
Happy reading 😘😘😘
Tangis Khanza pecah. Ketegarannya runtuh saat menyaksikan para medis membawa tubuh suaminya dan memberitahu bahwa harapan Rangga untuk selamat sangat tipis ....
Entah apa yang akan terjadi pada Rangga? Langit yang semula cerah, kini berubah muram. Seolah ikut merasakan duka ....
Khanza merasa tidak ada artinya lagi hidup di dunia ini bila tanpa suami yang mencintai dan dicintainya. Tubuhnya lemah seolah tanpa nyawa. Bumi yang ia pijak terlihat gelap tanpa sinaran senyum sang kekasih.
Johan segera merengkuh tubuh nonanya yang tiba-tiba limbung.
"Nona Khanza. Sadarlah Nona!" Johan berusaha menyadarkan nonanya dengan menepuk-nepuk pipi wanita malang itu. Namun karena sang nona tidak juga sadar, Johan membawa tubuh lemah putri tuannya ke dalam mobil. Kemudian ia melajukan tunggangan besinya ke rumah sakit menyusul mobil ambulan yang membawa Rangga.
Sesampainya di rumah sakit, Rangga dan Khanza langsung mendapat penanganan dari dokter dan petugas medis. Johan meminta kepada dokter yang menangani Rangga agar berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa menantu tuannya.
Begitu keluar dari ruangan, dokter yang menangani Rangga menyampaikan bahwa pasien harus segera menjalani operasi laparatoromi.
Laparotomi adalah prosedur medis yang bertujuan untuk membuka dinding perut agar dapat memiliki akses ke organ perut yang memerlukan tindakan tertentu atau sebagai prosedur diagnostik. Laparotomi dilakukan dengan cara membuat sayatan besar pada area di sekitar perut pasien yang didahului dengan pemberian anastesi.
"Segera lakukan operasi tersebut Dok. Saya yang akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu pada pasien. Saya mohon, selamatkanlah nyawanya," pinta Johan, memohon.
"Baiklah Tuan, kami akan segera melakukan operasi. Berdoalah kepada Tuhan, agar nyawa pasien dapat terselamatkan."
Setelah menanda tangani surat persetujuan operasi, Johan segera menghubungi Abimana melalui panggilan telepon.
"Tuan, maaf saya lengah."
"Apa maksudmu, Jo?"
"Tuan Rangga ditusuk oleh orang yang tak dikenal. Sekarang, tuan Rangga sedang menjalani operasi laparatoromi. Sedangkan nona Khanza, dia tidak sadarkan diri dan saat ini dirawat di rumah sakit."
"Apa katamu? Kenapa kamu bisa lengah Jo? Saya sudah mempercayakan Rangga dan Khanza padamu, tetapi kamu malah ...."
__ADS_1
"Maaf. Maafkan saya Tuan. Saya benar-benar lengah."
"Pastikan Rangga dan Khanza mendapat penanganan yang terbaik! Perketat penjagaan! Jangan sampai ada orang yang mencelakai mereka lagi."
"Baik Tuan."
"Jo, suruh anak buahmu untuk pergi ke bagian informasi. Lacak semua cctv yang ada di tempat kejadian! Temukan pembunuh itu hari ini juga!"
"Baik Tuan, saya akan segera menyuruh Jeffry, Sammy, dan Alvin untuk melacak semua cctv yang ada di tempat kejadian dan menemukan pembunuh itu."
Setelah mengakhiri percakapan dengan tuannya melalui sambungan telepon, Johan segera menghubungi Jeffry, Sammy, dan Alvin yang kini telah menjadi anak buahnya. Ketiga brandalan itu merupakan mantan anak buah Clarisa yang telah insyaf setelah menjalani hukuman di dalam penjara selama enam bulan dan mendapat siraman rohani dari ustadz Ilham.
Pikiran Abimana gusar. Kejadian demi kejadian yang dialami oleh keluarganya membuat pria bermata teduh itu harus berpikir keras untuk menebak siapa dalang yang tengah bermain api dengannya.
Rupanya, bukan hanya percobaan pembunuhan terhadap Rangga. Nama baik istrinya dan sang besan pun berusaha dicoreng dengan menebar fitnah bahwa kedua dokter itu telah melakukan praktek aborsi.
Abimana percaya, istrinya akan kuat menghadapi ujian hidup yang tengah menyapa. Namun tidak dengan besannya. Selain difitnah dan putranya menjadi korban penusukan, wanita malang itu juga dikirimi beberapa foto mantan suaminya yang sedang duduk di kursi roda dengan luka lebam di sekujur tubuh dari nomer tak dikenal.
Abimana meminta Tama untuk turun langsung menyelidiki kasus pencorengan nama baik yang menimpa istri beserta besannya dan bekerja sama dengan kepolisian Inggris untuk mengungkap pelaku penusukan yang mengakibatkan sang menantu harus menjalani operasi laparatoromi.
....
Perlahan, Khanza membuka netranya. Ia mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya di dalam ruangan beratap putih.
Khanza berusaha mengingat kejadian yang dialaminya hari ini. Bulir bening kembali menetes kala teringat suaminya.
"Mas Rangga," lirihnya.
"Nona, anda sudah bangun?"
"Paman Jo?"
__ADS_1
"Iya Nona."
Johan membantu nonanya bangkit dari posisi berbaring.
"Paman, saya berada di mana? Dan, bagaimana keadaan suami saya?" cecarnya dengan raut wajah sendu diikuti jari tangan lentik mengusap buliran bening yang membasahi wajah cantiknya.
Johan menghela nafas dalam, menghempas rasa sesak yang terasa. "Anda berada di rumah sakit, Nona. Insya Allah, tuan Rangga baik-baik saja. Suami Nona Khanza tengah ditangani oleh dokter."
"Alhamdulillah jika benar mas Rangga baik-baik saja. Saya sangat takut kehilangannya, Paman. Saya benar-benar merasa tidak berarti bila tanpa mas Rangga. Lebih baik saya mati, jika nyawanya tidak bisa diselamatkan."
"Nona, anda tidak boleh berkata seperti itu. Yakinlah, tuan Rangga akan baik-baik saja. Nona harus kuat demi buah hati yang kini berada di dalam rahim anda."
Khanza terkesiap mendengar ucapan orang kepercayaan ayahnya itu. Netra yang semula memancarkan binar kesedihan, kini terbingkai binar bahagia.
"Paman, benarkah saya hamil?"
"Iya Nona. Kata dokter, kandungan Nona sudah berusia delapan minggu. Jadi, apapun yang terjadi ... Nona harus kuat dan tabah. Percayalah, pertolongan Allah itu pasti. Dia tidak akan memberi ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya."
Kesedihan dan kebahagiaan hadir beriringan di dalam hidup seorang Saqueena Khanza Humaira. Meski pegangannya tak lagi kuat, Khanza berusaha untuk tetap tegar demi sang buah hati ....
Tetap jalani kehidupan ini dengan keyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Kasih, selalu ada bersama dengan hamba-Nya yang berserah diri. Tidak ada satu pun makhluk hidup yang tak luput dari cobaan dan ujian hidup ....
🌹🌹🌹🌹
Bersambung .....
Mohon maaf jika bertebaran typo 😊🙏
Like, komen, beri gift atau vote jika berkenan memberi semangat othor remahan kulit bawang 🥰
Trimakasih dan banyak cinta 😘😘
__ADS_1