
Untuk memenuhi permintaan pembaca Pernikahan Tanpa Cinta, author menyisipkan cuplikan episode Mantan Jadi Besan tentang masa lalu Sherin. Bagi pembaca yang menantikan part Rangga dan Khanza, harap bersabar ya. Insya Allah setelah menyelesaikan konflik Rudi - Annisa, author akan kembali menampilkan tokoh utama. βΊπ
....
Happy reading πππ
"Stev, kapan kau akan menikahiku?" Sherin menatap wajah Steven dengan intens. Jari lentiknya membentuk pola tak beraturan di dada bidang pria blonde nan lucnut itu.
"Secepatnya, asal ... Honey bersedia melakukan sesuatu untukku." Steven menarik salah satu sudut bibirnya.
"Apa yang harus aku lakukan untukmu, Stev?"
"Buat Raina dan Sean terpisah!"
"Mengapa, aku harus memisahkan mereka berdua?"
"Honey, ini permintaan dari Lorena. Kekasih Sean. So, aku ingin membantu wanita malang itu. Sean sudah menghamili Lorena. Tapi, pria brengse* itu tidak mau bertanggung jawab. Honey, kasihan Raina jika menjadi korban selanjutnya," dusta Steven.
"Baiklah Stev, bagaimana caranya agar aku bisa memisahkan mereka berdua?"
Steven menyeringai. "Honey, bawalah Raina ke villa ini! Aku dan Lorena yang akan menjalankan rencana selanjutnya."
"Baiklah, Stev. Aku akan membawa Raina ke villa ini."
"Trimakasih, Honey." Steven mengangkat dagu Sherin dan memberikan ciuma* fanas.
"Aku akan membawamu melayang ke surga lagi Honey," bisik Steven sembari melepaskan kain yang membungkus tubuh Sherin.
Senyum terbit menghiasi wajah Sherin ketika bibir Steven mulai menyapu seluruh lekuk tubuhnya. Apa yang dilakukan oleh Steven, bagaikan candu bagi Sherin.
Entah, apa yang direncanakan oleh Steven dan Lorena untuk memisahkan Birru dan Raina.
__ADS_1
....
Arunika menyapa, menyelusup melalui celah-celah jendela kamar. Memberi kehangatan bagi Raina yang sedari tadi malam merasa teramat kedinginan.
Raina meraih benda pipih kesayangannya di atas nakas. Ia terkejut, ternyata ada puluhan pesan dari Keanu, Birru, Sherin, dan sahabat-sahabatnya yang lain. Dengan tangan gemetar, Raina membalas pesan yang masuk. Termasuk pesan dari Sherin, yang berisi ajakan berlibur ke villa.
Raina menolak ajakan Sherin dengan alasan bahwa ia sedang sakit. Sherin tidak kehabisan akal untuk merayu Raina, agar ia berhasil membawa Raina ke villa milik keluarga Steven yang terletak di sebuah pulau kecil. Sehingga, hanya keluarga Steven dan orang-orang tertentu yang mengetahui keberadaan villa tersebut.
Sherin dibantu oleh beberapa orang suruhan Steven untuk mengawasi Birru. Ketika Birru keluar dari apartemen, Sherin dan beberapa orang suruhan Steven melancarkan aksi mereka.
"Sherin, masuklah!" titah Raina seraya mempersilahkan sahabatnya untuk masuk ke dalam apartemen.
Sherin melengkungkan bibir. Ia pun masuk ke dalam apartemen setelah memeluk singkat Raina dan mengatakan bahwa ia sangat rindu.
"Rain, kamu sakit apa? Wajahmu begitu pucat. Aku antar ke rumah sakit ya?" Sherin berbasa-basi.
"Aku hanya sedikit demam, Sher. Jadi, kamu nggak usah repot-repot mengantarku ke rumah sakit," jawab Raina sembari mendudukkan tubuhnya di sofa, diikuti oleh Sherin.
"Baiklah, jika itu maumu. Tapi, aku buatkan minuman hangat ya?"
Tanpa Raina sadari, orang suruhan Steven menyelinap masuk ke dalam apartemen.
Gegas, orang itu membekap hidung dan mulut Raina dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.
"Rencana kita berhasil." Senyum terbit menghiasi wajah Sherin karena rencana lucnut yang telah ia susun bersama Steven telah berhasil.
Mereka pun membawa Raina tanpa sepengetahuan Birru.
....
"Welcome, Raina ...." Steven tersenyum lebar sembari merentangkan tangan, menyambut kedatangan Sherin dan orang-orang suruhannya yang telah berhasil membawa Raina. Kemudian ia meraih tubuh gadis malang itu dan menggendongnya ala bridal style.
"Honey, kerja yang bagus. Beristirahatlah dulu, sebelum kita melayang ke nirwana lagi," titah Steven seraya membujuk sang kekasih.
__ADS_1
Tanpa merasa curiga, Sherin pun melukis senyum. Ia melakukan apa yang diperintahkan oleh kekasih mesu* nya itu.
Setelah Sherin berlalu dari hadapannya, Steven membawa Raina ke dalam kamar yang sudah ia siapkan. Kamar itu di desain layaknya kamar sepasang pengantin yang romantis.
Perlahan, Steven membaringkan tubuh Raina di atas ranjang yang bertabur kelopak bunga mawar.
"Kau pucat sekali, Sayang," gumam Steven sembari menyapu wajah Raina dengan jemari tangannya.
"Tidak masalah, aku akan meminta Lorena untuk membuatmu menjadi lebih cantik."
Steven keluar dari kamar lantas meminta Lorena untuk mengganti pakaian Raina dengan lingerie yang sudah ia siapkan dan menyulap wajah pucat gadis malang itu agar lebih cantik.
Dengan senang hati, Lorena mengabulkan permintaan Steven. Lorena yakin setelah kegadisan Raina dirusak oleh Steven, Birru alias Sean akan mencampakkan Raina.
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
Sebelum bertemu dengan Khanza, Birru pernah jatuh hati pada Raina. Birru teramat mengagumi Raina karena pribadinya yang menyenangkan.
Berkat bimbingan Raina, Birru yang semula tidak meyakini adanya Tuhan, dengan kesadaran diri ... mengikrarkan dua kalimat syahadat di hadapan imam besar Masjid Hijau (kota Cambridge).
Setelah menjadi mualaf, Birru yang semula bernama Sean Willson berganti nama Muhammad Abhizar Albirru.
Okey, part berikutnya kembali ke cerita π
Mon maaf jika bertebaran typo ππ
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like π
Tekan β€ untuk favoritkan karya
Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya π
__ADS_1
Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta πβ€