Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Bertemu


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Masih Flashback on 😉


"Saya jadi teringat pesan abi agar kami menjauhi sifat ujub atau takabur. Terlalu percaya diri bahwa diri kita lebih baik dari pada orang lain tanpa menyadari bahwa kita hanyalah seorang insan biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. Sekarang berakhlak baik, entah esok --"


Perbincangan kedua wanita itu pun terpangkas saat terdengar langkah kaki mendekat diikuti suara yang sangat familiar memanggil nama 'Annisa'.


"Annisa, sayang. Di mana kamu, Nak?"


"Abi," lirih Annisa. Ia berusaha menajamkan indra pendengarannya dengan menempelkan telinga pada dinding.


"Mbak Nisa, di mana kamu, Mbak?" Lagi. Annisa kembali mendengar suara yang sangat familiar. Suara Keanu, putra sulung Kirana, bibi Annisa.


"Kean," Annisa kembali berucap lirih.


"Nissa, sayang." Suara itu semakin terdengar jelas, sehingga Annisa sangat yakin bahwa suara yang ia dengar adalah suara abinya dan Keanu. Netra yang semula mengembun kini berbinar. Ketakutan yang sempat menyapa kini telah terhempas.


"Abi, Kean, Nissa di sini!" Annisa memekik lantas beranjak dari posisi duduk. Dipaksanya tubuh yang masih terasa lemas untuk meraih kenop pintu. Namun sebelum tangannya menyentuh kenop pintu, Sherin menghadang dengan melontarkan kalimat larangan.


"Jangan Nona! Biar saya saja yang membukannya. Saya khawatir jika anak buah tuan Farhan mengikuti mereka."


"Anda tidak usah khawatir! Abi saya dan Keanu menguasai ilmu beladiri. Saya sangat yakin, mereka berhasil menumbangkan anak buah mas Farhan dengan mudah," ujarnya penuh keyakinan.


"Semoga apa yang anda ucapkan benar, Nona. Tapi, biarlah saya atau Lisa yang membukanya. Saya tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Nona."


Ucapan Sherin yang terdengar tulus ... menyentuh relung hati Annisa. Ia teramat bersyukur karena Illahi mengirim malaikat tak bersayap untuk melindunginya dari niat jahat Farhan. Di dalam benak Annisa bernadzar, jika ia berhasil keluar dari villa dengan selamat, Annisa ingin menjadikan malaikat penyelamatnya sebagai saudara.


Sherin membuka pintu dengan sangat hati-hati sambil melafazkan doa di dalam kalbu. Ia sangat berharap, polisi segera tiba dan menangkap semua anak buah Farhan, tak terkecuali sang tuan yang be-jat.


Ketika daun pintu terbuka lebar, netra Sherin memicing karena terkena sorot lampu yang berasal dari gawai milik Keanu. Seketika, ia pun mengangkat kedua tangannya untuk melindungi netra.


"Siapa kamu?" tanya yang terlisan dari bibir Keanu diikuti ayunan tungkai menuju objek yang masih setia menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Tolong, alihkan dulu sorot lampu hand phone anda!" pinta Sherin.


Keanu mengacuhkan permintaan Sherin dengan segera mengalihkan sorot lampu hand phonenya ke arah lain.


Setelah Keanu menuruti permintaannya, Sherin menurunkan tangan yang semula menutupi wajah.


Dahi Keanu mengernyit saat pandangan netranya tertuju pada wajah Sherin. Ia merasa mengenal wanita yang berdiri di hadapannya itu. Begitu juga dengan Sherin. Ia seperti tidak asing dengan wajah Keanu.

__ADS_1


"Sherin?"


"Keanu, suami Raina?"


"Kamu benar Sherin?"


Sherin mengangguk pelan. Ia sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan suami Raina, sahabat semasa dirinya kuliah di LN.


"Iya Kean, aku Sherin. Sahabat Raina ketika kami kuliah di LN."


