Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
eps 28


__ADS_3

huuffftt tiga episode lagi ni readers



author rampungin novel ini


smoga sesuai ekspektasi



smoga kalian suka



selamat membaca


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^



Lara kelelahan mengejar Syahdan lalu menghempaskan pantatnya ke sofa dan duduk bersender disana dengan lelah.Syahdan berhenti berlari karena Lara sudah tak mengejarnya dan terlihat sedang kelelahan terduduk di sofa.Syahdan lalu duduk disamping Lara,dia menatap wajah Lara dengan senyum bahagia.



"La,,kita kerumahmu sekarang!aku sungguh tidak tahan jauh dari kamu sayang"ucap Syahdan


"Soal tanda dilehermu kamu ganti saja bajumu dengan baju Alm istriku.Kau sudah tau tempatnya kan?"Syahdan tidak ingin lama lama pacaran dengan Lara,mereka bukan lagi ABG yang harus menunggu cukup umur untuk menikah



Mungkin bagi yang lain mereka masih terlalu cepat untuk menikah,mengingat mereka yang baru saling kenal sebulan yang lalu.Tapi bagi Syahdan,Lara dan Seren mereka sudah nyaman bagai keluarga yang telah lama bersama.Di hari pertama Lara mengasuh Seren,Syahdan selalu berharap jika Lara bisa menjadi ibu untuk Seren menggantikan Alm.Ranti yang bahkan tak memiliki kesempatan untuk melihat putri mereka



Lara sudah mengganti bajunya dengan dress berwarna krem dengan tangan panjang dan kerah model kerut.Nyaris sempurna menutupi tanda kissmark yang ditinggalkan oleh Syahdan.Tapi masih ada yang terlihat dibagian leher



"Mas aku dah siap,ayo kita berangkat!"Lara menggandeng lengan Syahdan.Syahdan menahan tangan Lara.



"Sayang kamu dah ganti baju,tapi aku belum.Kamu tunggu sebentar mas ambil jaket saja sebentar ok!"Syahdan lari ke kamarnya sebentar lalu mengambil jaket dan bergegas turun


"Ayo sayang"Syahdan meraih pinggang Lara dan berjalan berangkulan menuju mobil



"Pake mobil kamu aja ya sayang!"ajak Syahdan.Lara mengangguk dan memberikan kunci pada Syahdan,membiarkan Syahdan yang mengemudi.Dua puluh menit kemudian mereka sampai di rumah Lara.Tapi Zidane tak ada di rumah,Zidane sedang berada di caffe.Lara memutuskan menelpon Zidane.Meskipun sebenarnya Lara hanya tinggal melangkah kesamping rumah,tapi Lara enggan untuk menyusul Zidàne ke caffe



tutt tutt tuutt



(halo )Zidane mengangkat telponnya



"Zid aku di rumah,bisa kau pulang sebentar.Ada hal penting yang harus kita bicarakan"jawab Lara



(baiklah)Zidane menutup telponnya dan melangkah pulang.Lima menit kemudian Zidane sudah duduk di hadapan Lara dan Syahdan yang duduk berdampingan



"Jadi..hal penting apa yang ingin kalian bicarakan?"tanya Zidane menatap tajam pada mereka berdua



"Begini Zid.Aku ingin melamar Lara,dan ingin menikahinya minggu depan"jawab Syahdan



"Minggu depan?yang benar saja!lo pikir ngurus pernikahan bisa secepat itu apa?"Tanya Zidane



"Aku dah mikirin itu dengan matang Zid.Jika mencari gedung pernikahan mungkin akan sulit jika mendadak!"ucap Syahdan



"Nah tu lo tau,terus lo mau nikah dimana?Gw gak mau ya kalo lo bilang cuma nikah sederhana di gereja!"jawab Zidane



"Tidak tapi aku berencana menjadikan caffemu jadi tempat resepsi pernikahanku dengan Lara,gimana Zid apa boleh?kupikir caffemu juga lumayan luas!"ucap Syahdan kembali



"Baiklah gue terserah pada Lara apa dia mau menerima lamaran lo atau tidak?"ujar Zidane


"Gimana La lo mau terima ni duda buntutan?"tanya Zidane pada Lara yang menunduk saja dari tadi.Karena dia tidak mau Zid melihat lehernya.



