
Happy reading 😘😘😘
++21 🙏🙏🙏
Rupanya, ketika Annisa dimasukkan ke dalam mobil, Rudi baru tiba di area parkir rumah sakit. Ia berniat menyusul wanita yang dicintainya itu karena merasakan firasat yang sama. Hati Rudi tidak tenang dan sekelebat bayangan wajah Annisa menari-nari di pelupuk mata.
Rudi mencari Annisa ke seluruh ruangan rumah sakit. Namun hasilnya nihil. Dokter saleha itu ternyata tidak berada di rumah sakit.
"Di mana kamu, dek Nissa? Mengapa, perasaanku semakin tidak tenang?" Rudi bermonolog sambil mengacak rambutnya frustasi. Ketakutan dan kekhawatirannya semakin meraja ... hingga otaknya tak mampu berpikir dengan jernih ....
Dengan tangan gemetar, Rudi menggeser layar gawai dan segera menghubungi nomor Annisa. Namun sayang ... tidak ada jawaban. Gegas ia pun melacak nomer hand phone Annisa, untuk mengetahui keberadaan wanita yang menyita pikirannya itu.
Setelah berhasil menemukan lokasi Annisa berada, Rudi menghubungi Ilham dengan melakukan panggilan telepon. Beruntung, Ilham langsung menerimanya. Rudi menyampaikan bahwa Annisa tidak berada di rumah sakit. Lantas ia mengirim lokasinya saat ini dan meminta agar Ilham segera menyusul.
....
Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, mobil yang dikendarai oleh Yudi tiba di tepi pantai. Pria itu disambut oleh beberapa anak buahnya yang telah menyiapkan speedboat untuk membawa mereka ke villa milik Farhan yang berada di tengah pantai.
Sesampainya di villa, Yudi membawa Annisa ke kamar yang telah disiapkan oleh para maid atas perintah Farhan. Kamar tersebut didesain layaknya kamar pengantin. Ranjang yang digunakan untuk membaringkan tubuh Annisa pun, dihiasi rangkaian bunga dan taburan kelopak bunga mawar.
"Kerja yang bagus, Yud." Farhan menarik salah satu sudut bibirnya dan menepuk pundak Yudi, sebagai pertanda bahwa ia sangat puas dengan kinerja sang asisten.
"Trimakasih, Tuan." Yudi sedikit membungkukkan tubuhnya seraya memberi hormat.
__ADS_1
"Sudah tiba waktunya, Annisa menjadi milikku. Aku akan membuat wanita itu menyesal karena telah menolakku. Aku juga akan membuat dia bertekuk lutut, karena merasa kecanduan dengan sentuhanku," ujar Farhan ... percaya diri.
"Silahkan Tuan. Selamat bersenang-senang dengan calon istri anda."
"Hmmm, lebih baik kau awasi pintu masuk! Siapa tau, ada seseorang yang menyelinap!"
"Baik Tuan."
Farhan mengayunkan tungkai menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Jantungnya berdentum-dentum saat tangannya memutar knop pintu.
Farhan mengernyitkan dahi ketika daun pintu terbuka lebar. Nampak lampu kamarnya remang-remang sehingga objek yang sedang terbaring di atas ranjang terlihat samar.
"Kenapa, lampu kamarnya remang-remang, Na?" tanya yang terlontar disertai tatapan menyelidik.
"Maaf Tuan, kami para maid sengaja ingin menciptakan suasana kamar semakin romantis. Kami berpikir, jika lampunya remang-remang, maka suasana akan semakin syahdu." Ina menjawab pertanyaan tuannya dengan menundukkan wajah. Ia teramat takut, jika sang tuan ... membaca mimik wajahnya yang diselimuti ketakutan.
"Trimakasih Ina sayang. Sepertinya, kau semakin memahami apa yang menjadi kesenanganku."
Speechless
Ina tak mampu berkata-kata setelah mendapat reward dari Farhan, si tuan muda yang berparas tampan. Namun sayang, parasnya yang tampan tidak diimbangi dengan akhlakul karimah.
Farhan menutup daun pintu dan menguncinya dari dalam. Ia ayunkan tungkai ... mendekati bibir ranjang.
Perlahan, Farhan mendaratkan bobot tubuhnya di tepi ranjang. Tanpa sabar, ia ulurkan tangan untuk membuka hijab yang dikenakan oleh wanita yang terbaring di atas ranjang, lalu membuangnya ke sembarang arah.
__ADS_1
"Sayang, aku sudah tidak sabar untuk memilikimu seutuhnya," bisik Farhan lantas merobek gamis yang membalut tubuh si wanita.
Hasrat Farhan kian membara. Ia jamah seluruh harta terindah si wanita dan mulai menyesap madunya.
Nada-nada mengalun merdu dari bibir si wanita, mendorong hasrat yang sudah tak terkendali ... untuk segera mereguk kenikmatan yang didamba.
"Bersiaplah Sayang," bisik Farhan sembari mengarahkan benda tumpulnya.
Suara jeritan lirih mengiringi hujaman benda tumpul ke dalam tubuh si wanita.
Saat benda tumpulnya menghujam dengan mudah, batin Farhan melisankan tanya diikuti kesangsian pada objek yang masih berada dalam kungkungan.
Namun karena hasratnya yang belum padam, Farhan pun tak acuh. Ia semakin membenamkan tubuh untuk merengkuh kenikmatan hakiki .....
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Double UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love. 😘
Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍
Tekan ❤ untuk favoritkan karya
__ADS_1
Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉
Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