Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Modus


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Istri saya tidak berdusta. Kamu memang bukan putra kandung kami. Kami memungutmu dari jalanan. Dan sekarang ... kembalilah ke tempat asalmu! Kami tidak ingin mempunyai seorang putra yang bejat dan tidak berakhlak."


TES


Buliran air bening menetes membasahi wajah Rudi. Rasa sakit yang menderanya saat ini, tidak mampu diungkapkan dengan rangkaian kata-kata. Seketika, ia pun terngiang ucapan istri yang telah ditalaknya, Anjani.


"Rasa sakit yang kamu rasakan itu tidak seberapa bila dibanding dengan rasa sakit yang aku rasakan selama ini, Mas. Aku yakin, kelak kamu akan merasakan rasa sakit yang sama denganku."


....


Dengan langkah gontai, Rudi kembali memasuki kamar. Wajahnya yang terbingkai air mata seketika menarik atensi Dahlia, wanita yang dijadikannya sebagai partner ranjang.


Dahlia menangkup pipi Rudi dengan kedua telapak tangannya. Lantas ia menatap manik mata yang menyiratkan duka dan kesedihan dengan tatapan intens.


"Beb, kenapa wajahmu basah oleh air mata? Apa yang sebenarnya terjadi, hmm? Ayahmu mengurungkan niatnya 'kan?" Suara Dahlia terdengar lembut, hingga Rudi merasa bahwa partner ranjangnya itu sangat perhatian.


Rudi meraih kedua telapak tangan Dahlia yang menempel di pipinya lalu mengecup buku-buku jari wanita itu dengan mesra.


"Honey, jika aku sudah tidak memiliki harta dan tahta, bagaimana perasaanmu padaku? Apa, kamu tetap mau menerimaku?"


Dahlia mengerutkan dahi hingga kedua pangkal alisnya saling bertaut. "Maksudmu apa, Beb?"


Rudi menghela nafas berat sebelum menjawab pertanyaan yang terlontar dari bibir Dahlia.


"Honey, ayah tetap menyuruhku pergi dari rumah ini. Ayah dan bunda sudah tidak menganggap aku sebagai putra mereka --"


"Beb, kamu putra semata wayang mereka. Jadi, mereka nggak akan mungkin menyuruhmu pergi. Jika kamu benar-benar pergi, lalu siapa yang akan mewarisi harta mereka?" ujarnya menginterupsi.


Rudi tersenyum miris. Ia seka jejak air mata yang masih setia membasahi wajah rupawannya dengan jemari tangan dan berusaha terlihat tegar di hadapan Dahlia.


"Honey, aku bukanlah putra kandung mereka. Sewaktu kecil, mereka memungutku dari jalanan." Dengan berat hati Rudi berterus terang.


Ucapan Rudi sukses membuat Dahlia sangat terkejut. Wanita itu merotasikan bola mata dan melontarkan kata-kata sebagai luapan keterkejutannya dengan meninggikan intonasi suara. "What? Kamu bukan putra kandung mereka, Beb? Nggak mungkin. Aku sama sekali nggak percaya."


"Aku benar-benar bukan putra kandung mereka, Honey. Aku berasal dari jalanan --"


"Jika benar demikian, mulai detik ini ... aku nggak sudi memanggilmu Beb, apalagi melayanimu."


"Tapi Honey, aku sudah membelikan apartemen untukmu. Aku juga sudah memberikan uang milyaran rupiah padamu --"


"Cih, itu belum seberapa dengan pelayanan yang aku berikan untuk memuaskanmu, Rud."


"Honey, aku mohon ... berbaik hatilah padaku. Setidaknya, ijinkan aku untuk tinggal di apartemen yang aku belikan untukmu. Aku pastikan, sesegera mungkin mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar, karena aku seorang CEO ... lebih tepatnya mantan CEO." Rudi berujar penuh keyakinan.


Dahlia terlihat menimbang-nimbang perkataan Rudi. Setelah sejenak berpikir, ia pun mengijinkan Rudi untuk tinggal di apartemennya. Namun Dahlia memberikan suatu syarat.

__ADS_1


"Baiklah, kau boleh tinggal di apartemenku, Rud. Tapi dengan syarat, kau harus tetap memberikan uang sebesar 1 M setiap bulan untukku. Jika kurang dari 1 M, maka kau harus mencari tambahan dengan melayani para tante kesepian."


Netra Rudi berotasi sempurna. Ia sungguh tidak percaya, Dahlia memberikan syarat yang teramat berat untuknya.


"Tapi, Honey. Syarat itu terlalu berat untukku saat ini --"


"Terserah. Kau bisa memilih, Rud. Menjadi gelandangan atau tinggal di apartemen tetapi dengan memenuhi syarat yang aku berikan."


Rudi menghela nafas berat. Ia bagai memakan buah simalakama. Antara menyetujui syarat yang diberikan oleh Dahlia atau hidup menggelandang di jalanan.


"Baiklah, Honey. Aku akan memenuhi syarat yang kamu berikan. Tapi, kamu harus tetap melayaniku. Karena, tubuhmu itu bagaikan candu yang ingin selalu ku nikmati."


