Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
41. Menangis


__ADS_3

Seren tertidur hingga siang hari, sementara perutnya sama sekali belum terisi apapun. Tetapi Irgi tidak berani membangunkannya, bukan karena Irgi penganut aliran suami takut istri. Irgi hanya tidak mau membuat Seren marah dan kesal. Setelah selesai membuat sarapan, Irgi pergi ke rumah Marinka. Ia ingin curhat dengan ibunya tentang Seren. Irgi mengendarai mobilnya menuju rumah ibunya. 


***


Sementara Ken sedang duduk melamun di ruangannya setelah rapat dengan Presdir Elden. Ia teringat kembali dengan ucapan kasarnya pada Joan. Ken sadar jika dirinya terlalu terbakar cemburu, hingga ia mengucapkan kata-kata kasar pada Joan. Ken kini menyadarinya bahwa ia tidak seharusnya menuduh tanpa bukti. Ia berencana menemui Joan nanti malam.


Namun tanpa Ken duga sebelumnya, saat jam makan siang tiba, Joan datang ke kantornya. Ken diam membisu menatap Joan yang sedang berdiri di depan pintu ruangannya. Pintu kaca tembus pandang itu memperlihatkan Joan yang berdandan cantik. Meskipun di mata Ken, Joan selalu cantik, tapi kali ini jelas berbeda dari biasanya.


Joan biasanya memakai jeans dan kaos atau kemeja jika keluar rumah bukan untuk pesta. Hanya jika menghadiri pesta resmi saja, barulah Joan memakai dress. Tetapi hari ini, walau tidak ada acara pesta dan hanya akan menemui Ken. Joan memakai dress biru langit tanpa lengan dan dilapisi cardigan biru tua. Ken sampai lupa menyuruh Joan masuk dan Joan masih berdiri dengan setia di depan pintu. 


"Ehm, masuklah!" Ken mempersilakan Joan masuk. Ken bangun dari kursi kerja dan duduk di sofa bersama Joan. Mereka duduk berjauhan. 


"Sayang, masih marah?" tanya Joan sambil menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Ken.


Ken tadinya ingin meminta maaf pada Joan, tapi melihat Joan yang mencoba merayunya, Ken mengurungkan niatnya. Ia ingin agar Joan merayunya terlebih dulu, setelah puas mengerjai Joan, Ken baru akan meminta maaf. Ken tersenyum tipis sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Kemudian menoleh ke arah Joan.


"Untuk apa kesini? Sama dosen kamu saja sana!" ucap Ken dengan tatapan dingin.


Joan menggeser kembali duduknya agar lebih dekat lagi. Joan menggelayut di lengan Ken. Ken mencium harumnya parfum yang dipakai Joan. Harumnya begitu lembut dan menenangkan saraf di otak Ken. Hari ini Joan sengaja membeli parfum baru beraroma therapy untuk bisa meredakan amarah Ken semalam. Namun yang tidak Joan tahu adalah Ken sebenarnya sudah berencana meminta maaf nanti sore.


"Makan siang bareng, yuk!" ucap Joan sambil menggenggam jemari Ken. 


Ken masih memasang tampang dingin. Namun Joan terus merayunya. Sampai Ken meminta syarat pada Joan untuk menciumnya.


"Cium aku! Maka aku akan memaafkanmu," ucap Ken. Dalam hati ia tersenyum geli, karena bisa mengerjai Joan. Ken yakin jika Joan tidak akan bisa melakukannya. Tetapi Ken terbelalak karena ternyata Joan benar-benar menciumnya, bukan hanya mengecup tipis tetapi kecupan lembut yang begitu dalam. Joan seolah menumpahkan segala perasaannya dalam ciuman itu. Joan ingin Ken merasakan perasaan cintanya. Tiba-tiba seorang staf mengetuk pintu kantor.

__ADS_1


"Ada orang." Ken mendorong Joan, tetapi Joan malah tersenyum jahil dan mengecup kembali bibir Ken dan bersikap seolah tidak peduli pada orang yang terus mengetuk pintu kantor. Karena sang Presdir tidak menyuruhnya masuk, staf itupun pergi dan Joan melepaskan ciumannya. Ken menarik Joan dan memerangkap tubuh Joan di sofa.


