Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
37. Manja


__ADS_3

Seusai makan malam, Irgi membawa Seren pulang ke apartemen. 


"Sayang, kamu beneran sudah tidak marah lagi, kan?" tanya Irgi penasaran.


"Tidak, Kakak Indra Virgiawan, suamiku tercinta. Kenapa sih, Kakak bertanya hal yang sama, lebih dari sepuluh kali?" Seren duduk di pangkuan Irgi. 


Dengan manja Seren mengusap pipi Irgi. Irgi hanya diam menatap lekat kedua mata indah Seren. Irgi merasa bingung, sikap Seren saat ini berbeda seratus delapan puluh derajat dengan pagi tadi. Seren lebih agresif dibanding hari-hari biasanya. Seren bahkan berani untuk menggoda Irgi lebih dulu. Biasanya Seren tetap masih malu untuk merayu suaminya meskipun mereka sudah menikah dua tahun lamanya.


Seren mengusap bibir Irgi dengan telunjuknya, lalu perlahan Seren memajukan wajahnya dan mengecup bibir Irgi dengan lembut. Perlahan-lahan Irgi mulai membalas kecupan Seren dengan gairah yang mulai naik. Seren menurunkan kecupannya ke leher Irgi. Irgi mengeluarkan lenguhan halus yang membuat Seren tersenyum geli sambil terus menjelajah setiap inchi leher Irgi. 


"Sayang, kamu … agresif sekali malam ini," ucap Irgi diantara gejolak birahi yang membara.


"Benarkah? Apa Kakak tidak menyukainya?" tanya Seren. 


Seren menghentikan kecupannya dan memandang lekat wajah Irgi. Wajah itu terlihat merah terbakar gairah. Ini pertama kalinya Seren berinisiatif terlebih dulu. Irgi tidak tahan lagi, ia mematikan televisi yang sedang mereka tonton. Irgi menggendong Seren dan membawanya ke kamar dari ruang tengah. Irgi membaringkan Seren di tengah ranjang. Dan pergulatan panas pun terjadi. Mereka saling mencumbu dan berpacu menuju puncak birahi.


***


Pesanan Jhon dan Andin datang. Pelayan menaruh satu mangkuk soto dan nasi milik Andin dan satu porsi iga bakar pedas dan nasi milik Jhon. Jhon tersenyum karena Andin tetap memesankan makanan pedas untuk Jhon. Betapa bodohnya Jhon yang menyakiti hati gadis baik dan pengertian ini. Jhon terus menatap wajah Andin yang sedang makan dengan lahap. Andin makan dengan bebas tanpa rasa tersiksa karena makanan yang ia pesan tidak menggunakan cabai sedikitpun. Meski ada rasa pedas pada soto itu, tetapi rasa pedasnya berasal dari lada.


"Jhon, kalau kamu terus menatapku, perutmu akan tetap lapar. Dan aku bisa-bisa tersedak nanti," ucap Andin. 


"Maaf, aku hanya terlalu senang melihatmu makan dengan lahap. Aku masih ingat saat kemarin sebelum kita putus. Jika aku mengajakmu makan, kamu hanya makan sedikit. Aku pikir kamu sedang diet, ternyata aku baru tahu kalau kamu tidak suka pedas," ucap Jhon. Ia lalu menyantap makanannya.


"Bukan tidak suka, tapi tidak bisa. Ah, sudahlah. Lupakan! Cepat makan dan jangan menatapku terus," ucap Andin sambil kembali makan. Mereka sama-sama tersenyum.


***


Di tempat lain, Joan sedang berada di pasar malam bersama Ken. Joan berkeliling sambil menggandeng lengan Ken.

__ADS_1


"Sayang, besok sampai seminggu ke depan, aku harus pergi ke Surabaya dan menginap disana. Aku adalah asisten dosen, dan harus menemani dosenku untuk berpartisipasi di acara kebudayaan di sana. Aku mau memperingatkanmu, kamu jangan macam-macam selama aku tidak ada, awas!" Joan mengancam Ken dengan cemberut.


"Oke, sayang. Pergilah dan jangan khawatir, aku janji tidak akan melirik wanita lain selama kamu pergi. Kalau perlu, aku akan pakai kacamata hitam setiap pergi ke kampus," ucap Ken.


"Jangan! Kamu makin tampan kalau pakai kacamata hitam, nanti banyak yang deketin kamu," ucap Joan. 


Ken tersenyum geli. Entah sejak kapan, Joan jadi pandai merayu dan menggombal. Ken mengacak rambut Joan, membuat Joan cemberut. Sikap imutnya begitu menggemaskan di mata Ken.


Ken melihat seorang pengamen yang duduk, bernyanyi sambil memainkan gitar. Ken menarik Joan kesana. Ken duduk disamping pengamen dan Joan duduk tak jauh dari Ken.


"Mas, boleh pinjam gitarnya tidak?" tanya Ken.


"Tapi, lagi saya pakai buat ngamen, Bang," jawab pengamen itu.


"Saya, kan, pakainya juga disini. Jadi, kalau ada yang memberi uang, uangnya buat Mas, bagaimana?" Ken menawarkan ide yang membuat pengamen itu memberikan gitarnya. 


Joan tersenyum, ia tidak menyangka jika suara Ken begitu merdu. Apalagi dia bernyanyi untuk Joan dengan segenap perasaan. Hati wanita mana yang tidak luluh? Sebagian orang yang mengerumuni mereka juga adalah para gadis seusia Ken dan Joan. Mereka berbisik kagum dengan pria tampan bersuara merdu yang mereka kira pengamen. Andai mereka tahu jika pengamen tampan itu seorang presdir, mereka pasti terperangah.


Ken menyanyikan lagu itu sampai tuntas. Setelah Ken selesai bernyanyi, mereka menaruh uang di sebuah box milik pengamen yang gitarnya dipinjam Ken. Semuanya bertepuk tangan, Ken tersenyum, lalu mengembalikan gitar itu pada pemiliknya. Ken menghampiri Joan lalu mengajaknya kembali berjalan-jalan. Mereka juga menaiki beberapa wahana bermain di pasar malam itu.


Malam semakin larut, Ken dan Joan juga sudah mengelilingi setiap sudut pasar malam. Tempat terakhir yang menjadi tujuan mereka adalah warung sosis bakar kesukaan Joan. Seperti biasanya, Joan memesan sosis ayam ukuran jumbo. Ken duduk di bangku plastik yang disediakan khusus untuk para pembeli. Sementara Joan sedang mengantri minuman di warung sebelah.


Joan memesan dua cup es kopi, setelah mendapatkan pesanannya, Joan berbalik dan bertabrakan dengan dosennya. 


Brug!


"Maaf, kamu baik-baik saja, Jo?" tanya orang yang bertabrakan dengan Joan.


Joan sedang mengelap celananya yang basah tersiram air es kopi. Mendengar orang di hadapannya itu memanggil namanya, Joan menengadah untuk melihat siapa yang memanggilnya. 

__ADS_1


"Pak Radja, maaf. Saya tidak apa-apa, saya pikir siapa," ucap Joan sambil tersenyum. 


Raja juga tersenyum dan mengajak Joan mengobrol sebentar sambil menunggu pesanannya jadi. Raja dan Joan membicarakan rencana perjalanan mereka ke Surabaya besok. Dari depan warung sosis, Ken melihat mereka mengobrol dengan sangat akrab. Jujur, Ken merasa cemburu. Selain yang sedang mengobrol dengan Joan adalah seorang dosen, tapi juga karena dia adalah pria yang tampan dan masih lajang.


---------------------------------------


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2