Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Cinta Buta


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Selepas isya, Dylan menghadiri acara pernikahan Milea dan Jordan. Dia ditemani oleh Dara atas permintaan Kirana. Dengan berat hati, Dara menuruti permintaan ibunda Dylan itu.


Selama di perjalanan, Dylan dan Dara hanya terdiam. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka. Kedua insan itu merasa canggung semenjak Abimana dan Kirana meminta mereka untuk menikah.


Tanpa terasa, mobil yang membawa Dylan dan Dara telah sampai di lokasi resepsi pernikahan. Sebelum keluar dari dalam mobil, Dylan menghela nafas dalam untuk menghalau rasa sesak.


Bagi Dylan, hari ini merupakan hari patah hati. Sebab, ia harus merelakan gadis yang selama bertahun-tahun dicintai, menikah dengan pria lain. Pupus sudah harapan Dylan untuk mempersunting Milea.


Dara mengerti, bahkan sangat mengerti dengan apa yang tengah dirasa oleh Dylan saat ini. Ingin rasanya ia melisankan kata untuk membesarkan hati pria berparas rupawan itu. Namun lidahnya serasa kelu dan ulu hatinya terasa nyeri kala melihat raut wajah Dylan yang terbingkai kabut duka.


Dylan keluar dari dalam mobil setelah sesak yang ia rasa sedikit mereda. Ia mulai menjejakkan kaki di hamparan pasir pantai diikuti oleh Dara.


Resepsi pernikahan Milea dan Jordan berkonsep rustic yang dilangsungkan di tepi pantai. Konsep tersebut identik dengan taman dan hutan.


Dengan langkah berat, Dylan membawa kakinya menuju ke atas panggung pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin yang terlihat bagaikan raja dan ratu. Ia berusaha mengulas senyum meski hatinya teramat perih.


"Selamat menempuh hidup baru Jordan, Lea. Semoga rumah tangga kalian senantiasa sakinah, mawadah, warohmah --," ucapnya dengan tulus dan tanpa memudar senyum.


"Aamiin, trimakasih Bro. Segeralah menyusul kami. Agar ... kamu berhenti mengharap balasan cinta dari istriku," sarkas Jordan sembari melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Milea dengan posesif.


Dylan tersenyum getir mendengar kata-kata pedas yang diucapkan oleh Jordan. Sedangkan Milea, wanita itu hanya tersenyum simpul seolah ia tak merasa iba sedikit pun pada Dylan. Pria yang selalu ada di sisinya ketika ia membutuhkan sandaran.


Dara tidak tinggal diam. Ia menggamit lengan terbuka Dylan dan membalas kata-kata pedas yang dilontarkan oleh Jordan dengan suaranya yang terdengar tegas.

__ADS_1


"Nggak usah khawatir, Dan! Dylan nggak bakal mengharap balasan cinta dari Milea karena kami akan segera menikah. Oya, tolong beri tau istrimu agar jangan lagi menemui calon suamiku ini ketika ia membutuhkan sandaran! Pandai-pandailah memperlakukan istrimu! Jangan sampai istrimu yang sangat manja itu kelak akan berpaling karena kamu nggak bisa memperlakukannya bagai seorang ratu seperti apa yang telah Dylan lakukan terhadapnya selama ini."


Kata-kata yang diucapkan oleh Dara sukses menohok Milea. Senyum wanita itu memudar. Wajahnya yang semula terbingkai binar bahagia, kini redup. Seonggok hati yang berada di dalam tubuhnya serasa nyeri saat Dara menyatakan bahwa Dylan adalah calon suaminya. Milea seolah tidak terima jika Dylan dimiliki oleh gadis lain. Ia masih membutuhkan pundak Dylan sebagai sandaran ketika merasa rapuh.


Tidak membalas perasaan Dylan dan malah menikah dengan Jordan. Namun tidak rela jika Dylan dimiliki oleh gadis lain. Sungguh wanita yang sangat egois.


Tanpa menikmati hidangan yang tersuguh di meja saji, Dylan dan Dara meninggalkan acara resepsi yang masih berlangsung. Mereka pergi ke pantai yang berada tidak jauh dari tempat itu.


"Argggggghhhhhhh ...." Dylan berteriak, menghempas rasa sakit yang mendera. Entah terbuat dari apa hatinya. Meski sering kali Milea menorehkan luka dan menjadikannya sebagai pelampiasan cinta dikala letih dengan pasangan, tetap saja Dylan masih mencintai wanita itu. Bahkan sampai saat ini, nama Milea masih tersemat dalam setiap untaian doanya. Cinta Dylan yang begitu besar terhadap Milea benar-benar menjadikannya buta.


"Lan, sudah larut malam. Pasti, om Abim dan tante Kiran sangat mengkhawatirkanmu. Kita pulang sekarang ya!"


"Iya Ra. Kita pulang sekarang," sahutnya tanpa semangat.


"Lan ...."


"Maaf, tadi aku lancang mengatakan bahwa kamu ... calon suamiku. Semoga kamu nggak marah ya," ujarnya dengan memasang wajah puppy eyes.


Dylan mengulas senyum dan mengacak jilbab Dara karena gemas.


"Tidak usah meminta maaf. Lagian, aku 'kan memang calon suamimu, Ra."


DEG


Jantung Dara berdentum-dentum ketika mendengar ucapan yang terlisan dari bibir Dylan. Ia merasa sanksi dengan indra pendengarannya.


"Ma-maksudmu apa, Lan?"

__ADS_1


"Kamu nggak ngerti atau ... pura-pura nggak ngerti?"


"Aku beneran nggak ngerti Lan. Jangan-jangan, kamu kesambet jin penunggu pantai? Tiba-tiba kog ngomong begitu --"


"Aku nggak kesambet, Ra. Setelah aku pikir-pikir, nggak ada ruginya menerima kamu sebagai calon istriku. Wajahmu nggak terlalu jelek. Jadi, nggak malu-maluin lah kalau dipamerin ke klien." Dylan membalas ucapan Dara dengan celotehan.


"Aku sangat yakin, pasti kamu kesambet Lan. Atau jangan-jangan, karena patah hati ... kamu putus asa dan terpaksa menerimaku sebagai calon istri?" Dara melontarkan tanya sembari menatap wajah Dylan dengan tatapan intens.


Dylan bergeming. Ia mengalihkan wajahnya dan berusaha menghindar dari tatapan Dara.


"Lan, pasti dugaanku benar 'kan? Kamu menerima perjodohan kita karena putus asa. Di lubuk hatimu yang terdalam ... kamu masih mengharapkan Milea. Lebih baik, kamu jernihkan pikiranmu terlebih dahulu. Obati hatimu dengan dzikir dan membaca lantunan kalam cinta. Jangan terburu-buru mengambil suatu keputusan yang kelak mungkin akan membuatmu menyesal sebelum meminta petunjuk-Nya dengan menjalankan shalat istikharah ...."


"...."


Cinta tak tertangkap oleh mata, tapi diserap oleh pikiran. Maka bagi si buta, cinta seperti bidadari yang bersayap. Logika cinta pun tak bekerja seperti penilaian atas selera. Ia bersayap tetapi buta, ia tak ubahnya seperti anak-anak. Karena di dalam memilih, ia seringkali terpikat. William Shakespeare


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉

__ADS_1


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤


__ADS_2