Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Sambutan Mengesankan


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Masya Allah, kalian ...," pekik Kirana diikuti gerakan tungkai mendekati objek yang baru saja muncul dari balik pintu. Wanita paruh baya itu menyambut kedatangan kedua tamu dengan menerbitkan seutas senyum. Kedua tamu tersebut ... Raikhan dan Alya.


"Ehemmm, salam kami belum dijawab lho," protes Raikhan seraya menyindir wanita paruh baya yang kini berdiri di hadapan. Siapa lagi jika bukan Kirana, sahabat sekaligus besan Raikhan.


"Ohhh iya, sampai lupa." Kirana menepuk jidatnya sambil tertawa kecil. Bisa-bisanya dia terlupa membalas ucapan salam Raikhan dan Alya.Tepatnya bukan terlupa. Tetapi terkejut dengan kedatangan Raikhan. Sosok yang dijadikan objek oleh Dylan untuk mencibirnya.


"Wa'alaikumsalam, Rai, Alya," ucap Kirana sambil memasang senyum termanis hingga kedua netranya menyipit.


Kirana merentangkan tangan lantas memberi pelukan wanita yang pernah menjadi masa lalu sang suami, dia ... Alya Putri.


Tangan yang semula menjuntai diangkatnya untuk membalas pelukan Kirana. Sehingga keduanya saling berpeluk.


Setelah melerai pelukan, Alya membawa tubuhnya ke sisi ranjang untuk mengusap pipi baby Diandra yang berada di dalam dekapan Dara. Lantas ia pun memberi ucapan selamat pada dua insan yang tengah berbahagia atas kelahiran baby Dirgantara dan baby Diandra.


"Semoga keduanya menjadi anak yang saleh dan saleha, berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi bangsa, negara, dan agama," doa tulus Alya disertai seutas senyum yang membingkai wajah ayunya.


"Aamiin yaa Allah, terima kasih Tante," balas Dara diikuti lengkungan bibir.


"Ehemmm. Om Raikhan panjang umur. Baru aja kami omongin lho," ujar Dylan menginterupsi. Seketika Kirana melayangkan tatapan tajam ke arah Dylan, agar putranya itu tidak ember. Kirana tidak ingin Alya maupun Raikhan menjadi salah faham karena celotehan Dylan yang unfaedah.


"Oh ya? Memangnya kalian ngomongin apa tentang om?" tanya Raikhan dipenuhi rasa ingin tau.


"Mmmm ... itu Om. Kata Bunda, eh ... kata Dylan, Om Raikhan mirip oppa Lee Min Ho." Dylan tergagap. Ia takut jika sang bunda murka karena celotehannya.


Raikhan tergelak kala mendengar jawaban Dylan yang sukses menggelitik indra pendengarannya. "Ya ... ya, memang wajah om mirip dengan Lee Min Ho. Sampai-sampai, pesona om tidak memudar meski sudah berusia hampir kepala enam," ujar Raikhan bangga.


Entah kenapa tokoh pria di novel ini semuanya narsis. Bahkan kenarsisannya membuat si penulis kisah jadi teringat suami tercinta ketika ia dengan bangga memuji wajahnya yang mirip dengan oppa Korea. Haissshhh, malah curuhat 🤦‍♀️


Okey, lanjut ke cerita 😗


Kirana memutar bola mata malas karena merasa jengah dengan ucapan Raikhan. Meski diusianya yang hampir menginjak kepala enam, kenarsisan pria itu malah semakin menjadi.

__ADS_1


Setelah sejenak berbincang, atensi mereka teralihkan kembali oleh ucapan salam yang berasal dari dua insan yang kini berdiri di ambang pintu. Mereka Rangga dan Khanza. Usai membantu Fauzan mengurus kepulangan jenazah almarhumah Intan, keduanya membersihkan badan lantas kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Dara dan kedua bayi kembar.


"Rangga, Khanza," ucap Kirana dan Alya kompak.


Rangga dan Khanza tersenyum. Keduanya mencium punggung tangan Kirana, Alya, dan Raikhan secara bergantian.


"Loh, baby Azzam dan baby Humaira dititipkan siapa, Za?" tanya yang terlisan dari bibir Kirana.


"Baby Azzam dan baby Humaira kami titipkan pada mbak Raina, Bund. Kebetulan Chayra sedang libur sekolah. Jadi, mbak Raina tidak keberatan kami titipin si kembar. Bahkan, mbak Raina sangat senang karena Chayra ada temannya. Selain si kembar, kami juga menitipkan Alif karena Reni pamit untuk mengunjungi suaminya," ujar Khanza seraya menjawab pertanyaan yang dilisankan oleh sang bunda.


"Syukurlah kalau kamu menitipkan si kembar pada Raina. Bunda kurang tenang jika si kembar kamu titipkan pada Inah dan Udin. Mereka 'kan pengantin baru, jadi kemungkinan besar tidak mau diganggu," sahut Kirana diikuti helaan nafas lega.


