Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Cinta Tanpa Syarat


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Terkadang, seseorang yang dipercaya mengemban amanah sebagai wakil rakyat lalai menjalankan tugasnya. Mereka terlupa bahwa tahta yang diberi bertujuan untuk memperjuangkan suara hati rakyat. Mereka juga terlupa menjalankan peran sebagai pengayom rakyat.


Pejabat bukanlah penjahat, jika mereka sadar akan kewajibannya dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab ....


Fariz tertunduk lesu saat salah seorang penegak hukum menginterogasi. Suaranya terdengar lirih disertai rinai hujan yang membasahi wajah sendu kala menjawab setiap pertanyaan yang terlisan. Ia teramat malu karena kebodohannya sendiri. Melakukan kejahatan demi mewujudkan keinginan putri semata wayangnya.


Sungguh teramat menggelikan. Seorang pejabat yang memiliki kecerdasan, tiba-tiba berubah pilon karena rasa sayangnya terhadap sang buah hati yang terlalu berlebih. Dan kini, hanya rasa sesal yang memenuhi ruang batin.


Fariz pasrah sebab proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tidak peduli si penjahat merupakan seorang penguasa atau pun pengusaha yang bergelimang harta. Hukum tidak bisa dibeli. Karena hukum adalah perwakilan tangan Tuhan.


Namun realitanya???? Terkadang hukum masih bisa dibeli 😌


....


Setelah menunaikan tugasnya, Tama membawa pulang Sekar ke kota Jogja. Ia berencana untuk mengadopsi Sekar sebagai putrinya.


Dengan senang hati, Sekar bersedia menjadi putri angkat Tama. Bahkan gadis itu teramat bahagia dan bersyukur sebab masih ada seseorang yang berkenan menerimanya meski ia tuna wicara.


Di kediaman Tama, Juwita menanti kedatangan sang suami dan calon anak angkat mereka. Juwita tak henti-hentinya melangitkan kalimah syukur ketika Tama menghubunginya melalui vidio call dan memberitahu bahwa ia ingin mengadopsi Sekar.


Di usia pernikahan Tama dan Juwita yang hampir menginjak angka dua puluh tahun, mereka tak jua dianugerahi keturunan. Juwita berulang kali meminta Tama supaya menceraikannya dan menikahi wanita lain agar bisa memiliki keturunan. Namun, Tama selalu saja menolak. Ia tetap bersikukuh memegang janji suci yang pernah terikrar.


Bagi Tama, pernikahan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Ia tidak ingin mengakhiri hubungan yang telah terajut hanya karena kekurangan yang dimiliki oleh pasangannya. Cinta Tanpa Syarat, merupakan pondasi yang kuat dalam berumah tangga.

__ADS_1


Setelah keluar dari mansion, Rangga segera menghubungi sang belahan jiwa melalui vidio call. Raut wajahnya yang semula sendu kini terhias binar bahagia saat wajah cantik Khanza memenuhi layar gawai.


"Assalamu'alaikum, Pi --"


"Wa'alaikumsalam, Mommy."


"Papi baik-baik saja 'kan? Papi nggak terluka 'kan?" Raut wajah Khanza melukiskan kekhawatiran.


Rangga menerbitkan senyum. Manik matanya berembun saat melihat wajah sang kekasih hati terbingkai air mata.


"Alhamdulillah, berkat doa Mommy ... papi baik-baik saja. Papi juga nggak terluka sedikitpun. Jadi, Mommy jangan khawatir! Sebentar lagi, papi akan kembali ke Jogja bersama Idam dan om Jo. Doakan kami semoga selamat sampai ke kota Jogja."


"Iya Pi. Mommy pasti mendoakan Papi."


"Mi, Idam dan Om Jo sudah menunggu di mobil. Papi tutup dulu ya vidio call nya."


"Iya Pi. Hati-hati di jalan! Jangan ngebut!"


Usai mengucap salam, Rangga mengakhiri vidio call. Ia pun bergegas masuk ke dalam mobil dan meminta Idam agar segera melajukan mobil.


....


Seperti yang telah direncanakan, Kirana mengumpulkan ketiga anaknya dan para menantu untuk memberitahu kejahatan yang dilakukan oleh Juminten, mantan pembantunya.


Khanza, Keanu, Dylan, Raina, dan Dara terkesiap saat mendengar kata demi kata yang dituturkan oleh Kirana. Mereka tidak menyangka, bahwa Juminten telah berani memasang alat peledak di setiap sudut rumah. Namun mereka teramat bersyukur, karena kecerdasan sang bunda ... Juminten dan seluruh orang-orang yang berniat untuk meledakkan rumah utama, kini mendekam di dalam penjara.


"Jadi, Bunda sudah mengetahui rencana licik om Fariz dan Nadia?" tanya yang terlisan dari bibir Khanza diikuti sorot mata tak percaya.

__ADS_1


"Iya, Za. Bunda dan Ayah sudah mengetahui rencana licik mereka. Kami sengaja menyarankan Rangga supaya memenuhi undangan Fariz hanya untuk mengelabui kedua penjahat itu. Sebenarnya, kami meminta om Tama dan anak buahnya untuk mengikuti mobil yang membawa Rangga, Idam, dan om Jo. Alhamdulillah, berkat keridhoan Allah, rencana kami berhasil. Rangga, Idam, dan om Jo selamat. Sedangkan Fariz dan Nadia mendekam di penjara," terang Kirana seraya menjawab pertanyaan yang dilisankan oleh putrinya.


Khanza menghela nafas berat. Meski suaminya selamat dan tidak terluka sedikit pun, pikirannya masih saja dipenuhi oleh bayang-bayang buruk. Ia belum bisa bernafas lega jika sang kekasih hati masih berada jauh dari sisi.


PYARRR


Suara gelas terjatuh memecahkan kaca lamun. Khanza tersentak. Sekelebat bayangan wajah Rangga menari-nari di pelupuk mata.


"Mas Rangga," lirih Khanza. Seketika buliran bening lolos dari kedua sudut netra diikuti denyutan ulu hati yang terasa nyeri.


Khanza melantunkan kalimat pinta di dalam kalbu. Ia memohon dengan sepenuh jiwa, agar suami tercinta senantiasa dalam perlindungan-Nya ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Alhamdulillah bisa double UP meski pendek dulu partnya ... 😁


Episode kali ini, author persembahkan teruntuk pembaca setia yang pernah curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Buat kakak yang author maksud, semoga rumah tangga kalian senantiasa sakinah, mawadah, warahmah meski belum juga diberi anugerah momongan. Sayangi serta cintai anak angkat kalian yang terlahir sempurna. Insya Allah, kelak ia akan menjadi perantara Illahi untuk menebarkan kebaikan. 😉


Maaf jika bertebaran typo


Jangan lupa meninggalkan jejak like 👍


Beri rate 5 ⭐


Klik ❤ untuk favoritkan karya

__ADS_1


Beri dukungan author dengan memberi gift atau vote seikhlasnya 😉


Trimakasih dan lope lope sekebon jagung, banana, terung 💓💓💓


__ADS_2