Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Double D (Dylan dan Dara)


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Hati yang telah luluh, kembali tersentuh oleh kata-kata yang terdengar tulus.


"Ayah." Rangga meraih tubuh sang ayah dan membawanya ke dalam pelukan. Menumpahkan tangis yang semula bermuara di telaga bening.


Air mata haru membasahi wajah Abimana, Kirana, Nabila, dan Khanza tatkala menyaksikan kedua pria berbeda generasi itu saling berpeluk. Mereka ikut larut ke dalam suasana yang tengah tercipta ....


"Maafkan ayah, Nak. Maaf. Ayah tau, sulit bagi kalian untuk memaafkan pria pendosa ini. Pria yang telah menyia-nyiakan kalian karena dibutakan oleh cinta semu. Maaf ...." Bibir Fairuz terus saja mengucap kata maaf. Baginya, jutaan kata maaf yang terucap tidak akan mampu menjadi penebus segala kesalahan dan dosa-dosa besar yang telah ia perbuat.


"Rangga sudah memaafkan Ayah. Bukan hanya Ayah saja yang bersalah, tetapi ... Rangga juga bersalah. Sebagai seorang anak, seharusnya ... dahulu Rangga bisa menyadarkan Ayah, bukan malah bersikap tak acuh dan membiarkan Ayah semakin terperosok ke dalam lembah dosa karena menuruti permintaan wanita iblis itu."


Perlahan keduanya mengurai pelukan dan saling menyeka jejak air mata.


"Mas Fairuz, Rangga, bunda juga ingin dipeluk oleh kalian," ucap Nabila disertai lengkungan bibir yang menghiasi wajah ayu. Ia rentangkan dua tangan, menyambut pelukan kedua pria yang teramat berharga baginya.


"Bunda." Fairuz dan putranya menghambur ke pelukan Nabila. Ketiganya saling berpeluk. Menumpahkan segenap rasa cinta dan kasih yang selama ini tersembunyi di balik keegoan diri.


....


Hari ini, Rangga diperbolehkan pulang oleh dokter Arka sebab luka di perutnya sudah menutup dengan sempurna.


Sebelum pulang ke Indonesia, Rangga beserta keluarga berkunjung ke Masjid Hijau atas permintaan Nabila. Wanita berhati mulia itu berniat untuk menikah lagi dengan Fairuz di masjid tersebut. Tidak ada penolakan dari Rangga. Sebagai seorang anak, Rangga hanya bisa memberi dukungan atas niat suci yang diutarakan oleh sang bunda. Bagi Rangga, kebahagiaan bundanya adalah kebahagiaannya juga.


Kali ini, ucapan kabul yang terlisan dari bibir Fairuz benar-benar menggetarkan hati Nabila. Berbeda dengan ucapan kabul yang terlisan beberapa tahun silam. Tepatnya, ketika mereka menikah karena perjodohan dan tanpa didasari oleh rasa cinta.

__ADS_1


"Nabila sayang, trimakasih atas kepercayaan dan kesempatan yang kamu berikan padaku. Aku berjanji, akan mencurahimu dengan cinta dan kasih sayang. Ingatkan aku jika khilaf. Sadarkan aku jika terlupa," tuturnya sembari menatap manik mata Nabila yang dihiasi kaca-kaca. Lantas mengecup lama kening wanita yang kini kembali halal untuk disentuhnya.


"Mas, berterimakasihlah kepada Allah. Karena kehendak-Nya, kita bisa kembali menyatu dalam ikatan yang halal. Aku mencintaimu karena Allah, Mas. Dan dengan keridhoan-Nya, aku ingin meraih sakinah bersamamu."


Senyum terbit menghiasi wajah Fairuz kala mendengar ucapan Nabila. Bunga-bunga cinta yang tumbuh di dalam hatinya semakin merekah. Fairuz teramat bahagia dan bersyukur atas anugerah cinta yang diberikan Allah kepadanya.


"Aamiin yaa Robb. Aku juga mencintaimu karena Allah, Nabila. Insya Allah, sakinah bersamamu."


Semua orang yang menyaksikan pernikahan Fairuz dan Nabila ikut berbahagia dan merasa terharu. Untaian doa dan kata selamat mereka persembahkan untuk kedua mempelai.


....


Sesampainya di Jogja, Nabila dan Fairuz berbulan madu di villa yang berada di kaki Gunung Merapi. Hawa dingin mendukung suasana romantis yang ingin keduanya ciptakan di malam pertama setelah mereka menikah lagi.


Seolah tidak ingin kalah, Rangga pun menyewa villa. Ia ingin menumpahkan kerinduan dengan mereguk kenikmatan surga dunia bersama Khanza. Wanita terindah yang membuatnya selalu kecanduan.


Berbeda dengan kedua pasangan yang tidak ingin melewatkan moment romantis di villa, Abimana dan Kirana langsung kembali ke istana mereka bersama Dara. Keduanya tidak sabar untuk segera mengutarakan keinginan mereka pada sang putra agar bersedia menikahi Dara, seorang gadis malang yang sudah tidak memiliki kedua orang tua.


Karena gengsi, Dylan enggan meminta maaf pada Dara meski seiring berjalannya sang waktu, Dylan mengetahui sifat asli Milea. Gadis yang dicintainya itu sengaja menfitnah Dara untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari Dylan. Cinta Dylan pada Milea yang begitu besar, telah membutakan mata hati, hingga merusak jalinan persahabatan antara dia dan Dara.


"Dara ...." Suara Dylan terdengar lirih. Namun mampu mengalihkan perhatian ketiga insan yang tengah asik berbincang.


"Hai Prit ... Kuprit. Baru pulang ya?" Dara menyapa Dylan disertai seutas senyum dan binar kerinduan yang terpancar di manik mata. Jika boleh jujur, Dara sangat merindukan sahabatnya itu. Sahabat yang dahulu pernah mewarnai hari-harinya dengan gurauan receh.


"Heem. Sudah tau, kenapa malah bertanya? Seharusnya, yang kamu tanyakan itu kabarku, Ra," protesnya sambil menjatuhkan bobot tubuh di sofa bersebelahan dengan Dara.


"Okey jika itu mau-mu. Mmmm, apa kabar Kuprit? Bagaimana ... hubunganmu dengan Milea, hmmm?" Dara menaik turunkan alisnya seraya menggoda Dylan.

__ADS_1


CETAK


Satu jitakan cantik mendarat sempurna di kening Dara.


"Awwwww, sakit Lan." Dara memekik dan mengusap dahinya yang sedikit memerah, akibat jitakan yang didaratkan oleh Dylan.


"Makanya, jangan bertanya lagi tentang Milea! Kami tidak punya hubungan apapun karena dia nggak pernah membalas perasaanku. Gadis itu hanya menginginkan perhatian dariku ketika ia merasa kesepian Yem," ujarnya dengan memasang raut wajah sendu.


"Kasihan amat," cibir Dara sembari menahan tawa yang hampir meledak.


"Ehemmm, Dylan, Dara, sebenarnya ... ada yang ingin Ayah dan Bunda bicarakan." Abimana mulai membuka suara.


"Ayah ingin membicarakan apa?" kalimat tanya yang terlisan dari bibir Dylan.


"Ayah dan Bunda ingin membicarakan tentang perjodohan. Kami berkeinginan untuk menikahkan kalian berdua. Kalian bersedia 'kan?" tutur Abimana tanpa berbasa-basi.


Dylan dan Dara sangat terkejut mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Abimana. Lantas, bagaimana tanggapan mereka????


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya

__ADS_1


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤


__ADS_2