Yupss, satu minggu yang lalu ... Inah dan Udin menikah di KUA. Pernikahan mereka teramat sederhana. Setelah melangsungkan akad nikah di KUA, keduanya menggelar tasyakuran di masjid Al Maksum. Meski Rangga dan Khanza sudah menawari mereka untuk mengadakan pesta resepsi, keduanya menolak dengan halus. Inah dan Udin berpendapat, usia mereka tak lagi muda. Alangkah baiknya jika sejumlah uang yang digunakan untuk mengadakan resepsi mewah, dimanfaatkan untuk bersedekah. Terutama bersedekah kepada anak yatim atau piatu dan para janda yang tidak mampu.


"Iya Bunda, kami ngerti kog. Makanya, kami tidak menitipkan si kembar pada Inah dan Udin. Bahkan, Khanza meminta mereka untuk berbulan madu ke Bali. Jangan sampai bulan madu mereka jauh dari kesan romantis jika hanya ber-honeymoon di desa W seperti kami dulu."


Rangga merasa tersentil kala mendengar ucapan Khanza. Pasalnya, dulu pria berparas rupawan itu langsung membawa Khanza ke desa W untuk menikmati hari-hari sebagai pengantin baru. Bukan tanpa sebab, saat itu Khanza belum bisa menerima Rangga sebagai suaminya karena pernikahan mereka bermula tanpa cinta.


Namun setelah tiga bulan menjalani biduk rumah tangga, Rangga membawa istri comelnya itu untuk berlibur ke London. Sangat disayangkan, kejadian buruk yang tidak diinginkan terjadi sehingga merusak momen romantis mereka berdua. Devan anak buah Clarisa tiba-tiba menghujamkan benda tajam ke tubuh Rangga. Hingga Rangga sempat mengalami koma. Beruntung, Albirru bisa menyadarkan Rangga dari koma meski dengan cara yang sangat unik, membuat suami Khanza itu terbakar oleh api cemburu.


"Aamiin, trimakasih Mbak Khanza," balas Dara disertai seutas senyum.


"Boleh nggak, kami menggendong si kecil, Ra?" sahut Rangga seraya melisankan tanya, setelah ia memberi ucapan selamat pada Dylan.


"Tentu saja boleh, Mas." Dara menyerahkan baby Diandra pada Khanza. Sedangkan Dylan menyerahkan baby Dirgantara pada Rangga.


Binar bahagia terlukis jelas di wajah Rangga dan Khanza saat kedua bayi berada dalam dekapan mereka.


"Pi, mereka sangat manis ya?"


"Iya Mi, sangat manis. Papi jadi ingin segera memberi kedua buah hati kita seorang adik. Mmm ... bukan hanya seorang adik. Tetapi sepasang adik."


Bibir Khanza mencebik. Tak terbayang olehnya jika mereka kembali mempunyai sepasang bayi kembar di saat baby Azzam dan baby Humaira masih teramat kecil. Tentu saja, akan membuat Khanza semakin riweh dan kurang beristirahat. Ditambah lagi bayi besar yang sangat rajin meminta jatah. Bisa dipastikan, kepala Khanza akan sering cenat-cenut.


"Ishhhh, mommy belum siap Pi. Baby Azzam dan baby Humaira masih teramat kecil. Nggak terbayang riwehnya 'kan?"

__ADS_1


"Kita bisa membayar baby sister untuk membantu merawat baby-baby kita Mi."


"Nggak mau. Mommy benar-benar belum siap, Pi."


Percakapan mereka terpangkas saat Rangga merasa tangannya hangat.


"Ra, sepertinya si baby pup," ujar Rangga sambil membaringkan baby Dirgantara di atas ranjang.


"Waduh, maaf ya Mas." Dara merasa tidak enak hati karena sambutan baby Dirgantara yang membuat tangan dan kemeja Rangga terkena pup.


"Nggak pa-pa, Ra. Mas Rangga sudah terbiasa mendapat jatah pup kog," sahut Khanza ... menahan tawa.


"Sini, biar mas Rangga aja yang bersihin Ra," ucap Rangga menawarkan diri.


"Tapi, Mas --"


"Udah Yang, biarkan saja!" titah Dylan.


Rangga melipat lengan kemeja. Lalu dengan telaten membersihkan kotoran baby Dirgantara. Namun tanpa diduga, putra pasangan Dylan dan Dara itu berterima kasih dengan cara yang teramat sangat mengesankan. Membasahi wajah Rangga dengan air bening yang menyembur dari paruh burung puyuh kecil.


Khanza, Dylan, Dara, Kirana, Raikhan, dan Alya tergelak kala menyaksikan raut wajah Rangga yang terlihat menyedihkan.


"Yaa Salammmmmm, mimpi apa aku semalam. Tadi pagi terkena semprotan baby Azzam dan sekarang terkena semprotan baby-nya si Dylan," gumam Rangga sambil mengusap wajahnya ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung .....


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉

__ADS_1


Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 💓


__ADS_2