Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Bunda Hebat (Ayunda Kirana)


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Raut kecewa terlukis jelas di wajah Kirana saat Dylan berkeluh kesah mengenai pelayanan pihak rumah sakit yang kurang memuaskan. Sebagai seorang dokter obgyn, Kirana menyayangkan kinerja para medis di rumah sakit itu yang bisa saja berakibat fatal bagi keselamatan nyawa pasien. Dan terbukti, karena suatu kelalaian ... satu nyawa seorang ibu muda telah menjadi korban. Siapa ibu muda itu? Dia Intan. Atas kehendak Illahi, bayi Intan bisa terselamatkan meski sang ibu meninggal sesaat setelah melahirkan dengan cara operasi caesar.


Rinai hujan membasahi wajah suami Intan yang belum bisa mengikhlaskan kepergian istrinya. Ia menangis, berteriak, dan berlari tanpa arah tujuan hingga membuat siapapun yang melihatnya merasa iba.


Rangga yang baru saja tiba di rumah sakit bersama Khanza, pun ikut merasa iba dan empati. Dengan sigap, Rangga meraih lengan suami Intan dan mencengkramnya agar pria itu menghentikan gerakan kakinya.


Rangga sangat terkejut, kala menatap wajah pria yang membuatnya iba dan merasa empati. Ternyata pria itu merupakan salah satu driver Go Sukses yang cukup dekat dengannya. Dia ... Fauzan Abdillah. Diusianya yang masih sangat muda, Fauzan harus menerima takdir yang teramat pahit. Kehilangan istri tercinta saat berjuang melahirkan putra pertama.


"Zan, ikhlaskan kepergian istrimu! Insya Allah, istrimu meninggal dengan cara husnul khotimah. Intan meninggal karena berjuang melahirkan buah hati kalian. Zan, kamu harus kuat dan tegar demi malaikat kecil yang baru saja terlahir ke dunia," tutur Rangga bijak sembari merangkul bahu Fauzan.


Fauzan bergeming. Ia masih setia menangisi istrinya yang telah tiada. Sulit bagi Fauzan untuk mengikhlaskan kepergian sang istri. Namun, ia membenarkan ucapan Rangga. Sebagai seorang ayah, Fauzan harus tetap kuat dan tegar demi putranya. Ia tidak boleh terlalu lama larut dalam duka nestapa.


Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali


....


Saat ini, Dylan dan Kirana tengah duduk di bangku taman rumah sakit. Mereka berbincang mengenai pelayanan rumah sakit yang jauh dari kata memuaskan serta kinerja para medis yang sangat mengecewakan. Sedangkan Abimana, pria bermata teduh itu terlebih dahulu meninggalkan rumah sakit untuk menemui klien, menggantikan Dylan.


"Bund, sebenarnya Dylan teramat marah dan merasa kecewa ketika Dara diminta untuk melepas semua kancing bajunya. Kemarahan dan kekecewaan Dylan bertambah ketika sarung yang menutupi tubuh Dara bagian bawah disingkap. Sehingga hampir seluruh tubuh Dara terekspose. Padahal yang membantu proses kelahiran buah hati kami bukan hanya perawat wanita, tetapi ada juga yang pria," keluh Dylan kepada sang bunda.


"Seharusnya, perawat itu menyuruh Dara melepas kancing bajunya ketika akan melakukan IMD, bukan pada saat proses melahirkan. Dan mengenai sarung yang disingkap, seharusnya dinaikkan saja untuk menutupi tubuh Dara bagian atas. Bukan malah sarung itu disingkap dan dijauhkan dari tubuh Dara," sambung Dylan dengan nada kesal.


Kirana menghembus nafas kasar. Ia sangat memahami perasaan putranya saat ini. Ia pun mengusap punggung Dylan seraya mengalirkan energi positif agar putranya itu bisa merasa tenang.


"Kamu yang sabar, Sayang. Bunda sangat mengerti perasaanmu saat ini. Semua sudah terlanjur terjadi. Seharusnya jauh-jauh hari sebelum Dara melahirkan, kamu konsultasi dulu sama bunda mengenai rumah sakit yang pelayanannya memuaskan dan para medisnya yang bertanggung jawab," tutur Kirana bijak.

