan siang pasti!,kita makan siang dulu baru aku antar pulang!"ucap Irgi.Chika mendorong Seren untuk duduk didepan disamping Irgi dan Chika duduk dibelakang sendiri.Irgi membawa Chika dan Seren makan di caffe favoritnya.Dan caffe yang didatangi adalah caffe D'Zila.Caffe yang dikelola Lara dan Zidane


Sampai didepan caffe mereka bertiga turun dari mobil setelah mobilnya terparkir rapi didepan caffe.Seren ragu ragu untuk masuk,karena jika dia masuk bisa bisa identitas Seren terbongkar.Chika dan Irgi sudah jalan lebih dulu didepan Seren tapi Seren hanya berdiri saja.Irgi menoleh kebelakang dan heran melihat Seren hanya berdiri


"Seren..ayo masuk!"ajak Irgi dengan lambaian tangan


"Ayo Ser..!"Chika menghampiri Seren dan menggandeng lengan Seren agar segera masuk


(semoga saja gak ada yang ngenalin aku.semoga om Zidane dan tante Rina tidak ada disini)Seren bergumam dalam hati.Berharap identitasnya tidak terbongkar.Mereka duduk didekat jendela.Beruntung bagi Seren karena pelayan yang menghampiri mereka bukan Ninis,karena jika itu Ninis sudah pasti dià sangat mengenal Seren


"Pesan apa mas sama mbanya?"tanya pelayan


"Aku orange juice sama Roti ayam!"ucap Seren.Padahal Seren tidak melihat buku menu


"Ser..kok kamu tahu disini ada roti ayam? kamu belum buka buku menu loh!"ucap Chika

__ADS_1


"Apa kau sering kesini?"tanya Irgi.Seren memang sangat suka Roti ayam hangat khas caffe Zidane sampai lupa berpura pura lihat menu.Seren bingung mencari alasan apa sampai Chika menebak alasan Seren


"Oh aku tahu!,pasti majikan kamu suka menyuruh kamu beli kesini ya?"tebak Chika.Seren merasa terbantu oleh tebakan Chika


"Eh hehe iya benar!"ucap Seren bernafas lega.Irgi memperhatikan Seren dengan penuh selidik.Seren grogi dipandangi Irgi tanpa berkedip


(Duh jangan jangan Irgi curiga lagi.Terus dia tahu kalau aku berbohong)Seren bergumam dalam hati


"Masnya pesan apa?"tanya pelayan itu


"Oh..saya samain saja sama pesanan Seren tadi!"ucap Irgi


"Kamu mau makan apa Chik?"tanya Irgi.Chika melihat menu dan pilihannya tertuju pada crispy fish dan jus mangga


Setelah mereka bertiga memesan makanan sang pelayan itu pun pergi.Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka mengobrol


"Chik..kamu tadi bilang majikan Seren maksudnya apa?,apa Seren sekolah sambil kerja atau gimana,kakak penasaran nih!"ucap Irgi


"Jadi kak.Ibunya Seren ini pekerjaannya mengasuh dan tinggal dirumah majikannya.Nah karena ayahnya Seren kerja diluar negeri jadi TKI jadi Seren ikut tinggal di rumah majikan ibunya Seren!"jawab Chika.Seren hanya diam dan merasa bersalah karena membohongi banyak orang.Pesanan merekapun datang


"Dua orange juice,satu jus mangga,dua roti ayam dan satu crispy fish!"ucap pelayan itu mengulangi menyebutkan pesanan mereka


"Iya mba benar!"ucap Irgi.Pelayan itupun menyuguhkan makanan dan minuman yang sudah dibawanya di meja


"Pesanannya benar ya mas!,selamat menikmati!"ucap pelayan lalu pergi meninggalkan mereka


"Wah..ternyata makanan disini enak ya kak!"ucap Chika saat pertama kali menggigit crispy fishnya.Irgi menggigit roti ayam miliknya


"Hem..roti juga enak loh.Aku baru kali ini pesan roti disini.Padahal ini affe favoritku tapi aku bahkan tidak tahu menu roti disini enak juga!"ucap Irgi.Seren hanya diam mengunyah rotinya,dia tidak ingin berkomentar karena takut keceplosan soal caffe ini adalah milik ibu dan pamannya


Seren selalu melihat sekeliling karena takut jika tiba tiba pamannya Zidane muncul dan menyapanya.Tapi yang dilihat Seren justru hal yang tak diduganya


"Mama!"gumam Seren pelan saat melihat Lara yang membawa segelas orange juice dari arah dapur menuju ke kantor


"Apaa Ser,mama?"ulang Irgi yang mendengar gumaman pelan Seren


"Mana Ser!,mama kamu disini?"tanya Chika.Seren gelagapan


"Ah ituu..em anu..mirip.Iya mirip mama,ada orang yang mirip sama mamahku!"ucap Seren gugup


"Oh..cuma mirip!"ucap Chika.Mereka kembali melanjutkan makan.Seren menatap ke arah luar jendela dan melihat seorang wanita pemulung yang sedang beristirahat diseberang jalan depan caffe.Seren memperhatikan pemulung itu membawa seorang anak kecil berusia 4 tahun yang sepertinya sedang kehausan karena siibu memperlihatkan botol air mineral yang sudah kosong.Seren bangun dan berjalan ke arah meja order


