
Happy reading 😘😘😘
Rudi menghela nafas dalam, menghempas rasa sesak yang memenuhi ruang batin sebelum ia kembali bersuara. Rudi tidak lantas menjawab pertanyaan sang ustadz. Namun, ia mengaku bahwa dirinya seorang pendosa.
"Sebenarnya saya seorang pendosa, Ustadz. Selama ini, saya sering kali berbuat dosa besar. Terutama kepada almarhumah istri saya, Anjani. Seumur-umur, saya tidak pernah menjalankan ibadah selayaknya seorang muslim. Meski almarhumah istri saya selalu taat beribadah semasa hidupnya, hati saya sama sekali tidak tergerak. Saya tidak pantas mendapat ampunan dari-Nya. Saya juga tidak patut untuk dikasihani --" Rudi menjeda sejenak ucapannya dan kembali menghela nafas dalam. Kemudian, ia mulai menceritakan kisah hidupnya yang sangat kelam ....
....
Tanpa terasa, sudah lima bulan Rudi tinggal di pondok pesantren Al Hidayah. Semenjak tinggal di pondok pesantren tersebut, pribadi seorang Rudi Hardiansyah perlahan berubah. Rudi yang dahulu tidak mampu menahan hawa nafsu, kini ia selalu menundukkan pandangan dan berusaha menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk kaum hawa. Bukan karena ia sudah tidak menginginkan cinta. Namun, Rudi hanya tidak ingin kembali menorehkan luka di hati seorang wanita. Rudi sangat takut, kesalahan besar yang pernah ia perbuat terhadap Anjani, kembali terulang.
Kini, Rudi hanya fokus memperdalam ilmu agama, mendekatkan diri pada Illahi, dan menjemput rejeki untuk menafkahi ketiga buah hatinya.
Tanpa sepengetahuan Herman dan Dewi, Rudi mengirim sejumlah uang setiap bulan untuk Mawar, Melati, dan Jingga, melalui perantara Annisa.
Tatkala menyerahkan sejumlah uang yang diamanahkan oleh Rudi, Annisa selalu berkata bahwa uang tersebut pemberian hamba Allah teruntuk anak yatim atau piatu. Tanpa menaruh rasa curiga, Herman dan Dewi pun menerimanya karena Annisa selalu menegaskan bahwa ia tidak menerima penolakan.
Lantas, bagaimana kisah Dylan dan Dara?
Atas kehendak sang penulis skenario kehidupan, Dara mengandung buah cintanya dengan Dylan. Keduanya teramat bahagia dan bersyukur, ketika hasil USG menunjukkan bahwa janin yang berada di dalam kandungan ... kembar.
Kebahagiaan pun menyentuh pasangan Jordan dan Milea sebab kedua insan itu telah sembuh dari penyakit yang mereka derita berkat tangan dingin dokter Paula. Milea tidak lagi berambisi merebut Dylan dari Dara, karena Jordan telah menjelma menjadi seorang pria normal. Bukan pria yang memiliki kelainan sek-sual.
....
Seusai menjalankan ibadah sholat sunah lail, Khanza berulang kali merasakan kontraksi. Digenggamnya tangan Rangga untuk meredakan rasa sakit yang luar biasa.
Rangga teramat panik menyaksikan Khanza yang terlihat sangat kesakitan. Gegas, ia pun membawa istrinya itu ke rumah sakit dengan bertelanjang kaki dan masih mengenakan sarung.
Sesampainya di rumah sakit, Khanza langsung mendapat penanganan dari para medis karena air ketubannya sudah pecah.
__ADS_1
Selama hampir satu jam, Khanza berjuang melahirkan kedua bayi kembar secara normal. Selama itu pula, Rangga berusaha menguatkan Khanza meski dirinya sendiri tengah dikuasai oleh perasaan khawatir. Rangga khawatir jika terjadi sesuatu hal buruk terhadap istri dan kedua buah hati mereka.
Lengkingan suara tangis bayi terdengar merdu di telinga, menggetarkan hati dua insan yang kini telah bergelar papi dan mommy.
Dengan suaranya yang bergetar, Rangga melantunkan adzan di telinga kedua buah hati mereka.
"Trimakasih Sayang." Rangga mengecup lama kening Khanza, meluapkan rasa bahagia dan mencurahkan perasaan cintanya yang teramat besar pada sang belahan jiwa.
"Mas ...."
"Ya Sayang ...."
"Mas Rangga sudah mempersiapkan nama untuk kedua buah hati kita 'kan?"