"La ..lo kenapa nunduk mulu.Jawab gue.pandang gue biar gue tau ekspresi wajah lo dilamar Syahdan"Zidane heran Lara terus menunduk.Tapi akhirnya Lara mendongak dan menjawab Zidane



"Aku terima lamaran mas Syahdan Zid!"jawab Lara dengan senyum malu malu.Saat Lara mendongak Zidane melihat leher Lara dan lalu beralih menatap leher Syahdan yang ternyata sama seperti Lara.Di leher Syahdan juga terdapat tanda kissmark yang ditinggalkan Lara



"Leher lo digigit apa La?"tanya Zidane dengan senyum jahil.Membuat Lara menunduk bersemu merah.


__ADS_1


"Gue gak kaget kalo leher lo kaya gitu,secara pacar lo duda kurang belaian.Nah kalo yang dileher Syahdan gue gak nyangka tuh,ternyata adek gue nakal juga ya Dan?"Zidane bertanya pada Syahdan.Mereka tidak tau kalau Lara sudah memerah wajahnya bagai tomat cherry



"Adek lo nakal banget tau Zid hahaha"Jawab Syahdan.dan Lara melotot pada Syahdan.Syahdan menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada dan meminta maaf


"maaf sayang,tapi kan itu fakta"jawab Syahdan tersenyum geli



"Kalian berdua NYEBELIIIN,,"Lara bangkit dengan kesal dan pergi meninggalkan mereka berdua dan masuk ke kamarnya.



"Zid.Karena waktu yang singkat untuk menyiapkan pernikahan jadi aku berencana mengundang menggunakan sosial media daripada mencetak undangan,karena terlalu lama dan jumlahnya terbatas.jika menggunakan sosmed itu lebih mudah.kau juga bisa mengundang teman temanmu juga Zid!"ucap Syahdan



"Lo atur aja,kalo gue sih paling ngundang 50 teman yang ada di kontak hp gue"jawab Zidane



"Ok.kalau gitu Aku pulang dulu Zid,aku akan mempersiapkan semuanya.kau hanya perlu menutup caffe di hari H ok?"



"Ok"jawab Zid



Syahdan pamit pada Zidane dan pulang menggunakan taxi.Lara dikamar berbaring telentang dan sedang senyum senyum sendiri.Membayangkan seminggu lagi dia akan menjadi istri dari Syahdan dan ibu bagi Seren.Lara tak mendengar ketukan pintu dan Zid langsung masuk karena Lara tak menjawab.



"La..gue sama Syahdan setuju buat ngundang teman dan kerabat pake undangan elektronik lewat sosmed gitu biar lebih cepat"kata Zidane



"Ok..Oh iya Zid apa aku boleh undang Nazein?bagaimanapun juga dia temanku!"kata Lara



"Baiklah lo boleh undang Nazein dan gue akan mengundang Denis mantan lo hahaha"tawanya pecah membayangkan nanti Syahdan mungkin akan cemburu pada Denis.



"Tidak takut tuh kamu undang saja.Lagian aku sama mas Denis putus dengan baik baik.Nah kalo kamu..nolak Nazein dengan kejam"ucap Lara



"Yasudah sana undang mereka,jangan tiduran mulu senyum senyum lagi kaya orang stress"ledek Zidane



"Sialan kamu tuh Zid gak mikir.kalo aku stress kamu lebih stress.kan kamu kakaknya orang stress hahaha"balas Lara




"Aakkkhhh"Zidane tiba tiba merasa sakit luar biasa dibagian hatinya.Zidane berlari menuju kamarnya dengan meringis menahan sakit.Sampai di kamar Zidane mengambil obat di laci dan segera meminumnya.



