Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Hukuman Bagi Rudi


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Sang raja siang menebarkan sinarnya yang terik hingga membuat peluh seorang pria muda bercucuran. Pria muda itu ... Rudi.


Sejak keluar dari rumah kedua orang tua angkatnya, Rudi tinggal di apartemen Dahlia. Ia tunduk dan patuh pada wanita yang menjadi partner ranjangnya itu. Apapun makanan yang diberikan oleh Dahlia, suka tidak suka, mau tidak mau, terpaksa dilahapnya. Yang terpenting bagi Rudi saat ini, ia bisa tinggal di apartemen dan tidak hidup menggelandang di jalanan.


Sudah satu minggu, Rudi keluar masuk perusahaan untuk melamar pekerjaan. Namun sayang, tidak ada satu pun perusahaan yang mau menerimanya sebab ia meminta gaji minimal 1 Milyar rupiah. Jumlah gaji yang sangat fantastis dan mustahil dikeluarkan oleh seorang pemilik perusahaan hanya untuk memberi upah seorang karyawan. Terlebih, karyawan baru yang belum terbukti kinerjanya dan belum tentu mampu memberikan sumbangsih bagi kemajuan perusahaan.


Sesekali Rudi mengusap peluh yang membasahi wajahnya lantas kembali berjalan menyusuri trotoar dengan langkah gontai.


"Hah, aku sangat haus dan lapar. Lebih baik, aku segera pulang ke apartemen. Siapa tau, Dahlia sudah menyiapkan makan siang untukku," gumamnya disertai seutas senyum yang membingkai wajah lelahnya.


Raut wajah Rudi seketika berbinar ketika langkah kakinya terhenti tepat di depan pintu apartemen yang kini dimiliki sepenuhnya oleh Dahlia.


Gegas, dibukanya pintu apartemen itu dengan menekan beberapa digit nomer.


"Honey, aku pulang," ujarnya dengan wajah yang sumringah. Rasa lelah yang ia rasa menguap begitu saja saat terbayang wajah cantik sang partner ranjang.


"Honey, Sayang, kamu di mana?" Rudi berjalan menuju kamar Dahlia. Sesampainya di depan kamar wanita yang mampu memutar balikkan dunianya itu, Rudi membuka daun pintu dengan sangat hati-hati. Jantungnya berdentum-dentum kala terbayang kemolekan tubuh Dahlia yang selalu membuatnya candu.


"Dahlia say--" Suara Rudi tercekat saat pandangan netranya tertuju pada ranjang yang bergoyang. Binar di wajahnya seketika berubah.

__ADS_1


"Dahlia." Ditinggikannya intonasi suara untuk meluapkan api amarah yang berkobar di dalam dada.


Suara Rudi menarik atensi dua insan yang tengah tenggelam ke dalam asmaraloka. Sontak, keduanya menyudahi ritual terlarang lalu menutupi tubuh polos mereka dengan selimut tebal.


"Rudi." Suara bentakan terlontar dari bibir Dahlia diikuti tatapan tajam yang menghunus. Kentara sekali bahwa wanita itu teramat kesal sebab kedatangan Rudi yang tiba-tiba memudarkan hasratnya.


"Dahlia, kenapa kamu tega mengkhianati cinta kita dengan menyerahkan tubuhmu pada pria selain aku?" Dada Rudi kembang kempis disertai gerakan tangannya yang terkepal. Mati-matian ia berusaha menahan amarah yang segera ingin diluapkannya.


"Cih, cinta ... katamu? Di antara kita tidak pernah ada rasa cinta. Hanya hasrat untuk saling memuaskan. Kau lupa atau pura-pura lupa? Selain kere, senjata pamungkasmu itu sudah tidak bisa lagi berfungsi setelah terjepit resleting --"


"Kau --" Rudi mengacungkan jari telunjuk ke arah objek yang membuat api amarahnya semakin berkobar.


"Apa hah? Selama satu minggu, aku berusaha untuk bersabar. Namun sampai hari ini, hasilnya zonk 'kan? Malah kerugian yang aku dapatkan. Menyediakanmu tempat tinggal, memberimu nafkah lahir dan nafkah batin, tetapi raga dan jiwaku tak terpuaskan. Aku sangat yakin, kau tidak akan mampu memberiku uang sejumlah 1 Milyar setiap bulan, karena kau masih saja menjadi pengangguran. Semua perusahaan menolakmu. Bahkan, para tante yang selalu haus sentuhan kaum Adam pun, tidak mau melirik pria cacat sepertimu --"


"Cukup Dahlia." Rudi memangkas ucapan Dahlia yang berhasil mengoyak harga dirinya sebagai seorang pria dan menghujam segumpal daging yang bersemayam di dalam dadanya.


"Aku tidak akan pergi. Aku berhak atas apartemen ini, karena akulah yang membelinya." Rudi tetap bersikeukeuh.


Dahlia tersenyum smirk dan melipat kedua tangannya di depan dada. Lantas ia kembali melontarkan kata-kata bernada sarkasme. "Rudi ... Rudi. Sepertinya kau menderita amnesia. Bukankah, kau membeli apartemen ini dengan uang ... ayah angkatmu? Dan ... kau sudah menyerahkannya padaku. Itu artinya, kau sama sekali tidak berhak atas apartemen ini."


"Dahlia, kau memang wanita ular. Aku menyesal telah tergoda dengan rayuanmu --"


Rudi melayangkan tangannya untuk menampar Dahlia. Namun dengan cekatan, pria yang berada di sisi Dahlia menangkis tangan Rudi lalu memelintirnya.

__ADS_1


BUG


Satu bogeman mentah mendarat cantik di wajah Rudi. Diikuti dengan pukulan dan tendangan yang dilayangkan oleh Roy, partner ranjang Dahlia yang baru.


Rudi terkapar tak berdaya. Ia pasrah saat Roy menyeretnya keluar dan melemparnya ke jalanan.


"Mulai saat ini, jangan pernah menemui Dahlia lagi! Dia tambang emas bagiku. Tidak ada satu orang pun yang bisa merebut Dahlia dariku, termasuk kamu. Rudi si pria cacat." Tawa Roy menggema hingga memekakkan telinga.


Bibir Rudi terbungkam. Untuk sekedar membalas ucapan yang terlontar dari bibir Roy, ia sungguh tak mampu.


Perlahan, Rudi menutup sepasang kelopak mata ketika ia merasakan ... seolah nyawanya terlepas dari raga ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Bagaimana nasib Rudi selanjutnya? Dan ... bagaimana kelanjutan kisah cinta Rangga - Khanza, Dylan - Dara, Dhava - ???? Tetap stay on hingga end yach 😉


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya

__ADS_1


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤


__ADS_2