Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Ngidam


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


"Aku ingin menjadi imam-mu, Za."


Netra Khanza berotasi sempurna kala mendengar ucapan yang terlisan dari bibir pria yang pernah menjadi raja di hatinya.


"Boleh 'kan aku menjadi imam-mu?"


Hening, tiada sahutan dari Khanza. Tanpa mereka sadari, ulu hati pria yang masih terbaring tak berdaya, serasa nyeri. Meski sama sekali tidak bisa merespon dengan gerakan tubuh. Namun, Rangga masih bisa mendengar dan merasa ....


"Za, boleh 'kan aku menjadi imam-mu?" Birru kembali melisankan kalimat tanya yang sama dan menatap wajah cantik Saqueena Khanza Humaira dengan tatapan intens.


Khanza mengalihkan wajahnya ke sembarang arah karena merasa tidak nyaman dengan tatapan pria bermanik mata hijau itu. Ia sangat risih ditatap dengan intens oleh pria yang bukan mahramnya.


"Maaf, Kak. Lebih baik Kak Birru menjadi imam bunda Kiran dan bunda Nabila. Khanza sedang tidak ingin sholat berjamaah," ujarnya tanpa menatap lawan bicara.


"Tapi, Za --"


"Kak, tolong hargai keinginan Khanza!" Khanza menginterupsi dengan sedikit meninggikan intonasi suara agar Albirru tidak memaksakan kehendaknya untuk menjadi imam meski hanya sekedar imam shalat.


Birru menghela nafas dalam lantas menghembuskannya dengan perlahan, menghempas rasa kecewa karena penolakkan Khanza.


"Baiklah, Za. Jika kamu membutuhkan sesuatu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku," tutur Albirru tanpa ragu.


"Trimakasih Kak. Insya Allah, Khanza tidak membutuhkan apa-apa. Yang Khanza butuhkan hanyalah untaian doa untuk kesembuhan mas Rangga."


"Aku akan selalu mendoakan kesembuhan suamimu, Za. Yakinlah, pasti akan ada cara untuk menyadarkan Rangga."


"Iya Kak."


"Baiklah jika kamu memang tidak ingin sholat berjamaah denganku. Aku permisi, Za. Nanti, aku akan mengunjungi kalian lagi. Assalamu'alaikum ...," tutur Albirru sebelum melangkahkan kakinya.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam ...."


Setelah Albirru melangkah pergi, Khanza segera bersuci dengan air wudhu. Kemudian ia membentangkan sajadah dan mengenakan mukena sebelum memulai ritual ibadah sholat dzuhur.


"Allahu Akbar." Khanza membaca takbiratul ihram untuk mengawali ibadahnya sebagai seorang hamba.


Seusai dua salam, Khanza berdzikir dan melangitkan pinta pada Illahi untuk kesembuhan suami tercinta. Seperti biasa, ia pun membaca kalam cinta. Suara Khanza terdengar sangat merdu hingga menggetarkan hati pria yang masih terbaring tak berdaya, Rangga Adithya Fairuz.


Tanpa melepas mukena, Khanza membawa tubuhnya untuk duduk di samping ranjang. Lantas ia menggenggam tangan Rangga dan mengecupnya lama.


Khanza sudah tidak bisa menahan lara. Ketegarannya telah terkikis oleh rasa takut yang kian meraja. Air matanya tertumpah membasahi wajah yang terbingkai kabut duka.


"Mas, bangunlah Mas! Kamu bilang, nggak akan pernah meninggalkan aku. Kamu bilang akan selalu berada di sisiku. Kamu juga bilang kita akan menua bersama. Tapi kenapa sampai saat ini, kamu masih enggan membuka mata?"


TES


Tanpa Khanza sadari, kedua sudut netra Rangga meneteskan buliran bening.


Tangis Khanza tidak juga mereda, malah semakin tertumpah diikuti tubuh yang berguncang.


"Mas, aku ngidam batagor, gado-gado, dan es cendol. Nggak mungkin 'kan, di Inggris ada makanan seperti itu?"


"Mas bangunlah, Mas. Aku sudah tidak betah berada di Inggris. Aku rindu Jogja dan makanannya."


Khanza mulai mengontrol emosinya dengan meraup udara dalam-dalam. Ia seka jejak air mata dengan jari-jari lentiknya lantas merebahkan kepala yang terasa pening di dada bidang sang belahan jiwa.


Rupanya, seusai menjalankan ibadah sholat dzuhur, Albirru membelikan makan siang untuk Khanza. Pria blonde itu memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu dan mengucap salam.


Albirru mendengar semua ucapan yang terlisan dari bibir Khanza. Ia pun segera menghubungi anak buahnya untuk membeli makanan dan minuman yang diinginkan oleh Khanza.


Beruntung, ada Warung Padang yang berada di London. Tepatnya di daerah Chinatown.

__ADS_1


Warung Padang tersebut terkenal dengan menu rendangnya yang menjadi favorit. Tetapi, menu yang ditawarkan tidak hanya masakan Padang, melainkan ada pulaΒ bakso, soto, batagor, gado-gado, dan es cendol.


Kurang dari satu jam, anak buah Albirru yang bernama Aldric tiba di rumah sakit dengan membawa makanan dan minuman yang dipesan oleh tuannya. Albirru menyambut kedatangan anak buahnya dengan lengkungan bibir dan binar di manik mata. Ia merasa lega sebab bisa menuruti keinginan wanita hamil yang ingin menikmati makanan dan minuman khas Indonesia, batagor, gado-gado, dan es cendol.


Setelah menerima paper bag yang berisi makanan beserta minuman pesanannya, Albirru kembali masuk ke ruangan VVIP, tempat Rangga dan Khanza berada.


"Za ...."


Tidak ada sahutan.


"Khanza ...."


Tetap tidak ada sahutan.


Khanza tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya menindih dada bidang Rangga.


Albirru tidak tega melihat wanita malang itu tertidur dengan posisi yang kurang nyaman. Ia pun berinisiatif untuk membopong tubuh Khanza lantas membaringkannya di hospital bed, bersebelahan dengan Rangga.


"Maaf Za. Aku telah lancang membopongmu. Aku hanya tidak tega melihatmu tertidur dengan posisi yang kurang nyaman. Setelah nanti kamu terbangun, nikmatilah makanan dan minuman yang kamu inginkan ini. Aku berharap, semoga rasanya tidak mengecewakan lidahmu." Birru bermonolog diikuti seutas senyum yang menghiasi wajah tampannya.


"Assalamu'alaikum Comel. Kak Birru pamit dulu ya," ucap Albirru setelah ia menaruh paper bag di atas nakas dan menulis pesan singkat untuk Khanza.


Selamat menikmati makanan dan minuman khas Indonesia, Bu Mil. Apapun ngidammu, aku akan berusaha menurutinya, Za. Jangan berpikiran macam-macam! Anggap saja, aku kakakmu yang akan selalu menuruti semua keinginan sang adik. Demi Allah, aku tidak berniat untuk menggantikan posisi Rangga, Za. Karena aku tau bahwa posisi seorang suami tak akan pernah tergantikan oleh pria lain.


MUHAMMAD ABIZHAR ALBIRRU


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika author hanya mampu UP sehari satu kali. Insya Allah, jika ada waktu senggang, othor remahan kulit bawang ini akan double UP. πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, komen, beri gift atau vote jika ingin mendukung author agar tetap semangat berkarya.


Trimakasih dan banyak cinta πŸ˜˜πŸ™


__ADS_2