
Happy reading 😘😘😘
Netra Khanza berotasi sempurna. Keterkejutannya kian bertambah saat ia mengetahui kebenaran bahwa suaminya seorang owner Go-Sukses, perusahaan yang menyediakan jasa ojek online.
"Mas, beneran kamu pemilik perusahaan Go-Sukses?" Khanza melontarkan kalimat tanya, seolah ia tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan oleh kakaknya, Keanu Putra Abimanyu.
Rangga mengulas senyum dan merengkuh bahu wanita yang sangat ia cinta. Lantas ia menatap manik mata istrinya itu lekat-lekat.
"Khanza sayang, apa yang dikatakan oleh Mas Keanu itu benar. Awalnya, suamimu ini hanyalah seorang driver ojek online. Namun karena merasa prihatin dengan nasib para driver yang hanya mendapat upah terlalu sedikit setiap mengantar penumpang ataupun food, tumbuhlah keinginan ku untuk mendirikan perusahaan Go-Sukses," tutur Rangga.
"Alhamdulillah, bunda mendukung apa yang diinginkan oleh putranya ini. Beliau rela menjual rumah peninggalan kakek supaya aku bisa mendirikan perusahaan Go-Sukses ...," imbuhnya.
Netra Khanza berbinar. Ia teramat kagum pada sosok Adam yang kini berdiri di hadapannya, Rangga Adithya Fairuz.
"Kamu hebat Ngga --" pujinya disertai lengkungan bibir.
"Ngga?" protes Rangga dengan menautkan kedua pangkal alis. Belum ada satu jam ia meminta Khanza untuk memanggilnya 'Mas'. Namun wanita itu seolah menderita amnesia sesaat, sehingga memanggil Rangga dengan sebutan nama lagi, bukan Mas.
"Upsss maaf ... Mas Rangga," ujar Khanza dengan mengangkat kedua jari dan tersenyum nyengir memperlihatkan deratan gigi putihnya.
"Hmmm, dimaafkan. Sekali lagi memanggil suamimu dengan sebutan nama, tiada ampun bagimu nanti malam, Yank!" ancamnya dengan berbisik tepat di telinga Khanza.
Tubuh Khanza meremang saat terbayang ancaman Rangga yang tidak main-main. Pastinya, pria itu akan meminta jatah lebih.
"Ekhemmm. Mas Keanu yang ketampanannya mirip Arbani masih di sini woyyy! Kalian sengaja ya, menjadikan aku sebagai obat nyamuk?" protesnya. Keanu merasa seperti obat nyamuk. Dicuekin dan seolah kehadirannya hanya sebagai penangkal nyamuk yang singgah agar tidak mengganggu keromantisan kedua insan itu.
Rangga dan Khanza tergelak lirih kala mendengar ucapan Keanu yang sangat menggelikan. Meski sudah menjadi seorang ayah, Keanu tetap saja narsis. Sebelas dua belas dengan ayahnya, Abimana Surya Saputra.
__ADS_1
....
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, ketiganya sampai di kafe R & K. Bangunan kafe itu terlihat mencolok karena didominasi oleh eksterior kaca yang sangat unik.
Meskipun didominasi oleh bahan kaca, para pengunjung tidak akan merasa gerah karena di dalamnya tumbuh beberapa pohon dan berbagai bunga, serta tanaman hijau yang menyejukkan.
Khanza terpukau ketika pandangan netranya menyapu ke seluruh ruangan kafe. Unik dan sangat menarik. Ia tidak menyangka, ternyata selain romantis ... Rangga juga sangat kreatif dan inovatif.
Rangga memandu istrinya menaiki tangga menuju ke lantai dua. Sedangkan Keanu, pria berparas rupawan itu nampak asik berbincang dengan kedua sahabatnya yang baru saja datang. Mereka ... Ikhsan Maulana, si Mantan Bekantan dan Albirru, pria blonde yang pernah menjadi raja di hati Khanza.
"Yank, bagaimana menurutmu?" Rangga melisankan tanya setelah mereka tiba di rooftop cafe.