"Mau kemana? Setelah membuat staffku pergi kau juga menyingkirkanku, enak saja. Kau harus kuhukum," ucap Ken sambil mengecup hidung Joan. Joan memejamkan mata, merasakan lembutnya bibir Ken yang menyapa hidungnya. Joan lalu membuka mata dan menatap wajah Ken. 


"Masih marah?"


"Masih," jawab Ken berpura-pura. 


"Aku punya hadiah untukmu, aku harap kamu menyukainya dan memaafkan aku," ucap Joan sambil mengeluarkan kalung pasangan berbentuk rantai dengan bandul hati terbelah. Joan memberikan satu pada Ken dan memakaikannya di leher Ken.


"Apa ini sebuah sogokan," goda Ken dengan cemberut. 


"Bukan. Ini adalah jaminan, bahwa separuh hatiku adalah milikmu," ucap Joan.


"Cuma separuh?"


***


"Ma, sudah siang. Irgi pulang dulu," ucap Irgi. Ia berpamitan setelah bercerita pada ibunya. Marinka menyarankan membeli testpack untuk mengecek apakah Seren hamil atau tidak. Jika mereka tidak ingin pergi ke rumah sakit, maka cara satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah dengan melakukan tes hamil sendiri di rumah.


Irgi pergi meninggalkan kediaman Marinka dan saat melewati sebuah apotik, Irgi menepi dan membeli testpack dengan beberapa merek yang berbeda. Sebenarnya Irgi tidak yakin jika Seren mau melakukannya. Irgi tahu sang istri sudah pernah kecewa karena mengira dirinya hamil, ternyata tidak. Namun Irgi akan mencoba berbicara baik-baik dengan Seren. Ia berharap, Seren mau melakukan tes di rumah.


Irgi sampai di rumah dan langsung menuju ke kamar, ia ingin mencari Seren untuk membicarakan masalah cek kehamilan. Namun saat Irgi sampai di kamar, Seren tidak ada di tempat tidur. Irgi mencari di setiap sudut ruangan apartemen tetapi Irgi tidak melihat Seren dimanapun. Irgi pun menelepon Seren dan orang yang dicari Irgi itu ada di rumah Lara.


Irgi segera pergi ke parkiran dan melaju pergi ke rumah Lara dengan panik. Irgi menelepon Seren tetapi yang mengangkatnya adalah ibu mertuanya, Lara. Apa yang dikatakan Lara sontak membuat Irgi segera tancap gas dengan kecepatan tinggi. Mertuanya itu memarahi Irgi karena sudah membuat Seren menangis. Irgi tidak mengerti, apa maksud dari kata-kata mertuanya. Karena saat Irgi pergi meninggalkan apartemen, Seren sedang tertidur. Kenapa Seren tiba-tiba pulang ke rumah Lara dan menangis, Irgi sungguh sangat penasaran. 

__ADS_1


Irgi tiba di halaman rumah Lara dan segera memarkir mobilnya dengan sembarangan. Irgi segera berlari dan masuk ke rumah Lara. Ternyata benar, Seren sedang menangis dalam pelukan Lara di sofa ruang tamu. Irgi menghampiri dan menyapa mereka.


__________________________


Tinggalkan jejak kalian ya reader.


Terima kasih buat yg sudah like n vote 


Mampir jg disini yuk!


-Pengasuh Cantik Sang Putri CEO 


-Cinta Ada Karena Terbiasa (season 3)


-Cinta Ada Karena Terbiasa 


-Status Gantung Miss CEO 


-Kupilih Hatimu 


-Putri Yang Tergadai 


-Aunty Opposite Door I Love You 


Jangan lupa tinggalkan pesan n kesan kalian di novel2 itu ya😘

__ADS_1


Like, Vote, Favorit n bintangi juga ya Kakak2 readers tersayang.


Simak terus kisah selanjutnya ya! Terima kasih🙏


__ADS_2