"Jangan-jangan, kamu yang telah menyekap dan membawa mbak Nisa ke villa ini? Seperti yang pernah kamu lakukan terhadap istriku."


"Kean, apa yang kamu tuduhkan itu sungguh tidak benar."


"Wanita berhati iblis sepertimu memang tidak pernah mau bertobat. Aku akan menyeretmu ke penjara jika kamu terbukti menyekap mbak Nisa," tukas Keanu dengan menajamkan tatapan.


"Kean." Atensi Keanu teralihkan ketika mendengar suara Annisa.


"Mbak Nisa?"


"Ya, ini aku Kean, Annisa. Apa yang kamu tuduhkan pada Mbak Sherin sungguh tidak benar."


" Tapi, Mbak --"


"Benarkah?" tanya Keanu ragu.


"Iya Kean. Sejak kapan kamu tidak mempercayai mbak Nisa?"


"Kean percaya pada Mbak Nisa. Tapi, Kean sanksi dengan wanita ular itu," sarkasnya.


Annisa menggeleng-geleng kepala kala mendengar ucapan Keanu yang bernada sarkasme. Sedangkan Sherin, wanita itu memasang wajah sendu. Sherin menyadari kesalahannya di masa lalu yang teramat fatal, sehingga ia menerima ucapan Keanu dengan berlapang dada.


"Kean, tadi ... sepertinya mbak Nisa mendengar suara abi. Di mana beliau sekarang?"


"Tadi, pakdhe Ilham bersama Kean, Mbak. Tapi, karena mendengar suara Mbak Nisa, pakdhe masuk ke ruangan sebelah. Pakdhe mengira, Mbak Nisa berada di ruangan sebelah, bukan di ruangan ini."


"Astaghfirullah. Abi ke ruangan sebelah seorang diri?"


"Iya Mbak."


"Lebih baik, kita segera menyusul abi, Ke!"


Dengan langkah tergesa, Annisa dan Keanu masuk ke ruangan sebelah untuk menemui Ilham. Sedangkan Sherin dan Lisa berjaga di depan pintu. Kedua netra wanita itu nampak berbinar ketika melihat dua orang berseragam polisi berjalan mendekat.

__ADS_1


....


"Abi ...."


"Nisa, sayang."


"Masya Allah, Abi." Annisa menghambur ke pelukan abinya.


Tangan yang semula menjuntai, diangkatnya untuk membalas pelukan sang putri. Ayah dan anak itu pun saling berpeluk erat, menumpahkan segala rasa yang semula menyiksa.


Annisa melerai pelukan saat ulu hatinya tiba-tiba terasa teramat nyeri.


"Bi, kenapa ... tiba-tiba ulu hati Nisa terasa teramat nyeri? Seolah, dihujam pisau belati yang tak kasat mata."


"Benak Nisa berbisik, bahwa ... sesuatu yang buruk tengah menimpa seseorang yang Nissa sayang," sambungnya disertai titik-titik air yang mulai menganak di kelopak mata.


"Nisa sayang, langitkan pinta pada Illahi agar hatimu merasa tenang dan dijauhkan dari segala pikiran buruk," tutur Ilham sambil mengusap lembut punggung Annisa seraya mentransfer energi positif agar putrinya itu merasa tenang.


"Lebih baik, kita segera menyusul Rudi dan Dhava ke lantai dua. Entah mengapa, abi mengkhawatirkan keselamatan kedua pemuda itu."


"Jadi, mas Rudi dan Dhava juga ikut mencari Nisa?"


"Iya Nisa."


Tanpa menunggu waktu lama, Annisa, Ilham, dan Keanu bergegas masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dua.


Sesampainya di lantai dua, ketiga insan itu terkesiap kala mendengar suara teriakan seseorang menyebut nama 'Dhava" ....


Flashback off


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Sekilas tentang Sherin, Insya Allah akan author selipkan di episode selanjutnya. 😊


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉

__ADS_1


Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤


__ADS_2