"Hah hah hhh"Zidane menarik nafas mencoba menahan sakit sampai obatnya bereaksi nanti.Setelah sakitnya reda Zidane keluar dari kamar dan teriak pada Lara



"Laaa gue balik ke caffee"teriak Zidane



"Iyaaa"jawab Lara teriak juga


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***


Syahdan sudah sampai dirumahnya kembali,dia duduk diruang tamu.Wajahnya sumringah tak kalah bahagia dengan Lara.Hari ini mereka tengah merasakan kebahagiaan terindah dalam hidup mereka.Lamunan Syahdan terjeda oleh panggilan Seren



"Papahh.."panggil Seren


"Mana mamah Lala pah?"Seren bertaanya pada Syahdan sambil menengok ke kanan dan kekiri tapi tak melihat keberadaan Lara.



"Mama lagi kerja sayang gak bisa kesini!"Syahdan berbohong agar Seren tidak kecewa



"Ini kan hali libur pah?mama keljanya libul!"jawab Seren



"Sayang..mama kan buka caffe.Nah kalo caffe gak ada liburnya sama seperti restoran"Syahdan memberi penjelasan



"Oo gitu ya pah!!kalau gitu kita ke lumah mamah Lala aja yu pah"ajak Seren



"Sayang..mama Lara seminggu lagi akan kembali tinggal disini.Karena papa akan menikahi mama minggu depan.Seren senang?"



"Senang pah!!"jawab Seren

__ADS_1



Syahdan memeluk Seren


"Ran..anak kita akan mempunyai ibu yang sangat baik dan sangat menyayanginya.Bahagialah disana sayang"Syahdan bergumam dalam hati sambil memeluk Seren



"Sayang kamu bau acem!sana mandi dulu sama bi Eli ya!papa ada perlu sama om Bandi.Papah pergi dulu ya"Syahdan pamit dan pergi mengendarai mobilnya menuju rumah Bandi.Jarak rumah Syahdan dan Bandi hanya sepuluh menit


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


***10 menit kemudian



tok tok tok


Bandi membuka pintu,dia terkejut karena yang ada didepannya ini.



"Eh pak bos tumben banget main kesini.Silahkan masuk"ujar Bandi bercanda



"Kamu itu Ban senang sekali sepertinya jika aku kesal"jawab Syahdan



Bandi mempersilahkannya masuk dan membawanya menuju ruang tamu.Bandi pamit ke dapur untuk membuat kopi.Selesai membuat kopi dia kembali ke ruang tamu sambil membawa dua cangkir kopi buatannya



"Kopi Dan.."Bandi menyuguhkan kopi dimeja


"Jadi ada apa Dan?aku yakin kau tidak akan repot repot mencariku jika bukan sesuatu yang mendesak!"selidik Bandi



"Aku akan menikah dengan Lara minggu depan dan aku mau kamu urus semua keperluan.Dari pakaian pengantin,dekorasi,tukang rias dan makanan.gimana kamu bisa kan?"tanya Syahdan



"Waah serius Dan.Baru juga kenal sebulan dah maen nikah aja.Emang dah yakin?"tanya Bandi meyakinkan Syahdan



"Tentu saja aku sudah sangat yakin"jawab Syahdan dengan mantap.



"Tapi Dan nyari gedung kalo mepet begini mana bisa?"ucap Bandi



"Oh aku lupa memberitahumu.aku akan mengadakan resepsi di caffe Lara"



"Begitu juga bagus Dan.Lalu apakah kita akan mengundang kolega dan karyawan perusahaan?"tanya Bandi



"Iya kau undang semua.aku ingin berbagi kebahagiaan dengan semua orang"jawab Syahdan


"Aku hanya ingin menyampaikan itu padamu.tolong ya Ban?"pinta Syahdan



"Tenang pokoknya semua pasti beres!!"jawab Bandi dengan yakin



Syahdan berlalu pulang dari rumah Bandi


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^



2episode terakhir lom aku ketik



seperti apa ending yang kalian mau


komen ya.kasih ide sama author



hah siap siap berpisah sama mereka brdua










__ADS_1



__ADS_2