
Andin bergabung kembali dengan yang lain.Selesai sarapan mereka berjalan jalan mengelilingi kampung yang masih asri dengan pemandangan sawah dan pepohonan yang menghijau.Seren dan Irgi bergandengan di depan,disusul Chika dan Ichal dibelakang mereka.Jhon berjalan paling belakang dengan Andin.Sedangkan Ken di rumah sedang mengikuti Joan kemanapun Joan pergi.
Joan ke kebun belakang,Ken mengikutinya.Joan duduk ditepi kolam ikan,Ken juga mengikuti.Joan sudah lelah dan membiarkan Ken menemaninya duduk ditepi kolam.
"Kenapa tidak pergi dengan mereka tapi malah gangguin aku terus?" tanya Joan dengan kesal
"Kamu kenapa sih Jo?,katanya tidak marah?"
"Aku tidak marah cuma kesal,karena kamu tidak mau main lagi denganku!.Cuma main dengan Andin melulu,mentang mentang punya teman baru!" rungut Joan cemberut
"Kemarin kemarin kan aku dan Andin terus belajar bersama untuk menghadapi ujian.Bukan mau ninggalin kamu dan gak mau nemenin kamu.Maaf kalau kamu jadi kesal,tapi sekarang kan ujiannya sudah selesai.Mau bermain lagi denganku?"
"Baiklah..aku mau main lagi sama kamu!,awas kalau ninggalin aku lagi!"
"Janji deh!!,,gak akan ninggalin kamu lagi,ok!" Ken dan Joan menautkan jari kelingking mereka lalu tersenyum.Ken merasa lega bisa melihat senyum Joan kembali.
Seren dan yang lain kembali ke rumah Sulastri dan duduk di tepi kolam ikan besar milik Sulastri yang dipenuhi teratai dibagian tengah tengah kolam.
"Kalian harusnyà ikut tadi!" ucap Seren pada Joan dan Ken.
"Joan malas kak!,capek!"
Seren memperhatikan halaman luas rumah Sulastri benar benar sangat luas.Seren lalu melihat ke arah sudut tenda tempat mereka makan,dia melihat tenda untuk kemah lalu mengambilnya.
__ADS_1
"Kita pasang tendanya disini saja,bagaimana menurut kalian?" tanya Seren dan semua mengangguk setuju.Mereka memasang tenda,dua tenda besar dan dua tenda sedang.Dua tenda besar untuk anak perempuan dan anak lelaki,dua tenda sedang untuk Rina-Zid,Lara-Syahdan.Malam hari mereka membuat api unggun dan mengadakan acara bakar jagung.Sulastri bergabung sebentar karena tidak kuat cuaca dingin di luar
"Nenek masuk ke rumah dulu,pintunya tidak nenek kunci.Selamat malam!"
"Selamat malam eyang!"ucap Joan
Karena malam semakin larut,Ken,Jhon,Joan dan Andin masuk ke tenda masing masing dan menyisakan keempat muda mudi yang sedang mengobrol dengan pasangan masing masing
"Langitnya penuh dengan bintang,sangat indah!" ucap Seren menengadah menatap bintang yang bersinar kelap kelip.Irgi justru malah memandangi wajah Seren yang tersorot oleh cahaya bulan.
"Lebih indah wajahmu sayang!"ucap Irgi.Seren menoleh ke arah Irgi yang tersenyum menatap wajah Seren.Wajah Seren memerah melihat senyum Irgi.
"Gie!"
"Berapa usiamu?"
"22 tahun.Kenapa?,aku terlihat tua ya?"
"Tidak!,justru sangat cocok jadi anak SMA!"ucap Seren
"Seren,,ayo tidur!" panggil Chika.Seren dan Irgi bangun.Chika sudah masuk lebih dulu begitupun Ichal.Seren mencium pipi Irgi secara mendadak lalu berlari menuju tendanya.Irgi hanya tersenyum geli
"Imutnya,hihi" gumam Irgi.
__ADS_1
Saat Seren masuk kedalam tenda.Andin dan Joan sudah tertidur.Chika sedang memakai jaketnya dan bersiap tidur.Seren berbaring disamping Chika.
Tengah malam,saat semua sudah tertidur pulas.Andin bangun dan menelpon ibunya.Tapi tidak juga tersambung,setelah beberapa kali barulah tersambung
"Halo,mah!" ucap Andin dengan pelan.Andin takut mengganggu yang lain.Tapi Andin tidak tahu jika Joan terbangun dan mendengarkan Andin menelpon ibunya.
(Halo..ada apa,Ndin?.Mama sedang sibuk.Telpon saja lain kali!)
tut tut tut...ibunya Andin menutup telpon.
"Mah..apa mama tahu?,putri mama mendapatkan menstruasi pertamanya..hiks hiks.Kenapa mama menutup telpon bahkan tanpa menanyakan kabarku!" Andin terisak pelan menahan tangis.Joan merasa kasihan pada Andin.Dia bangun dan memeluk Andin.Meskipun Andin merasa kaget dengan sikap Joan tetapi Andin tak mau ambil pusing dan membalas pelukan Joan.Tiba tiba Andin mendengar suara kakaknya yang sedang berbicara ditelpon
"Mama mau aku mengatakan apa pada Andin.Mama mau aku bilang pada Andin bahwa kalian sudah bercerai dan hidup bahagia dengan pasangan kalian dan membuangku dan Andin disini!"
(.......)
"Andin sedang beranjak remaja,aku tidak mau Andin tahu tentang kalian.Usia remaja adalah fase usia paling labil.Aku tidak mau Andin terpuruk karena kalian!" Ichal menutup telpon dan berbalik untuk kembali kedalam tendanya tapi matanya terbelalak menatap Andin sudah berdiri dihadapannya.
"A..Andinn belum tidur?" tanya Ichal
(Andin mendengar ucapanku tidak ya?)
"Jadi seperti itu ya?..hehe..kita berdua dibuang!" gumam Andin.Ichal menghampiri dan memeluk Andin.Joan yang berdiri di depan tenda hanya meneteskan air mata haru.
__ADS_1
"Andin punya kak Ichal,kak Ichal akan selalu bersama Andin.Jangan memikirkan apa pun,ok!" ucap Ichal memeluk erat Andin.Andin mengangguk dipelukan Ichal.Mereka kembali ketenda masing masing dan tidur.Andin mencoba tabah menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya tak menginginkan dirinya dan kakaknya.Andin tidur dan berharap rasa sakit hatinya akan hilang saat terbangun esok hari.