Dahlia menarik kedua sudut bibirnya dan mengusap lembut pipi Rudi. "Dengan senang hati Rud. Aku akan terus melayanimu, asalkan kau memenuhi persyaratan yang aku berikan. So, kau harus bekerja keras untuk mendapatkan uang minimal 1 M setiap bulannya."


....


Mesin waktu berputar begitu cepat. Tanpa terasa, sang rembulan telah kembali ke peraduan, berganti mentari pagi yang hadir menebar hangat sinarnya.


Dylan menggeser tirai jendela, lantas ia menyapa sang kekasih halal yang baru saja membuka kelopak netranya, disertai seutas senyum manis.


"Assalamu'alaikum, Sayang. Selamat pagi."


Dara beranjak dari posisinya berbaring. Kemudian ia menyandarkan punggungnya pada heard board sebelum membalas sapaan Dylan.


"Wa'alaikumsalam Bang. Selamat pagi juga suami handsomeku." Dara melengkungkan bibir, hingga terbitlah senyuman manis yang menghiasi muka bantalnya.


Tanpa memudar senyum, Dylan mendaratkan bobot tubuhnya di tepi ranjang. Ia tatap wajah Dara yang tetap terlihat cantik meski masih bermuka bantal.


"Iya Bang. Ngomong-ngomong, mas Keanu dan mbak Khanza ingin memberi kejutan apa untuk ayah dan bunda?"


"Ada dech. Insya Allah, kejutan yang akan diberikan pada ayah dan bunda sangat spesial."


"Masa sama istri sendiri main rahasia-rahasiaan sih Bang." Bibir Dara mencebik diikuti perubahan raut wajahnya.


Dylan terkikik geli melihat ekspresi sang istri yang sangat menggemaskan.


CUP


Dylan melabuhkan kecupan singkat di bibir ranum Dara, lantas menyahut ucapan istrinya itu.


"Sayang, jangan cemberut donk! Kalau cemberut, nanti abang akan memakanmu lho."


"Ishhh, apaan sih, Bang. Memangnya, Dara makanan?" ujarnya sembari menepis tangan Dylan.


"Please donk, jangan cemberut Sayangku! Nanti, Sayang akan abang beritahu ... tapi --" Dylan sengaja memangkas ucapannya.


"Tapi apa, Bang?" Dara melontarkan kalimat tanya disertai kerutan di dahi.


"Tapi bisik-bisik ya! Takutnya, cicak-cicak di dinding akan mendengar lalu mereka memberitahukannya pada ayah dan bunda."

__ADS_1


"Hiissshhh, mana ada Bang. Memangnya, ayah dan bunda faham dengan bahasa cicak?"


"Ya, siapa tau ... ayah dan bunda memiliki kelebihan bisa memahami bahasa cicak, Yang. Buktinya, ayah dan bunda bisa memahami bahasa kalbu kami, putra-putri mereka --"


"Itu beda, Abangku sayang. Pasti, Bang Dylan hanya modus 'kan? Dengan alasan berbisik-bisik, Bang Dylan ingin mencuri kecupan di pipi Dara 'kan?"


Dylan tersenyum lebar lantas benar-benar melabuhkan kecupan di pipi Dara, wanita yang kini telah menjadi ratu di hatinya.


"Kamu memang cerdas, Yang. Tau ... yang abang inginkan."


"Abang baru nyadar ya ... kalau istri abang ini cerdas?"


"Heem, Yang. Tapi, jika Sayang benar-benar cerdas ... pastinya Sayang faham apa yang diinginkan oleh suamimu ini sekarang?" ucap Dylan diikuti kerlingan netra.


"Bang, aku faham. Bahkan teramat sangat faham dengan apa yang Abang inginkan. Semalam 'kan sudah, Bang. Tadi, seusai sembahyang subuh juga sudah. Masa mau dilanjut lagi sih. Kita belum sarapan lho, Bang."


"Abang maunya sarapan ini ... ini ... dan ini." Dylan menunjuk bagian-bagian tubuh Dara yang menjadikannya candu.


"Tapi, Bang ... eumpp." Tanpa aba-aba, Dylan menarik tengkuk Dara dan membungkam bibir ranum istrinya itu ....


Detik berikutnya, Dylan melanjutkan aksinya. Menjelajah harta yang telah halal disentuh dan dinikmatinya ....


....


Bonus visual Bu Sari, ibu angkat Dara


Bu Sari atau Iyien Rira (nama asli visual Bu Sari)



Iyien Rira, atau biasa author panggil dengan sebutan Kak Ririn.


Kak Ririn merupakan salah satu sahabat author yang selalu setia mendukung karya-karya author mulai dari Istri Comel Pilihan Abi hingga Pernikahan Tanpa Cinta.


Beberapa karya yang ditulis oleh Kak Ririn sangat menarik dan tentunya menjadi candu bagi siapa pun yang membacanya, tak terkecuali author Istri Comel. Salah satu karya yang sedang digarap oleh Kak Ririn berjudul Valonia Jasmine. Mengisahkan perjuangan Keyan, seorang putra pengusaha kaya raya untuk merengkuh cinta Valonia.



🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉

__ADS_1


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤


__ADS_2