Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Gagal


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


Seolah tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, para tamu wanita meminta foto bersama dengan Abimana. Meski usianya tak lagi muda, tetapi kharisma seorang Abimana Surya Saputra tetap selalu mempesona.


Kirana mendengkus ketika menyaksikan sang suami dikerubuti oleh banyak wanita. Ia pun bergumam di dalam hati, "lihat saja nanti, Yah. Aku nggak bakal memberimu jatah."


....


Acara resepsi telah usai. Satu persatu tamu undangan yang hadir pun mulai berpamitan dan meninggalkan tempat berlangsungnya acara tersebut.


Namun tidak dengan keluarga besar Abimana dan para sahabat. Mereka masih terlihat asik berbincang sembari bersenda gurau di tempat itu bersama kedua mempelai.


"Lan, jangan lupa membaca do'a sebelum mulai memakan istrimu, supaya tidak diganggu oleh syaiton!" kelakar Ikhsan disambut gelak tawa semua orang yang masih berada di dalam ruangan itu.


"Jangan dengerin ucapan konyol si Ikhsan, Lan! Orangnya memang rada kurang se ons. Dulu, aku juga disuruh membaca do'a sebelum makan saat memulai ritual penyatuan raga oleh si mantan bekantan. Aku kira yang dia maksud, do'a sebelum makan beneran. Alhasil, pas malam pertama ... aku bacanya do'a sebelum makan. Terus dibenerin dech sama Raina. Beruntung lho Raina hafal. Aku yakin saat itu ... kecoa, cicak, dan binatang malam tergelak sambil berguling-guling karena menertawakan kebodohanku," timpal Keanu menginterupsi seraya menceritakan pengalamannya saat malam pertama bersama sang istri, Raina.


Ucapan Keanu sukses menggelitik telinga semua orang yang mendengarnya, tak terkecuali Dylan dan Dara.


Tanpa terasa, mesin waktu sudah menunjuk pukul sepuluh malam. Kirana meminta Dylan untuk segera membawa Dara ke kamar sebab menantunya itu terlihat sudah sangat lelah.


"Lan, lebih baik ... segera bawa istrimu ke kamar. Pasti menantu bunda sudah sangat lelah! Oya, semua kado dari para tamu sudah dibawa ke kamar kalian," tutur Kirana dengan mengulas senyum.


"Baik Bunda. Dylan akan segera membawa Dara ke kamar," sahutnya yang juga memperlihatkan seutas senyum.


"Yuk, Ra. Kita ke kamar!"


Dara mengangguk pelan. Dadanya berdesir kala pundaknya dirangkul oleh Dylan, pria yang kini telah halal menyentuhnya.


.....


Di dalam kamar, Dylan dan Dara saling terdiam. Ada rasa canggung ketika mereka hanya berdua di dalam ruangan yang sama.


"Ra, aku bantu melepas hiasan jilbabmu?" tanya yang terlisan sebagai alasan untuk memecah keheningan.


"Iya Lan." Dara mengangguk malu.


"Kog Lan, sich? Nggak so sweet amat," godanya sembari menoel hidung mancung Dara.


"Lalu, aku mesti panggil kamu apa Lan?"


"Panggil aku sayang atau ... abang!"

__ADS_1


"Pffftttt, aku nggak terbiasa manggil kamu seperti itu, Lan."


"Ya dibiasakan!"


"Mmmm ... baiklah. A-bang." Dara berkata lirih ketika mengucap kata 'Abang'.


"Nah gitu donk." Dylan melebarkan senyum dan mengacak jilbab Dara dengan gemas.


CUP


Dylan mengecup singkat bibir ranum yang sedari tadi menggodanya untuk disentuh.


BLUSS


Pipi Dara merona saat Dylan menyentuh bibirnya untuk pertama kali.


Dylan meraih jemari tangan Dara. Ia tatap lekat manik mata yang terbingkai bulu mata nan lentik lalu berucap, "Dara Larasati istriku, bolehkah malam ini aku meminta hak-ku sebagai seorang suami?"


Dara bergeming. Desiran di dalam dadanya semakin menjadi diiringi degup jantung yang terdengar bertalu-talu.


"A-aku." Suara Dara tercekat oleh rasa yang membuncah.