__ADS_1


"Mengenai pelayanan yang kurang memuaskan dan para medis di rumah sakit ini yang terkesan lalai, bunda akan segera menemui manajernya. Bunda akan menyampaikan keluh kesahmu. Namun jika sang manajer tidak menanggapi, maka bunda akan langsung menemui direkturnya atau mengadukannya kepada Kementerian Kesehatan melalui Pusat Tanggap dan Respon Cepat (PTRC). Atau bisa juga melalui Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI)," lanjutnya.


Dylan menerbitkan senyum kala mendengar kata-kata yang terlisan dari bibir sang bunda. Bagi Dylan, ucapan bundanya bagai embun yang menyejukkan kalbu. Laksana oase di tengah padang gersang. Dylan yakin, sang bunda bisa mengatasi permasalahan di rumah sakit itu. Sehingga pihak rumah sakit akan berbenah, supaya tidak ada lagi pasien yang merasa kecewa dengan pelayanan rumah sakit dan kinerja para medis.


"Bunda, terima kasih," ucap Dylan sambil menatap wajah sang bunda yang masih saja terlihat cantik dan berkharisma di usianya yang sudah tak lagi muda.


"Terima kasih untuk?" Kirana mengulas senyum dan membalas tatapan putranya.


"Terima kasih karena telah menjadi seorang bunda yang hebat. Setiap permasalahan yang kami hadapi, Bunda selalu sigap dan berpikir cerdas untuk membantu kami mengatasinya. Love you Mom." Dylan merengkuh tubuh wanita yang telah melahirkannya lalu memeluknya dengan erat. Seketika Kirana membalas pelukan Dylan dan mengusap sayang kepala putranya itu.


....


Usai mengutarakan keluh kesah sang putra kepada manajer rumah sakit, Kirana kembali ke ruang rawat inap untuk menemui Dylan dan Dara. Netra wanita paruh baya itu berbinar kala mendapati kedua cucunya berada dalam dekapan putra dan menantunya.


"Masya Allah, cucu oma tampan dan cantik," puji Kirana sembari mengecup pipi baby Dirgantara dan baby Diandra secara bergantian.


"Iya Sayang," sahut Kirana disertai senyuman yang merekah.


"Siapa dulu donk papanya? Dylan Putra Abimanyu, pria tertampan se Indonesia Raya." Dylan menimpali ucapan bundanya dengan kenarsisan yang membuat Kirana dan Dara merotasikan manik mata karena jengah.


"Kamu lupa, Lan. Wajahmu itu kalah tampan bila dibandingkan dengan wajah ayah," cibir Kirana yang mendapat sambutan gelak tawa Dara.


Bibir Dylan mencebik. Lantas ia berganti mencibir bundanya. "Lebih tampanan wajah ayah jika menurut Bunda karena kebucinan yang hakiki. Andai Bunda masih bucin pada oppa Lee Min Ho, dapat dipastikan, wajah oppa Lee lebih tampan bila dibandingkan dengan wajah ayah."


Dahi Kirana mengerut hingga kedua pangkal alisnya saling bertaut. "Oppa Lee? Perasaan, dari dulu bunda tidak nge-fans apalagi bucin sama Lee Min Ho."


Dylan terkikik geli. Ia tidak menyangka, ternyata bundanya sama sekali tidak mengerti ... seseorang yang ia maksud oppa Lee Min Ho.


"Padahal kata oma Shella ... Bunda pernah ngefans oppa Lee Min Ho sebelum menikah dengan ayah," ujar Dylan yang semakin membuat Kirana penasaran.

__ADS_1


"Tahu nggak Bund, siapa yang Dylan maksud?" sambungnya seraya melisankan tanya sambil menaik turunkan kedua alis.


"Memangnya siapa, Lan?" Kirana kembali mengerutkan dahi.


"Om Raikhan. Pfffftt ... hahhhaha." Dylan tertawa lebar hingga tubuhnya sedikit berguncang.


"Woalahhhh dasar anak kurang akhlak," umpat Kirana. Ingin rasanya ia melayangkan jitakan. Namun sayang, putranya yang kurang akhlak itu sedang menggendong baby Dirgantara.


"Assalamu'alaikum." Terdengar ucapan salam yang sukses mengalihkan perhatian.


Seketika netra Kirana, Dylan, dan Dara berbinar kala dua orang yang sangat familiar muncul dari balik pintu.


"Masya Allah, kalian ...."


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf baru bisa Up 😉🙏


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2