"Tentu saja, Yang. Mas Rangga memberi nama putra kita ... Azzam Aulian Putra yang berarti pemimpin laki-laki Muslim yang agung dan memiliki kebulatan tekad. Sedangkan nama untuk putri kita ... Humaira Shakila Najma yang berarti anak perempuan yang cantik dan berpipi kemerah-merahan seperti bintang di langit," tutur Rangga disertai lengkungan bibir yang menghiasi wajah rupawannya.
"Masya Allah, Mas. Nama yang sangat indah. Azzam dan Humaira." Netra Khanza terbingkai binar bahagia. Di dalam benak, ia melantunkan kalimah syukur atas anugerah terindah yang diberikan Illahi kepadanya ... cinta tulus Rangga Adithya Fairuz dan kehadiran dua malaikat kecil yang semakin melengkapi kebahagiaan.
Aisyah memberikan selamat kepada Khanza dan Rangga. Kemudian, ia meminta Khanza untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini atau biasa disebut IMD.
....
Ikhsan sang mantan bekantan tergelak lirih saat melihat penampilan Rangga yang berantakan. Rambut acak-acakan, kaki tanpa alas, kancing bajunya terlepas, dan sarungnya sedikit melorot. Beruntung, Rangga mengenakan celana kolor sebagai dalaman. Sehingga bisa menyelamatkannya jika sarung yang ia kenakan benar-benar melorot.
"Ngga, benerin dulu sarungmu! Kalau melorot, bisa menodai mata para wanita yang berada di ruangan ini," celoteh Ikhsan ... disambut gelak tawa semua orang yang berada di ruangan itu.
"Nggak bakal menodai mata para wanita Mas. Karena aku memakai dalaman celana kolor --" Rangga menyahut ucapan Ikhsan sambil membenahi sarungnya.
"Sepertinya, si comel ganas juga ya. Aku yakin, pasti ketika mengejan, dia menjambak rambutmu dan menarik baju kokomu dengan sangat kuat. Terbukti, rambutmu acak-acakan dan semua kancing baju kokomu terlepas." Ikhsan kembali berceloteh.
"Apaan sih Mas. Pasti Kak Alyra juga dulu begitu," sungut Khanza memasang muka cemberut.
__ADS_1
"Nggak lah. Istriku yang lemah lembut berbeda banget sama kamu. Alyra nggak menjambak rambutku --"
"Tapi mencakar tangan dan wajah Mas Ikhsan, Za." Alyra memangkas ucapan suaminya.
Khanza, Rangga, Keanu, Raina, Dylan, Dara, Dhava, Abimana, Kirana, Raikhan, dan Alya tergelak kala mendengar ucapan Alyra yang sukses mencetak semburat merah di wajah Ikhsan. Skakmat ... bibir Ikhsan terbungkam. Pria yang dijuluki mantan bekantan itu menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal sambil memperlihatkan senyum ala pasta gigi.
"Khanza sayang. Ayah dan Bunda sangat bersyukur karena putri kecil kami yang comel, kini telah menjelma menjadi seorang wanita yang sempurna. Ayah dan Bunda juga teramat bersyukur, karena sebentar lagi dua malaikat kecil akan kembali hadir melengkapi kebahagiaan." Kirana menjeda sejenak ucapannya lantas menghela nafas dalam.
"Keanu, Khanza, Dylan ... tugas kami sebagai orang tua telah selesai. Namun, doa kami selalu terlantun untuk kebahagiaan kalian, putra-putri kesayangan Ayah dan Bunda," sambungnya disertai titik-titik air yang mulai menganak di kelopak mata.
Keanu, Khanza, dan Dylan merasa bahwa ucapan bunda mereka syarat akan makna. Entah, makna apa yang tersirat sehingga menciptakan rasa nyeri di ulu hati.
"Bunda ...." Khanza bangkit dari posisi duduk lantas memeluk tubuh sang bunda, diikuti oleh Keanu dan Dylan.
"Kenapa, hanya Bunda saja yang dipeluk. Ayah masih berada di dunia ini lho."
"Ayah ...." lirih Khanza.
Suasana bahagia yang tercipta seketika menguap begitu saja ketika Abimana, Kirana, dan ketiga buah hati mereka saling berpeluk. Seolah, pelukan mereka menegaskan suatu isyarat ....
🌹🌹🌹🌹
Bersambung .....
Kakak-kakak ter love, masih ada nggak ya yang menantikan kelanjutan kisah Perpisahan Tanpa Cinta? Jika tidak, Insya Allah ... author akan meringkas ceritanya. Dan mungkin, beberapa episode lagi, Pernikahan Tanpa Cinta akan end. ☺🙏
Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍
Tekan ❤ untuk favoritkan karya
__ADS_1
Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉
Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