"Seren mau kemana?"tanya Chika heran melihat Seren bangun padahal roti dan juice miliknya belum habis


"Sebentar aku kesana dulu!"jawab Seren menuju ke meja order


"Biasanya Seren makannya sedikit kok tumben ya Seren pesan makanana lagi?"gumam Chika dan didengar oleh Irgi.Irgi hanya memperhatikan Seren dari tempatnya duduk.Seren memesan dua botol air mineral ukuran 1,5L juga dua gelas es jeruk dan dua buah roti ukuran jumbo.Semua pesanannya dibungkus dan setelah membayar pesanannya Seren berjalan keluar menghampiri wanita pemulung itu,Seren memberikan makanan dan minuman yang tadi dipesannya pada mereka.Irgi melihat dari dalam caffe.Melihat bagaimana wajah mereka tersenyum senang dan Irgi juga melihat Seren membuka dompetnya dan memberikan mereka beberapa lembar uang.Irgi tercengang melihat Seren memberikan uang berwarna kemerahan beberapa lembar kepada mereka

__ADS_1


Meskipun Seren diseberang jalan dan agak jauh dari caffe tapi Irgi yakin uang itu setidaknya pecahan 100 ribu rupiah


(Chika bilang dia anak pengasuh tapi mana mungkin dia memiliki uang sebanyak itu.dan kalaupun punya harusnya dia menghematnya untuk kebutuhannya sendiri)Irgi bergumam dalam hati sambil melamun.Sampai sampai Irgi tidak tahu kedatangan Seren kembali dibangku depannya


"Hei ngapain kok bengong?"tanya Seren yang melihat Irgi melamun.Seren menaruh dompetnya dimeja sebelum memasukkannya kedalam tas


(tas dan dompetnya bukanlah barang murahan meskipun bukan kualitas import juga.Tapi setidaknya dompet dan tasnya seharga dua juta.Harusnya itu uang yang kecil untukku tapi untuk seorang anak pengasuh rasanya terlalu mahal.Jadi makin penasaran,siapa Seren sebenarnya)hati Irgi tak henti berpikir.Sampai Chika mengajak mereka pulang


"Kak pulang yuk!,Chika gak enak lama lama perginya.Ibu Chika kan sedang sakit dan hanya sendirian di rumah!"ucap Chika


"Oh ya udah kalian pergi duluan kakak bayar dulu makanannya.kalian tunggu di mobil"ucap Irgi.Setelah membayar,Irgi langsung menyusul ke parkiran dan masuk kedalam mobil.Irgi segera menjalankan mobilnya dan meninggalkan caffe


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**dikantor Syahdan


Syahdan melirik jam dinding yang menunjukan sudah pukul dua siang


"Lara kok tumben ya tidak telpon.Biasanya jam dua belas pasti telpon buat ingetin makan siang tapi sekarang sudah jam dua dan dia belum menelponku.Aku telpon saja lebih dulu kalau gitu!"ucap Syahdan.Dia mendial nomor Lara,dua kali memanggil tapi Lara tidak mengangkatnya.Syahdan jadi bingung kemana Lara


"Tumben banget gak diangkat?"Syahdan bertanya tanya sendiri


"Atau jangan jangan dia marah gara gara tadi pagi kesini tapi akunya gak ada!"pikir Syahdan.Syahdan menyandarkan punggungnya kesandaran kursi dan merasa bersalah


"Ken..!"panggil Seren saat tiba di rumah.Seren diantar pulang lebih dulu oleh Irgi barulah mengantar Chika sekalian Irgi ada perlu dengan mamahnya Chika


"Ada apa kak!,kakak baru pulang?"tanya Joan


"Joan..kapan kesini?"tanya Seren


"Tadi siang sama tante Lara!"ucap Joan


"Oh..Ken mana sayang?"tanya Seren yang tak melihat Ken


"Lagi main PS sama Jhon"jawab Joan.Seren pergi ke dapur mencari bi Eli


"Bii..bi Elii!!"panggil Seren.Pembantu yang sudah semakin renta itu sebenarnya sudah pensiun tapi karena dia seorang diri dikampung jadi Syahdan menyuruhnya tinggal drumah kecil ditaman belakang dan menjadi kepala pembantu dirumah Syahdan


"Ada apa non?"tanya bi Eli


"Mamah mana bi?"tanya Seren


"Gak ada non,tadi pagi sih bibi dengar kayanya mau kerja lagi di caffe karena pak Zidane mau pergi liburan kalau bibi tidak salah dengar sih kayanya gitu!"jawab bi Eli


"Oh.berarti yang Seren lihat di caffe tadi benar benar mama dong.Ya udah bi makasih ya bi.Seren mau mandi dulu!"ucap Seren lalu pergi kekamarnya diatas


Sampai malam Lara sibuk di caffe dan tidak mau mengangkat telpon dari Syahdan.Sampai jam 10 malam Syahdan pulang ke rumah dan tidak melihat keberadaan Lara.Lalu bertanya pada Neni pembantu yang menggantikan tugas bi Eli.Dari situ Syahdan tahu kalau Lara kembali bekerja.Syahdan memutuskan menunggu Lara pulang disofa ruang tamu sampai ketiduran

__ADS_1


__ADS_2