
Hay hay readers..
Sedikit info nih buat yg baca ini
di chapter 3 klo gak salah
itu aku ubah tokoh cowo pendamping Seren. Alasannya karena Sean Albany udah dikontrak novel sebelah hehe
jadi author cari tokoh pria yg belum dikontrak yaitu Indra Firgiawan (Irgi)
Singkatnya mah biar namanya gak sama gitu
********************************
Sore hari Seren pulang ke rumah, Lara sudah khawatir karena takut terjadi sesuatu pada Seren.Lara menunggu Seren dihalaman depan rumahnya.Saat melihat mobil Seren datang hati Lara jadi tenang
"Sore mah!" ucap Seren saat turun dan menghampiri Lara
"Sore sayang!, mamah khawatir sekali sama kamu!,gimana udah nganterin Chikanya?" tanya Lara
"Udah mah!,tapi kasihan mah Chika belum bertemu dengan ayahnya tapi sudah diusir ibu tirinya!" ucap Seren.
"Kasihan juga ya sayang, ya udah ini sudah sore, cepat mandi sana terus makan malam!" ucap Lara
"Ok,mah!" ucap Seren.Dia bergegas pergi ke kamar mandi dan membasuh tubuhnya.Lara berniat masuk tapi matanya tertuju ke bemper depan mobilnya yang terlihat penyok.Lara langsung berlari menuju kamar Seren
tok tok tok..Lara mengetuk pintu kamar Seren. Seren baru saja keluar dari kamar mandi dan masih memakai handuk
"Ada apa mah?" tanya Seren
__ADS_1
"Bilang jujur sama mama,kamu habis tabrakan?" tanya Lara dengan marah. Seren ketakutan dengan pertanyaan dari Lara
"Maaf mah,,Seren gak sengaja ngerusak mobil mama!, itu tadi Seren ditabrak mobil lain,Seren gak salah mah,mama jangan marah ya mah!!," ucap Seren. Lara memutar tubuh Seren dan meneliti dari atas sampai bawah.Lara lalu menyentil telinga Seren pelan
"Dasar bodoh,,bukan mobil yang mama khawatirkan,tapi kamu.Kamu gak apa apa kan?,ada yang luka.apa tabrakannya kencang?,bilang sama mama!" ucap Lara panjang lebar.Seren terharu dan memeluk Lara erat
"Seren benar benar beruntung,memiliki ibu seperti mama.Hiks hiks..Seren pikir mama marah karena mobilnya rusak!" ucap Seren
"Tidak ada yang lebih berharga dari anak anak mama,,. Mama tidak perdulikan mobilnya yang penting kamu baik baik saja,Udah pake baju sana,mama tunggu diruang makan!" ucap Lara. Seren lalu segera berganti baju dan turun kebawah.Seren celingukan karena di meja makan hanya ada Lara
"Ken sama papa sudah makan mah?" tanya Seren
"Papa lembur belum pulang dan Ken tadi sudah makan lebih dulu!" ucap Lara
"Terus mama belum makan karena nunggu Seren?" tanya Seren merasa bersalah
"Tidak, mama memang belum ingin makan" Lara berkilah agar Seren tidak merasa bersalah.Pada kenyataannya memang Lara belum makan karena khawatir pada Seren
Tengah malam Syahdan baru pulang. Dia langsung masuk ke kamar dan melihat Lara yang tertidur disofa disamping jendela
"Hem..dia pasti tertidur karena menungguku pulang!" gumam Syahdan.Dia mendekati Lara dan melihat wajah polos Lara tanpa make up
"Kamu tetap cantik walaupun tidak memakai make up,maaf ya sayang mas pulang terlambat hari ini!" gumam Syahdan.Syahdan lalu mengangkat tubuh Lara pelan pelan dan membopongnya ke ranjang.Setelah membaringkan Lara di ranjang,Syahdan masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya lalu mengganti bajunya dengan piyama
"Kamu baru pulang mas?" tanya Lara yang terusik tidurnya karena gerakan dari ranjang saat Syahdan naik ke ranjang
"Maaf sayang mas ganggu kamu!, tadi ada salah satu kurir yang mengalami kecelakaan jadi mas harus mengurus semua biaya pengobatan sekaligus menunggu dia ditangani pihak rumah sakit.Karena dia hanya tinggal sendiri disini!" ucap Syahdan panjang lebar.Syahdan menarik Lara agar tidur dilengannya
"Mas kamu kan capek,kalau aku tidur dilenganmu bukankah badan kamu juga lelah" ucap Lara. Syahdan tersenyum
__ADS_1
"Justru karena mas lelah seharian ini jadi mas mesti meluk kamu,,karena kamu adalah obat lelahku yang paling manjur,Tenang saja mas gak akan makan kamu malam ini!" ucap Syahdan.Lara pun menuruti keinginan Syahdan untuk tidur di lengannya.Lara mencium pipi Syahdan lalu mengucapkan selamat malam
"Selamat malam mas,,cuup" ucap Lara sambil mencium pipi Syahdan
"Selamat malam sayang!" jawab Syahdan.Mereka memejamkan mata dan tidur berpelukan
**********************************
Pagi hari°
Seren bangun seperti biasa dan sudah rapi saat keluar dari kamarnya Seren bertemu dengan Syahdan yang juga baru keluar dari kamar
"Pagi pah!" sapa Seren
"Pagi sayang!," jawab Syahdan
"Ken sudah bangun?" tanya Syahdan
"Kayanya udah pah,mungkin nunggu kita di meja makan!" jawab Seren. Dan Ken memang sudah menunggu mereka di meja makan. Lara sedang menata sarpan di meja. Hari ini Lara membuat sarapan special nasi tim sayuran lengkap dengan telur rebus dan kerupuk udang
"Pagi Ken!" sapa Syahdan
"Pagi pah!" jawab Ken
Mereka menatap meja dengan senyum lebar
"Wah mah,,sarapannya nasi tim!" ucap Ken.Karena keluarga Lara semua sanhat menyukai nasi tim buatan Lara. Mereka tak menunggu lama,mereka langsung menyantap sarapan mereka
"Kalian kan harus banyak tenaga untuk aktifitas,jadi kalian harus sarapan dengan sarapan sehat!" ucap Lara dengan senyum lebar.Saat Seren dan Ken juga Syahdan selesai makan,mereka kedatangan tamu
__ADS_1
"La,Daann!" panggil sang tamu yang ternyata adalah Zidane.Hal yang tak pernah Zidane lakukan,mengunjungi keluarga Lara seorang diri.Biasanya Zidane selalu bersama Rina dan kedua anaknya.Lara langsung paham jika Zidane pasti bertengkar dengan Rina.Lara mempersilahkan Zidane masuk tapi Zidane hanya tiduran di sofa panjang dan tidak mengatakan apapun pada Lara.Lara membiarkan Zidane tidur di sofa dan meninggalkan Zidane sendiri karena mungkin Zidane ingin menenangkan diri