Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Aqiqah Baby Double D


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Semenjak menikah enam bulan yang lalu, Reni sama sekali belum pernah menjenguk suaminya yang masih berada di dalam penjara. Meski rasa benci dan amarahnya perlahan terkikis, Reni enggan bertemu dengan pria yang membuat hidupnya hancur. Dia ... Farhan Algifari.


Namun berbeda dengan hari ini. Ingin rasanya Reni menjenguk Farhan. Besar keinginannya untuk mengetahui keadaan suaminya itu. Entah mengapa, beberapa hari ini pikirannya tidak tenang. Terbayang olehnya wajah Farhan yang nampak pucat. Meski masih terselip rasa benci, Reni tidak memungkiri bahwa hatinya telah terpaut pada sosok Farhan. Ayah biologis malaikat kecil yang saat ini berada di dalam rahimnya.


Dengan berbekal tekad, pagi ini Reni mengunjungi lapas untuk memastikan bahwa keadaan Farhan baik-baik saja, tidak seperti yang dibayangkan olehnya.


Reni mendaratkan bobot tubuh setelah salah seorang sipir mempersilahkannya untuk duduk. Ia menunggu Farhan dengan perasaan campur aduk. Gelisah, nervous, gengsi, dan malu, membaur menjadi satu.


Tanpa menunggu waktu lama, sosok yang ditunggu pun berdiri di hadapan. Kedua netra mereka saling bersiborok hingga membuat degup jantung keduanya berdentum-dentum.


Binar bahagia terlukis jelas di manik mata Farhan kala menatap wajah sang kekasih halal. Ia tidak menyangka, Reni bersedia menjenguknya.


"Sayang kamu --"


"A-a' --" Bibir Reni terasa berat untuk berucap.


"Yang." Farhan meluruhkan tubuh lalu berlutut di hadapan Reni. Ia kecup lama perut buncit wanita yang telah menjadi pelabuhan terakhirnya itu, meluapkan kerinduan dan mencurahkan rasa cinta seorang ayah sekaligus suami kepada istri dan calon buah hatinya.


Rasa hangat dan haru memaksa embun yang sedari tadi membingkai pelupuk mata kini jatuh membasahi wajah. Setitik rasa benci yang masih bersemayam, hilang tak bersisa kala mendapati perlakuan Farhan yang mampu meluluhkan hati.


"Yang, bagaimana keadaanmu dan buah hati kita?" tanya yang terlisan setelah Farhan puas mencium perut Reni. Ia menengadahkan wajah untuk menatap wajah ayu sang belahan jiwa. Dengan penuh kelembutan, diusapnya wajah yang telah basah karena tetesan embun.


Reni menerbitkan seutas senyum lantas menjawab pertanyaan yang dilisankan oleh Farhan. "Alhamdulillah, kami baik-baik saja A'."


"Syukurlah. Maaf, aa' belum bisa menjadi seorang suami yang siaga. Namun aa' berjanji, setelah keluar dari penjara ... aa' akan selalu berada di sisi kalian, menjagamu dan buah hati kita."


"A' jangan mudah berjanji. Lebih baik, Aa' buktikan dengan perbuatan setelah keluar dari penjara. Reni berharap, semoga Aa' diberi keringanan hukuman. Sehingga, kita segera bisa berkumpul," ucap Reni tulus.


"Aamiin, semoga Yang. Meski masa hukuman aa' masih sembilan tahun lebih, jangan lelah menanti. Jangan berhenti menjaga kesetiaanmu sebagai seorang istri," pinta Farhan sembari menggenggam erat tangan Reni.


"Insya Allah A'. Reni tidak akan lelah menanti dan akan tetap menjaga kesetiaan sebagai seorang istri, karena putra kita membutuhkan kehadiran seorang ayah. Yaitu kamu A'."


Farhan terkesiap ketika Reni menekankan kata 'putra kita'. Itu berarti, janin yang berada di dalam rahim Reni berjenis kelamin laki-laki.


"Ja-jadi, malaikat kecil kita berjenis kelamin laki-laki, Yang?"


Reni mengangguk pelan dan kembali menerbitkan senyum. Seketika Farhan beranjak dari posisinya lalu memeluk Reni, meluapkan rasa bahagia yang tak terkira.


"Alhamdulillah. Trimakasih yaa Allah. Meski hamba seorang pendosa, Engkau masih berkenan memberi anugerah yang sangat hamba inginkan," tutur Farhan mengungkap rasa syukur.


Perlahan, Reni mengangkat kedua tangannya yang semula menjuntai untuk membalas pelukan Farhan. Sepasang suami istri itu pun saling berpeluk hingga membuat para sipir yang menyaksikan terbawa ke dalam suasana haru.


Dengan berat hati, Farhan melepas pelukan. Lantas melabuhkan kecupan di kening istrinya sebelum ia mendaratkan bobot tubuh di kursi.


"A', Reni bawakan nasi, sayur, dan lauk untukmu. Segera dimakan ya!"


"Trimakasih Sayang. Aa' akan segera memakannnya. Tapi --" Farhan menggantung ucapannya.