Dara menunduk dan menyembunyikan wajahnya yang kini semakin terlihat merona.


Dylan mengangkat dagu istrinya lalu kembali menatap manik mata sang kekasih halal.


"Ra, aku ingin memanggilmu 'Sayang'. Boleh 'kan?"


Dara menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dylan dengan anggukan dan seutas senyum. Lantas ia membalas tatapan suaminya.


"Lan, bagaimana perasaanmu terhadapku?" tanya Dara ragu.


"Sayang, aku rasa ... aku telah jatuh hati padamu. Mungkin, aku telah jatuh hati padamu sejak dulu. Tepatnya, sejak kita masih duduk di bangku SMA. Namun, karena hati dan mataku ini dibutakan oleh pesona seorang gadis yang menjadi idola semua pria di SMA kita, aku tidak menyadari perasaanku yang sesungguhnya terhadapmu. Kini aku tersadar, aku hanya berambisi meluluhkan hati Milea dan ingin memiliki gadis itu seutuhnya. Aku baru menyadari rasa cinta yang sesungguhnya setelah mengucap ikrar suci dan menjadikanmu ratu dalam hidupku," tutur Dylan mengutarakan isi hati.


"Insya Allah ikatan suci di antara kita till jannah. Ana uhibbuki fillah, Dara Larasati," sambungnya sembari menyentuh bibir yang selalu menjadikannya candu.


Meski belum terbiasa, keduanya sangat menikmati pagutan bibir. Seolah ingin merasakan sensasi lebih, Dylan mendorong tengkuk istrinya.


Tak ada penolakan dari Dara. Bahkan, wanita itu mengimbangi perlakuan Dylan dengan melingkarkan kedua tangan di leher suaminya itu.


Kedua insan yang telah menjadi pasangan halal ... semakin tenggelam ke dalam asmaraloka, sehingga tak mampu lagi menahan gelora cinta yang menginginkan penyatuan raga, mereguk kenikmatan hakiki. Merengkuh manisnya surga dunia.

__ADS_1


Perlahan, Dylan dan Dara saling melepas pagutan bibir. Lantas meraup udara dalam-dalam, memenuhi paru-paru mereka dengan oksigen sebelum kembali bercumbu.


Tanpa ragu, Dylan melepas semua kain yang menutupi aurat wanita yang telah halal baginya.


Begitu juga Dara. Wanita itu seolah terlupa akan rasa malu. Ia melepas semua kain yang membalut tubuh pria yang telah berstatus sebagai suaminya.


Suara deru nafas yang saling bersahutan mengiringi ritual dimulainya penyatuan raga bernilai ibadah.


Ketika Dylan bersiap mendesak tubuh sang istri yang kini berada dalam kungkungannya, terdengar suara pintu diketuk diikuti suara tangisan yang menyayat hati.


"Lan, buka pintunya! Aku mohon!"


Dylan mengusap wajahnya dengan kasar. Gelora cinta yang membara kini padam karena suara seorang wanita yang mengusik indra pendengaran.


"Sayang, maafkan aku!" ucap Dylan penuh rasa sesal. Ia kecup lama kening Dara kemudian kembali mengenakan pakaian.


"Sayang, sebentar ya! Aku janji, nggak akan lama. Aku akan mengusir wanita itu, lalu ... melanjutkan apa yang telah kita mulai tadi," ucapnya lagi seraya meyakinkan Dara.


Dara mengulas senyum setipis kertas, menutupi rasa kecewa yang menciptakan sensasi nyeri di ulu hati. Ia pun membalas ucapan Dylan setelah menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal.


"Iya Bang. Aku akan menunggumu," lirihnya ... memasang raut wajah sendu.


Dylan menghela nafas dalam, lalu membawa tubuhnya beranjak dari ranjang.


Sebenarnya, Dylan enggan membuka pintu kamar. Apalagi hanya untuk menemui wanita yang pernah menjadikannya pelampiasan cinta.


Entah, apa yang diinginkan oleh wanita itu. Sehingga ia nekat datang ke hotel serta menggagalkan malam pertama Dylan dan Dara yang seharusnya teramat indah ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤

__ADS_1


__ADS_2