"Bagus banget Mas. Aku suka. Tatanan ruangannya juga sangat menarik. Insya Allah akan banyak pengunjung yang termanjakan dengan suasana di kafe ini," sahut Khanza disertai binar bahagia. Wanita itu semakin terpukau ketika berada di rooftop cafe. Dari tempat itu, mereka bisa menikmati pemandangan yang tersaji.
"Alhamdulillah jika kamu benar-benar menyukainya, Yank." Rangga melingkarkan tangannya di pinggang Khanza dan menghirup aroma tubuh yang selalu menenangkan jiwa.
Rangga melukis senyum, ia kecup mesra pipi istrinya sebelum membalas pertanyaan yang terlisan. "Sayang, aku sengaja ikut terjun ke lapangan karena ingin mengetahui secara langsung, bagaimana para driver Go-Sukses melayani para customer. Selain itu, aku juga ingin mendengar keluh kesah serta masukan dari para driver dan customer, agar ke depannya bisa memperbaiki sistem. Jadi, keberadaan Go-Sukses benar-benar bisa bermanfaat untuk semua orang."
"Masya Allah, kamu benar-benar keren Mas. Aku nggak nyangka, seorang bos sepertimu bersedia turun langsung menjadi driver, meski dengan resiko ... tangan dan wajahmu gosong. Bahkan, mungkin kamu dipandang sebelah mata, karena orang-orang mengira ... Rangga hanyalah seorang driver ojek online," tutur Khanza.
Rangga memutar tubuh Khanza hingga keduanya kini saling berhadapan.
"Sayang, sekarang kamu mengakui bahwa suamimu ini keren 'kan? Bukan Rangga yang menyebalkan --" ujar Rangga dengan membelai lembut pipi Khanza dan menatap netra yang dihiasi binar cinta.
"Iya Mas. Kamu keren. Bahkan sangat sangat sangat keren. Aku teramat bersyukur memiliki seorang imam yang ternyata perfect."
"Aku lebih bersyukur, Yank. Karena penantianku selama ini bukanlah kesia-siaan. Wanita yang selalu aku damba, sudah menjadi milikku seutuhnya. Maha sempurna Tuhan, mengirim seorang bidadari yang teramat cantik dan tulus untukku," sahutnya sebelum menyambar bibir ranum Khanza.
__ADS_1
Bibir kedua insan itu saling berpagut menyesapi rasa manis yang selalu menjadi candu.
"Ekhem, yang lagi pamer kemesraan di tempat umum," sindir Ikhsan yang sukses mengejutkan kedua insan, Rangga dan Khanza hingga mereka seketika mengakhiri pagutan bibir. Rangga dan Khanza menjadi salah tingkah. Keduanya pun tidak bisa menyembunyikan semburat merah yang terlukis di wajah.
"Haisshhh, Mas Ikhsan kaya' nggak pernah muda aja," sahut Khanza dengan mencebikkan bibir.
"Aku masih muda, Za. Buktinya, rambutku belum ada yang memutih lho. Wajahku juga masih imut," tukasnya dengan ke-PD an level tinggi.
"Assalamu'alaikum ...." Terdengar ucapan salam yang sukses menyita perhatian mereka. Rangga, Ikhsan, dan Khanza menoleh ke arah asal suara secara bersamaan.
Netra Khanza membola, bibirnya terkatup rapat. Ia sangat terkejut ketika pandangan netranya tertuju pada objek yang sangat familiar, Albirru.
"Wa'alaikumsalam ...," jawab Rangga dan Ikhsan kompak. Rangga berusaha bersikap biasa saja meski sebenarnya ia sangat tidak nyaman dengan kehadiran Albirru. Terselip rasa khawatir jika istrinya itu belum sepenuhnya move on dari pria blonde pemilik manik mata berlensa hijau.
"Selamat atas pernikahan kalian, Rangga, Khanza. Semoga sakinah, mawadah, warohmah --" Suara Albirru tercekat karena rasa nyeri di ulu hati. Ia berusaha menahan rasa sesak ketika mengetahui bahwa gadis yang masih dicintainya itu ternyata sudah menikah .....
🌹🌹🌹🌹
Bersambung .....
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, karena like itu gratis 🤧🤧🤧
Beri komen
Tablek ❤ untuk fav karya
Beri gift atau vote jika berkenan mendukung author 😘
__ADS_1
Trimakasih dan banyak cinta ❤😘