"Tapi, apa A'?" tanya yang terlisan disertai tautan kedua pangkal alis.


"Tapi, suapin aa' ya Sayang!" pinta Farhan yang sukses melukis rona merah di wajah Reni.


"I-iya, A'." Reni membuka kotak makan lalu mulai meyuapkan nasi, sayur, dan lauk ke dalam mulut Farhan yang telah siap menyambut makanan.


" A' --"


"Hmmm, ada apa Yang?"

__ADS_1


"Aa' sehat 'kan?"


"Alhamdulillah, saat ini aa' sehat karena dijenguk oleh istri tercinta. Sudah satu minggu ini, aa' demam. Hampir setiap malam, aa' mengigau ... menyebut nama Sayang," jawabnya mengutarakan kejujuran.


Pantas saja beberapa hari ini pikiran Reni terusik oleh bayang-bayang wajah Farhan yang nampak pucat. Ternyata suaminya itu demam. Ikatan batin sepasang suami istri memang sangat kuat. Meski jauh di mata. Namun hati bisa merasa.


"A', jaga kesehatan ya! Jangan sampai Aa' sakit lagi." Reni memasang wajah sendu. Ia usap pipi suaminya dengan jemari tangan.


Farhan tersenyum. Ia raih jemari tangan Reni lalu menghujani buku-buku jari istrinya itu dengan kecupan mesra.


"Iya Yang. Sayang juga ya. Jaga kesehatan! Jangan banyak pikiran dan jangan lupa makan-makanan yang bergizi! Jika Sayang membutuhkan sesuatu, jangan sungkan-sungkan mengutarakannya pada abah dan ummi karena mereka juga orang tua Sayang."


"Iya A'. Abah dan ummi sangat baik serta perhatian. Ketika Reni ngidam, mereka selalu menuruti."


Keduanya mengakhiri percakapan setelah seorang sipir memperingatkan bahwa jam kunjung telah usai.


Farhan dan Reni beranjak dari duduk. Keduanya saling berpeluk sebelum kembali berpisah.


....


Tanpa terasa, baby Dirgantara dan baby Diandra sudah berusia satu minggu. Sebagai wujud rasa syukur, Dylan melaksanakan aqiqah untuk kedua buah hatinya.


Pria berkumis tipis itu mengundang seluruh keluarga, para sahabat, tetangga, para pembaca setia Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story), para pejuang literasi, dan anak-anak yatim piatu.


Tak lupa, Dylan juga mengundang ustadz Fadhil dan ustadz kembar untuk mengisi acara. Ustadz kembar merupakan putra pasangan Fadhil dan Hana, mereka ... Fadhlan dan Fadhli.


Semua tamu undangan nampak khidmat kala mendengar tausiyah yang disampaikan oleh ketiga ustadz, Fadhil, Fadhlan, dan Fadhli. Kolaborasi ketiganya sukses menghipnotis banyak pasang mata, sebab mereka memiliki paras yang handsome dan berkharisma.


Usai menyampaikan tausiyah, Fadhil meminta Miranda alias Maradona yang kini berganti nama Muhammad Fahrezi, untuk menyenandungkan lagu. Suara merdu Muhammad Fahrezi mampu menggetarkan hati semua orang yang mendengarnya, hingga tanpa terasa ... buliran bening jatuh membasahi wajah mereka.


Pada hari, bulan, tahun


Ada gelombang menggerah


Memaksaku menghentikan semua


Kuhentikan kegilaan hidup


Denganmu jiwa ini terisi


Aku mencintai engkau


Begitu besar tak terbandingi


Namun bila saatnya


Aku harus pergi juga


Tinggalkan engkau


Tinggalkan semua


Hijrah cintaku menguatkan alasanku


Untuk menjadi manusia lebih baik


Namun saat sinar-Nya datang menjemputku


Mana mungkin aku berlari


Aku harus meninggalkan semua cinta ini

__ADS_1


Dan bila nanti bertemu Dia kumohonkan


Kembalikanlah kami, satukanlah lagi


Di surga-Mu, Ya Allah


Segunung kepingan dinar


Tak bisa mengalahkan kilau cintaku


Bahagia 'ku melihatmu mampu tersenyum


Kalahkan getir


Namun bila saatnya


Aku harus pergi juga


Tinggalkan engkau


Tinggalkan semua


Hijrah cintaku menguatkan alasanku


Untuk menjadi manusia lebih baik


Namun saat sinar-Nya datang menjemputku


Mana mungkin aku berlari


Namun saat sinar-Nya datang (menjemputku)


(Mana mungkin aku berlari)


Aku harus meninggalkan semua cinta ini


Dan bila nanti bertemu Dia kumohonkan


Kembalikanlah kami, satukanlah lagi


Di surga-Mu, Ya Allah


Di surga-Mu, Ya Allah


Air mata Kirana tak terbendung meski Fahrezi usai melantunkan lagu yang berjudul Hijrah Cinta itu. Hatinya terasa teriris dan dadanya serasa sesak. Entah mengapa, lagu tersebut benar-benar mampu menyentuh relung rasa ....


"Bi ...."


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😙😙😙❣️

__ADS_1


__ADS_2