Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Pengasuh Cantik Sang Putri CEO
Lembaran baru di putih abu abu ch 4


__ADS_3

hi readers..


pada kecewa ya adegan uye uye Syahdan sama Lara di sensor hehe


Tenang nanti ada di chapter yang lain


yu ah lanjut


happy reading n semoga suka


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Keesokan hari


Jam setengah enam pagi Seren sudah bangun sedangkan yang lain masih betah di alam mimpi.Cuaca dingin pegunungan memang mendukung untuk beristirahat santai saat libur.Tapi Seren semalaman tidak bisa tidur karena perasaan kecewanya pada Lara


Seren memutuskan berjalan jalan di area sekitar villa.Dia berjalan pelan menyusuri jalan setapak sambil memandang kebun teh yang masih tertutup kabut.Tetapi para pemetik daun teh sudah ramai,mereka bekerja memetik daun teh seraya bersenda gurau.Diantara kerumunan ibu ibu itu Seren melihat pria yang kemarin sore ditabraknya hingga jatuh


Seren tiba tiba mengingat insiden ciuman tak sengaja antara mereka


"Huhh..ya ampun kenapa aku jadi ngebayangin kejadian kemarin sih"gumam Seren pelan.Seren memperhatikan pria itu yang sedang memegang kamera dan memotret ibu ibu pekerja yang sedang memetik daun teh


"Apa dia seorang fhotographer?"Seren bertanya pada diri sendiri


"Ah sudahlah mending jalan lagi,menghirup udara segar pagi hari biar otakku fresh"ucap Seren.Seren melanjutkan perjalanannya.Saat Seren sudah tak melihat pria itu.Giliran pria itu yang melihat Seren berjalan dengan santai menapaki jalanan sepanjang area kebun teh yang luas


Pria itu memotret Seren yang berjalan sambil menggendong tangannya dibelakang.Rambut ikal yang tertiup angin membuat Seren terlihat sangat cantik dalam pandangan pria itu.Pria itu memutuskan mengikuti Seren dari jauh.Seren sampai di hutan pinus yang asri disekitar hutan itu juga terdapat sungai kecil yang airnya sangat jernih dengan bebatuan besar dan kecil yang terdapat ditengah sungai


Seren bersandar di pohon pinus dan memandang air sungai yang mengalir.Wajahnya murung dan sedih.Pria itu memotret Seren yang bersandar.Seren memakai dress putih selutut dibalut sweater hijau muda,rambut tergerainya tertiup angin kebelakang.Seren menunduk dan pria itu terus memotret semua pergerakan Seren.Sampai saat Seren menoleh ke arahnya,pria itu juga tetap memotretnya.


Karena sudah ketahuan oleh Seren.Pria itu memutuskan menghampiri Seren


"Lo kenapa?gw lihat sepanjang jalan tadi murung terus ngelamun lagi.Lo kesambet?"tanya pria itu


"Bukan urusan kamu!"ucap Seren cuek


"Hapus foto foto aku..!"ucap Seren meminta pria itu menghapus foto yang tadi diambilnya


"Gak mau!!"jawab pria itu dengan tegas


"Resek banget sih.Saya gak kenal sama kamu tapi kamu ngambil gambar saya.Gimana kalo nanti kamu edit jadi foto pornography..Hapus gak sekarang!!"ucap Seren dengan kesal


"Kalo gitu kenalin gw Indra firgiawan,nama lo siapa?"tanya Irgi mengulurkan tangan mengajak berkenalan dengan Seren


"Seren.."jawab Seren menjabat uluran tangan Irgi sekilas.Irgi tersenyum dengan kelakuan Seren

__ADS_1


"Imut banget sih lo!!"ucap Irgi.Wajah Seren memerah diledek Irgi.Jantung Seren berdebar kencang saat Irgi mengajaknya duduk berdampingan diatas rumput


"Duduk sini!!,,gw temenin lo ngelamun.Soalnya kalo lo ngelamun sendirian gw takut lo kesambet.Lo gak tahu kan kalo disini suka ada hiii!!"ucap Irgi tidak melanjutkan ucapannya dan menakuti Seren.Seren duduk lebih merapat pada Irgi dan menatap berkeliling dengan takut


"Adaa.a..paa?"tanya Seren ketakutan


"Adaaa.."ucapan Irgi sengaja digantung


"Ada apa?"tanya Seren makin ketakutan


"Ada ulat tuh di pohon haha haaha."


"Ih dasar resek huhh!!"Seren menggerutu kesal


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**di villa


Lara terbangun karena ketukan pintu kamarnya


tok tok tokk...


