Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Melting


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


Tangis Khanza pecah saat Rangga tiba-tiba hadir dengan membawa bucket bunga mawar putih lambang cinta suci dan kesetiaan abadi disertai senyuman khas yang membingkai wajah rupawannya ....


"Selamat bertambah usia istriku, Saqueena Khanza Humaira," ucapnya sembari menyerahkan bucket bunga mawar putih kepada istrinya.


"Mas --" Suara Khanza tercekat karena luapan rasa bahagia. Tangannya gemetar. Meski sekedar menerima bucket bunga mawar putih dari tangan suaminya, ia tak sanggup.


"Sayang, maaf."


Rangga merengkuh tubuh Khanza lalu membawanya ke dalam pelukan.


"Za, maaf telah membuatmu menangis," ucapnya lagi. Rangga menyesal telah membuat Khanza menitikan air mata meski apa yang ia lakukan ... untuk memberi kejutan spesial di hari ulang tahun sang istri.


Khanza membalas pelukan Rangga. Ia peluk tubuh imamnya itu dengan sangat erat. Khanza benar-benar takut kehilangan sang kekasih sebab ia sudah terlanjur menambatkan hatinya pada Rangga Adithya Fairuz, pria yang tanpa lelah memperjuangkan cintanya.


"Mas, kamu jahat. Aku kira kamu benar-benar ingin berpisah denganku. Tapi ternyata, kamu tega nge prank aku. Apa yang kamu lakukan hari ini sukses memporak-porandakan hatiku Mas," ujar Khanza dengan terbata-bata disertai isak tangis.


Rangga menarik kedua sudut bibirnya. Hatinya menghangat ketika mendengar ucapan sang istri. Kata-kata yang terlisan dari bibir Khanza membuktikan bahwa wanita itu sangat mencintainya.


Rangga teramat bersyukur atas anugerah cinta terindah yang diberikan Illahi padanya. Dicintai oleh wanita yang selama ini sangat ia damba, Saqueena Khanza Humaira.


"Maaf sayang. Apa yang Mas lakukan hanya untuk memberimu kejutan dan sama sekali nggak ada niat lain. Aku sangat mencintaimu Khanza. Apapun yang terjadi, aku nggak akan melepasmu, meski kamu yang memintanya sekalipun," tutur Rangga seraya membalas ucapan istrinya. Ia kecup lama pucuk kepala Khanza, mencurahkan rasa cinta yang begitu besar untuk bidadari hatinya itu.

__ADS_1


Rangga sedikit merenggang pelukan lalu menyeka wajah istrinya yang basah dengan jemari tangan.


"Jangan menangis lagi Yank! Aku nggak ingin ada air mata kesedihan yang membingkai wajah cantikmu."


"Mas, aku menangis karena merasa terharu dan sangat bahagia. Trimakasih atas kejutan yang kamu berikan untukku." Khanza mengulas senyum dan melingkarkan tangannya di leher pria berparas rupawan itu.


Keduanya saling melempar senyum dan menyatukan dahi mereka.


"Selamat bertambah usia, Khanza ...."


Khanza terkesiap saat mendengar ucapan selamat yang sangat kompak. Ia pun segera melerai tangannya yang melingkar di leher Rangga lalu mengabsen satu persatu nama keluarga dan para sahabat yang berdiri mengelilinginya dan Rangga.


"Barakallah fii umrik, Khanza sayang. Semoga kebahagiaan senantiasa menyertaimu, putriku. Jadilah seorang istri yang taat kepada perintah Allah dan suamimu," tutur Kirana sembari memeluk sayang tubuh sang putri . Tiada terasa putri kecilnya yang dulu sangat menggemaskan ... kini telah tumbuh menjadi seorang wanita berparas cantik.


"Selamat ulang tahun, Za. Semoga Allah selalu memberimu kebahagiaan," tutur Birru disertai seutas senyum dan binar di manik matanya yang menyiratkan makna. Meski di hati pria blonde itu masih terselip setitik rasa cinta untuk Khanza. Namun melihat wanita yang dicintainya bahagia, Birru pun ikut berbahagia. Ia sadar, cinta tidak harus memiliki.


"Trimakasih Kak Birru atas ucapan dan doanya. Trimakasih juga karena telah membantu suamiku untuk nge prank istrinya ini," sahutnya sembari melirik pria tampan yang berstatus sebagai suaminya.


Birru dan Rangga tergelak lirih mendengar ucapan Khanza. Terbayang kembali saat keduanya berpura-pura saling bersitegang demi surprise yang mereka persiapkan untuk si comel Khanza.


"Za, happy milad ya," ucap Zahra sambil memberi pelukan singkat dan mengulas senyum.


"Trimakasih Kak Zahra. Khanza teramat bahagia karena Kakak turut hadir," balasnya disertai lengkungan bibir.

__ADS_1


"Kak, selamat atas kelahiran buah hati kalian. Maaf, kami belum sempat berkunjung ke Inggris untuk menjenguk si kecil."


"Tidak dimaafkan Za. Kalian harus ke Inggris. Berkunjunglah ke rumah kami sekaligus berbulan madu."


"Insya Allah bulan depan, Kak. Oya, si kecil mana Kak?"


"Si kecil kami titipkan pada opa dan omanya, Za. Jadi, insya Allah besok pagi kami kembali ke Inggris."


Obrolan mereka terpangkas saat terdengar suara kembang api yang bersahut-sahutan.


Rangga melingkarkan tangan di pinggang sang kekasih hati lantas menunjuk ke arah langit yang terhias warna-warni kembang api dengan jari telunjuknya.


"Lihatlah sayang!"


Netra Khanza berbinar ketika melihat pemandangan yang membuat hatinya semakin melting. Khanza melting se melting meltingnya dengan kejutan yang diberikan oleh Rangga.


Aneka warna kembang api bertuliskan "Happy Milad Bidadari Hatiku."


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo bertebaran β˜ΊπŸ™

__ADS_1


__ADS_2