Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Tersadar


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Dylan mengulas senyum. Lalu ia berucap dengan penuh kesungguhan, "saya berjanji akan selalu menjaga Dara, Bu. Insya Allah jika kami berjodoh, Bapak dan Ibu merupakan tamu pertama yang akan kami undang di hari pernikahan saya dan Dara."


DEG


Dara terkesiap kala mendengar kata-kata yang terucap dari bibir Dylan. Lidahnya serasa kelu dan degup jantungnya terdengar bertalu-talu.


Di dalam hati Dara melangitkan pinta, semoga Illahi meng-ijabah ucapan Dylan, sahabat sekaligus pria yang selama ini mampu membuatnya jatuh cinta.


....


Selama di perjalanan menuju ke kota, Dara melempar pandangan netranya ke luar jendela. Ia merasa canggung bila bersitatap dengan Dylan. Ucapan Dylan yang mampu membuat irama jantungnya bertalu-talu, masih terngiang di indra pendengaran.


"Calon istri, kog diem aja sich dari tadi? Ngomong donk!" ujar Dylan menggoda seraya memecah atmosfer yang sedari tadi memenuhi ruang mobil.


Hening


Dara bergeming. Ia berusaha menahan buncahan rasa yang membuatnya salah tingkah dan tak mampu melisankan kata-kata kala mendengar ucapan Dylan.


"Ra, kamu lagi sariawan ya? Nggak biasanya lho, kamu diem aja," lanjutnya sebab Dara masih setia dalam kebisuan. Gadis itu sama sekali tidak merespon kata-kata yang terucap dari bibir Dylan.


Bukannya tidak ingin merespon. Namun, Dara sungguh tak kuasa menahan rasa yang menari-menari di dalam kalbu setiap mendengar ucapan Dylan yang terdengar manis di telinga. Ia takut salah berucap dan menunjukkan ekspresi berlebihan sehingga perasaan yang selama ini tersembunyi akan diketahui oleh Dylan.


Karena Dara tetap saja tak acuh, ide konyol terlintas di otak Dylan untuk mengejutkan gadis itu.


CIIIITTTT

__ADS_1


Tiba-tiba, Dylan mengerem mobil. Ulah konyol Dylan berhasil membuat Dara sangat terkejut. Beruntung, mereka menggunakan sabuk pengaman. Jika tidak, bisa dipastikan tubuh keduanya akan terpental.


"Astaghfirullah, Kuprittttttt. Kamu sengaja membuatku jantungan ya?"


BUG


Dara berteriak dan spontan memukul punggung Dylan karena kesal.


"Adududuh. Maaf Tulkiyem, aku memang sengaja mengejutkanmu tapi nggak berniat membuatmu jantungan. Aku nggak ingin kehilangan calon istri pilihan ayah dan bunda."


BLUSH


Ucapan Dylan sukses melukis semburat merah di wajah ayu Dara. Gadis itu tersipu saat Dylan berucap "Aku nggak ingin kehilangan calon istri pilihan ayah dan bunda."


Dara mengalihkan wajah sebelum Dylan melihat semburat merah yang terlukis di wajahnya.


"Ra, aku salah apa? Kenapa, kamu seolah enggan menatapku? Kamu juga nggak merespon ucapanku. Jika kamu nggak bersedia menjadi calon istriku, nggak pa-pa Ra. Tapi, aku mohon ... jangan berubah. Tetaplah menjadi Dara yang aku kenal."


"Ra ...."


Dara berdehem lalu menghela nafas dalam untuk menghempas rasa yang membuatnya canggung dan salah tingkah.


"Lan, kamu sama sekali nggak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja aku ...." Dara menggantung ucapannya lantas merotasikan wajah ke arah Dylan. Kedua netra mereka pun saling bersiborok.


Dylan terpaku kala menatap indahnya manik mata Dara yang seolah terbingkai warna pelangi. Pria berparas rupawan itu baru menyadari ... gadis yang selama ini hanya dianggapnya sebagai sahabat, ternyata memiliki manik mata yang indah dan wajah yang tak kalah ayu bila dibandingkan dengan Milea.


"La-Lan. Aku ...." Lidah Dara kembali kelu. Ia tak kuasa mengendalikan perasaan kala Dylan menatapnya dengan tatapan intens.


"Ra, kamu bersedia 'kan menjadi calon istriku?" tanya yang terlisan tanpa mengalihkan tatapan dari wajah ayu Dara.

__ADS_1


"A-aku ...."


"A-aku bersedia, Lan. Asal ...."


"Asal apa Ra?"


"Asal, jangan jadikan aku pelarian cintamu. Aku nggak ingin, kamu terpaksa menikah denganku. Aku nggak ingin, kamu masih berharap pada Milea disaat kita sudah terikat hubungan yang halal," tutur Dara menyuarakan isi hati.


Dylan mengulas senyum dan mengusap jilbab Dara. Lalu ia berucap, "Ra, setelah menjalankan sholat istikharah tadi malam, aku yakin bahwa kamu lah calon istri yang insya Allah terbaik untukku. Demi Allah aku nggak merasa terpaksa ... menikahimu. Aku berjanji nggak akan lagi mengharap balasan cinta dari Milea. Percaya padaku, Ra! Kamu bukan pelarian cintaku. Tapi, kamu bidadari yang dikirim Allah untuk membuka mata hatiku. Aku sadar, selama ini aku dibutakan oleh cinta. Aku buta karena terlalu mencintai wanita yang tak sepatutnya dicintai."


Hati Dara menghangat tatkala mendengar kata-kata yang terlantun indah dari bibir sang pria pujaan. Ingin rasanya ia memeluk Dylan untuk meluapkan kebahagiaan. Namun itu tidak mungkin ia lakukan, sebab mereka belum menjadi pasangan yang halal ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Insya Allah, di part selanjutnya kita akan kembali bertemu dengan Rangga dan Khanza 😉


Maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤


Sambil menunggu UP Pernikahan Tanpa Cinta, yuk kunjungi juga karya othor yang lain. Recomend 'Istri Comel Pilihan Abi'. 😉

__ADS_1



__ADS_2