"Laa..bangun Laa!"teriak Rina dari luar kamar


"Ehm.."Lara menggeliat dan menoleh ke sampingnya dan melihat Syahdan yang masih tertidur pulas.Lara membuka pintu


"Seren pergi dari pagi tanpa pamit.Kami sudah mencarinya disekitar villa tapi Seren gak ada La!"ucap Rina khawatir


"Kapan Seren pergi?"tanya Lara khawatir


"Aku gak tahu.Jam enam pagi Joan bangun Seren dah gak ada!"jawab Rina cemas


"Ya udah tunggu sebentar aku ganti baju dulu sekalian bangunin mas Syahdan!"ucap Lara


"Iya cepetan,aku cemas sekali La!"ucap Rina


Lara menutup pintu lalu membangunkan Syahdan


"Mass..bangun mas.Seren hilang!"ucap Lara.Syahdan langsung bangun terduduk


"Apa,Seren hilang.kok bisa!"ucap Syahdan


"Aku gak tahu mas.sekarang mas cepat cuci muka dan ganti baju.Kita cari Seren sama sama!"ucap Lara yang sudah selesai mencuci muka dan berganti baju.Lara keluar lebih dulu dan Syahdan masuk ke kamar mandi


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

__ADS_1


Seren senang memiliki teman bicara


"Jadi kenapa lo murung?"tanya Irgi


Seren menceritakan semua kegundahan dan kesedihan hatinya.Irgi mendengarkan dengan cermat lalu berkomentar


"Menurut gw lo gak usah mikir yang macam macam.Dari cerita lo aja gw dah bisa nilai kalo ibu tiri lo itu sayang banget sama lo.Percaya sama gw,dia gak pernah memperlakukan lo seperti anak tiri,setidaknya dari cerita lo gw cuma bisa menyimpulkan kalo lo salah faham!"ucap Irgi


"Aku gak tahu Gi"ucap Seren bingung


"Gini deh..lebih baik lo pejamin mata lo terus bayangin kehidupan lo dari pertama kenal ibu tiri lo!"ucap Irgi.Seren memejamkan matanya


"Saat lo terjatuh,seperti apa wajah ibu tiri lo?"tanya Irgi.Seren terus memejamkan matanya dan mengingat saat dulu dia terjatuh dan lututnya harus dijahit.Seren ingat wajah Lara sangat sedih dan cemas


"Wajah mama begitu cemas dan sedih"ucap Seren.Dia terus mengingat moment moment bahagia mereka sebelum dan sesudah punya Ken.Lara tak pernah berubah dan membedakan mereka


"Nah lo bayangin lagi.Saat lo ketakutan apa yang dia lakuin ke lo!"ucap Irgi


"Apa dia marahin lo?"tanya Irgi.Seren menggeleng dan ingat saat hujan disertai petir Lara memeluknya erat.Seren meneteskan air mata


"Apa yang dia lakuin ke lo?"tanya Irgi


"Mama hikss hikss..mama meluk aku dengan erat hiks hiks!"Seren membuka mata dan menangis tersedu sedu..


"Jangan menilai seseorang dari mulut orang lain.Tapi nilai dari ucapannya sendiri dan sikapnya.Mama tiri lo selalu bertutur baik dan menyayangi lo.Jadi lo gak usah terpengaruh dengan ucapan yang tak benar tentang mama lo!,ok!!"ucap Irgi


"Udah dong lo jangan nangis mulu.gw kan bingung mau apain lo.kalo gw peluk tar lo bilang gw cari kesempatan dalam kesempitan!"goda Irgi.Seren tertawa mendengar ocehan Irgi.Seren menghapus air matanya


Rina,Syahdan,Zidane dan Lara mencari cari Seren sampai mereka tiba dihutan pinus dan melihat Seren duduk sendiri disana.Lara berlari sampai terjatuh,Lara segera bangkit dan mengabaikan rasa sakitnya karena sangat khawatir dengan Seren.Seren berlari menghampiri Lara lalu memeluknya dengan erat


"Maaf mah.Maafin Seren mah,maafin Seren hiks hiks hiks!"ucap Seren


"Maaf untuk apa sayang?"tanya Lara


"Semuanya mah.maaf untuk semuanya!"Seren terus terisak menyadari kebodohannya yang meragukan cinta dan kasih sayang Lara padanya


"Udah udah..jangan nangis lagi.sekarang kita pulang,ayo!"Lara dan semuanya pulang.Setelah mereka jauh barulah Irgi keluar dari tempatnya bersembunyi. Irgi sembunyi dibalik pohon pinus.Dia tersenyum melihat Seren sudah berbaikan dengan ibunya


**************************************


hello readers


berhubung tokoh bernama Sean Albany ternyata sudah ada,jadi author ganti nama tokoh pria di Lembaran baru di putih abu abu ini


Menjadi tokoh dengan nama Indra Firgiawan nama kecilnya atau panggilannya Irgi

__ADS_1


Memang sih dlm dunia nyata jg bnyk nama yg sama.tp dlm dunia penulis jika nama tokoh sama dlm tulisan atau karya yg berbeda nanti feellnya kurang dpt and nanti author kena pasal plagiat lg haha..just kidding


Terima Kasih


__ADS_2