Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
31. Nonton bareng (2)


__ADS_3

Pulang Kuliah.


Untuk menghindari kecurigaan Andin dan Jhon, Ken pulang dengan membonceng Andin. Tadinya Riko sudah bersiap untuk mengantarkan Andin pulang, tapi Ken tidak bisa membiarkan Riko terus berdekatan dengan Andin. Ken tahu sedalam apa perasaan cinta Jhon pada Andin, hanya saja, Ken juga merasa memang Jhon sedikit egois.


***


Di rumah Zidane.


"Sayang, anak-anak belum pulang?" tanya Zidane.


"Belum. Kenapa, sayang?" Rina balik bertanya.


"Aku ingin mengadakan liburan bulanan keluarga kita. Sudah lama, kita tidak liburan bareng keluarga Lara. Bagaimana menurutmu?" Zidane dan Rina duduk di sofa ruang tamu sambil menonton televisi. Tak lama kemudian, mereka mendengar suara motor Jhon.


Joan dan Jhon masuk ke dalam rumah. Mereka melihat ayah dan ibunya sedang berbincang.


"Selamat siang, Pa, Ma," ucap Joan dan Jhon bersamaan. Mereka duduk di samping ayah dan ibu mereka.


"Selamat siang, sayang. Tumben gak bareng Ken pulangnya?" tanya Rina.


"Lagi marahan ceritanya, Ma," jawab Jhon.


"Apa sih, resek," ucap Joan merengut.


"Kalian ini, aneh. Dulu aja waktu SMP dan SMA, pacarannya akur bener. Giliran sudah kuliah, sudah bertambah dewasa, eh malah kaya anak kecil. Berantem terus," ucap Rina.


"Kalian ada waktu tidak minggu depan? Papa ingin pergi ke puncak lagi, sekalian liburan keluarga. Sudah tiga bulan ini, kita tidak liburan keluarga," ucap Zidane.


" Lihat nanti deh, Pa," ucap Jhon.


"Kalau Joan sih, kayanya bisa. Kebetulan minggu depan, fakultas pariwisata akan mengikuti festival budaya di Surabaya. Karena Joan tidak terpilih untuk ikut, jadi libur deh." Joan lalu berpamitan pada mereka. Joan ingin mandi dan beristirahat, karena nanti malam, Joan harus butuh tenaga ekstra untuk menyatukan Jhon dan Andin.


***

__ADS_1


Di kantor Ken.


*Tok tok tok.


"Masuk!" ucap Seren.


Ken masuk dan melihat kakaknya itu begitu serius memperhatikan layar laptop. Ken mendekat dan duduk di depan meja Seren.


"Sibuk bener Bu Direktur," ledek Ken.


"Kamu, itu, nyebelin tau gak dek," jawab Seren.


"Nggak, Kakak," ucap Ken sambil bergaya imut.


"Coba deh kamu lihat ini! Sepertinya ada yang salah," ucap Seren.


Ken bangun dan berjalan ke arah belakang Seren, ia memperhatikan grafik pengiriman barang selama dua bulan terakhir. Ken tidak merasa ada yang salah. Karena Seren baru beberapa hari mulai bekerja, jadi dia tidak tahu.


"Gak ada yang salah, ini memang yang benar. Dan berkas data yang ini salah. Kak Fadil sedang memperbaikinya, ini berkas yang dibuat oleh anak magang dua bulan yang lalu." Ken menjelaskan. Seren mengangguk mengerti, dan segera bangun.


Ken melanjutkan pekerjaan Seren, dan Seren pergi ke parkiran untuk mengambil mobil dan melaju pulang ke rumah orang tua Irgi.


***


Di rumah Marinka.


Andin sedang mencatat daftar keperluan pesta. Marinka tang yang menyebutkan, Andin yang mencatat. Saat Seren datang, Marinka selesai menghitung keperluan pesta.


"Siang, Ma," sapa Seren.


"Siang, sayang," jawab Marinka.


Seren menghampiri Marinka dan Andin. Mereka mengobrol bersama. Marinka lalu menyuruh Seren dan Andin berbelanja bersama pembantu mereka, Aen. Seren dan Andin pun pergi ke pasar modern.

__ADS_1


Mereka berbelanja selama kurang lebih empat jam, kemudian pulang kembali dan beristirahat.


***


Malam hari.


Seusai makan malam, Andin sudah memakai dress pink selutut tanpa lengan. Karena cuaca malam itu tidak terlalu dingin, jadi Andin memakai dress tanpa lengan. Andin keluar dari kamar dengan dandanan sedikit berbeda dari biasanya. Biasanya Andin memakai make'up natural, tapi kali ini, Andin berdandan begitu cantik, dengan lipstik berwarna merah maroon dan pipi memakai blush on berwarna peach tipis. Ia juga mengukir alisnya.


Tak ayal penampilannya membuat semua orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga itu jadi tercengang.


"Andin ... kamu cantik sekali, sayang. Mau kemana?" tanya Chika.


Mendengar Chika menyapa Andin, Marinka pun ikut menoleh ke arah Andin. Marinka juga terkejut, karena ini pertama kalinya, ia melihat Andin berdandan. Meski baru pertama kalinya berdandan, tapi dandanan Andin begitu sempurna.


"Ya. Andin cantik sekali, mau kemana?" Marinka juga jadi ikut penasaran. Apalagi yang Marinka tahu, Andin sedang bertengkar dengan Jhon. Lalu, mau kemana Andin berdandan cantik di malam minggu ini.


"Andin mau pergi bareng Ken, Ma, Kak Seren." Andin tersenyum menjawab mereka.


Seren mengernyit heran. Kenapa Andin pergi bersama Ken. Karena setahu Seren, Ken dn dan Joan masih berpacaran. Seren tidak ambil pusing, ia pikir, mungkin Ken ingin menghibur Andin yang bersedih karena Jhon.


Tidak lama, Ken datang menggunakan mobil putihnya. Ken menekan klakson mobil untuk memanggil Andin. Andin pun berpamitan pada Marinka dan yang lain, lalu pergi menghampiri Ken di luar gerbang rumah. Andin masuk ke dalam mobil setelah Ken membukakan pintu mobil untuk Andin. Merekapun pergi ke gedung bioskop yang berjarak lumayan jauh dari rumah Marinka, bahkan dari rumah Andin juga, gedung bioskop tempat mereka akan menonton itu sangat jauh.


Andin tidak menaruh curiga apapun pada Ken. Padahal Ken dan Joan sengaja memilih gedung bioskop yang berjarak lumayan jauh agar Andin dan nanti, memiliki waktu yang cukup banyak untuk berbicara.


------------------------------------------


Maaf ya readersku tersayang😚


author baru sempat up, semoga kalian suka


tinggalkan jejak kalian buat author ya.


yg udh like n vote novel ini, Author ucapkan terima kasih banyak.

__ADS_1


smpai jumpa next episode ya😘😘


__ADS_2