Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Inggris


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


Tanpa terasa sudah genap tiga bulan, Rangga dan Khanza menjalani biduk rumah tangga. Selama itu pula, keduanya melewati hari-hari yang senantiasa terasa indah.


Rangga yang romantis, selalu penuh kejutan. Ada saja yang ia lakukan untuk melukis senyum di wajah sang bidadari hati.


Hari ini sepasang suami istri itu terbang ke Inggris untuk menepati janji mereka pada Zahra, istri Albirru. Sebenarnya Rangga dan Khanza berencana terbang ke Inggris satu bulan yang lalu. Namun rencana mereka harus tertunda, karena kesibukan masing-masing. Rangga melebarkan bisnis perkafean dan Go-Sukses ke beberapa kota, sedangkan Khanza ... selain menjalani tugasnya sebagai seorang dokter obgyn, ia juga mendirikan rumah pintar untuk warga desa W yang belum bisa membaca dan menulis.


Rumah pintar bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang putus sekolah di desa tersebut. Namun, bagi seluruh warga yang masih bersemangat untuk menuntut ilmu.


Rangga dan Khanza tiba di hotel pukul lima sore waktu Inggris. Sepasang suami istri itu bergegas membersihkan diri sebelum berkunjung ke mansion milik keluarga Albirru.


Tepat pukul enam sore, keduanya berangkat ke mansion dengan mobil jemputan yang telah dipersiapkan oleh Albirru.


Kurang dari satu jam, mobil yang mereka tumpangi tiba di mansion milik keluarga Albirru. Halamannya yang luas ditumbuhi berbagai pepohonan dan tanaman hijau di kanan kiri jalan menuju pintu mansion tersebut.


Albirru dan Zahra menyambut kedatangan Rangga dan Khanza dengan suka cita.


"Assalamu'alaikum ...," sapa Rangga dan Khanza seraya memberi salam.


Albirru dan Zahra membalas salam dengan kompak disertai seutas senyum.


"Wa'alaikumsalam ...."


Albirru dan Rangga saling berjabat tangan, sedangkan Zahra dan Khanza saling berpeluk.


"Mari silahkan masuk, Rangga, Khanza!" Setelah melerai pelukan, Zahra mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam mansion. Kemudian memandu para tamunya berjalan menuju ke ruang keluarga agar mereka bisa berbincang dengan santai.


"Mau minum apa, Ngga, Za?" tawar Albirru setelah para tamunya mendaratkan tubuh mereka di sofa.


"Apa aja dech Kak, yang penting jangan memabukkan," seloroh Rangga ... just kidding.


"Di sini tidak ada minuman yang memabukkan, Ngga. Hanya ada dua bidadari yang memabukkan sehingga membuat kita kecanduan," balasnya dengan kata-kata ambigu. Namun sukses mencetak rona merah di wajah Zahra dan Khanza.


"Yupppzzs, bener banget Kak. Karena terlalu candu, setiap malam ... aku selalu meminta jatah pada Khanza."

__ADS_1


"Sama Ngga. Bukan hanya setiap malam, tetapi setiap ada kesempatan, aku selalu meminta jatah pada Zahra. Dan alhamdulillah, setelah sepuluh tahun menikah, kami dikarunia malaikat kecil."


Mendengar obrolan suaminya dengan Albirru, membuat Khanza ingin sekali menutup indra pendengarannya. Ia merasa risih jika kedua pria dewasa itu membahas tentang jatah. Sungguh sesuatu yang tidak seharusnya diumbar.


"Sungguh o-mes sekali mereka, " batin Khanza.


"Semoga setelah kembali dari Inggris, kami juga bisa segera memiliki malaikat kecil seperti Kak Birru dan Kak Zahra," sahut Rangga penuh harap.


"Aamiin yaa Allah. Semoga Tuhan yang maha berkehendak, mengijabah pinta kalian," doa tulus Albirru.


Doa yang dilisankan oleh Birru, seketika mendapat sahutan kompak dari Rangga dan Khanza. "Aamiin yaa Allah ...."


"Oya Kak, di mana dedek kecil? Khanza ingin sekali melihatnya."


"Ada di kamar, Za. Ayo ikutlah bersamaku, jika ingin melihat baby Dzikra! Kita biarkan dua pria dewasa ini berbincang semau mereka dan membuat minuman sendiri." Zahra beranjak dari sofa diikuti oleh Khanza.


"Mas, aku ke kamar baby Dzikra dulu ya?" pamitnya sebelum memutar tumit.


Rangga mengangguk dan mengijinkan istrinya. "Iya sayang. Tapi jangan lama-lama ya!"


"Iya Mas."


"Assalamu'alaikum, putri kecilnya Papa Birru dan Mama Zahra," sapa Khanza sambil menoel pipi gembul baby Dzikra.


"Wa'alaikumsalam, Aunty Khanza." Zahra membalas ucapan salam Khanza dengan menirukan suara anak kecil.


"Kak, bolehkah aku menggendongnya?"


"Tentu boleh, Za.".


Netra Khanza berbinar. Tangan terulur untuk meraih tubuh mungil bayi cantik yang tengah terlelap di dalam boks bayi. Kemudian ia menciumi pipi gembul baby Dzikra dengan gemas.


"Za, kamu bahagia menikah dengan Rangga?"


Senyum terbit menghiasi wajah Khanza kala mendengar pertanyaan yang terlisan dari bibir Zahra.

__ADS_1


"Tentu saja Khanza bahagia. Bahkan sangat bahagia, Kak. Rangga seorang imam yang mendekati kata sempurna. Dia juga sangat mencintai Khanza. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bahagia hidup bersama dengannya."


"Syukurlah, Za. Kak Zahra ikut bahagia."


"Kak --"


"Hehem."


"Kak Zahra bahagia 'kan, hidup bersama dengan kak Birru?"


Zahra menghela nafas dalam sebelum menjawab pertanyaan Khanza.


"Alhamdulillah, Kak Zahra bahagia. Kak Zahra juga teramat bersyukur dinikahi oleh pria se-perfect kak Birru. Selain tampan, kak Birru seorang pria yang bertanggung jawab dan penyayang. Meski --" Zahra menggantung ucapannya.


"Meski apa, Kak?" tanya yang terlisan disertai kerutan di dahi.


"Meski Kak Zahra tau, kak Birru masih memiliki setitik rasa cinta untukmu. Setiap usai sembahyang, kak Birru selalu berdzikir dengan tasbih pemberianmu lalu mencium butiran tasbih itu dengan takzim," jawabnya disertai raut wajah yang berubah sendu.


"Kak, jangan berpikiran seperti itu! Wajar jika kak Birru berdzikir dengan tasbih. Khanza yakin, apa yang dilakukan oleh kak Birru bukan karena dia masih memiliki setitik rasa cinta pada Khanza."


"Tapi Za --"


"Kak, jangan membahas perihal itu lagi. Khanza sungguh tidak suka. Lebih baik, kita berbincang mengenai yang lain."


"Mengenai apa Za?"


"Mengenai tempat-tempat yang romantis di Inggris, Kak. Siapa tau, setelah pulang dari Inggris, Khanza hamil."


Kedua wanita itu tergelak lirih. Meski Khanza dan Zahra pernah terlibat cinta segitiga. Namun keduanya tidak pernah saling membenci. Bahkan terlihat sangat akrab seperti sepasang adik kakak ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika banyak typo β˜ΊπŸ™

__ADS_1


Like, komen, dan beri gift ya kakak-kakak. Seikhlasnya, agar othor remahan ini tetap semangat berkarya 😍


Trimakasih dan banyak cinta ❀😘


__ADS_2